
Mell berjalan keluar ruang meeting dan masuk ke ruangan nya namun saat di dalam lift di bertemu dengan seorang lelaki dengan perawakan tinggi putih tegap dan sangat tampan, Mell sempat tertegun melihat wajah nya namun segera kembali menguasai diri nya.
"Sia*lan dimana putri ku" terik nya sambil mencengkram rambut nya frustasi, dalam lift kebetulan hanya ada mereka berdua karena Siska pergi ke cafe untuk membelikan susu hangat untuk Yuki.
Mell awal nya hanya diam mendengar celotehan pria itu namun dia teringat dengan Yuki dan berusaha bicara pada lelaki itu.
"Permisi tuan" ucap Mell yang langsung mendapat sorotan tajam dari lelaki itu.
"Berhenti goda gue dasar tidak berguna" ucap lelaki itu melirik Mell.
"Maaf Tuan say_" terpotong.
"Gue udah bilang, jangan deket - gue dasar murahan wanita jal_" terpotong karena Mell membentak nya lebih keras.
"Cukup!" bentak Mell lebih keras.
Tertawa keras "Apa?kenapa?lo gak terima?" tanya lelaki itu semakin mendekat ke arah Mell dan Mell mundur ke belakang sampai tubuh nya mentok.
"Jangan macam - macam anda" ucap Mell.
Menyeringai "Bukan nya ini yang lo mau" ucap lelaki itu menyentuh dagu Mell hendak mencium nya, namun jiwa iblis Mell muncul dan memelintir tangan yang hendak menyentuh nya itu.
"Aaawwwh" pekik nya, Mell mendorong lelaki itu keluar pintu lift yang kebetulan terbuka, beberapa orang yang melihat tidak berani melerai perkelahian mereka karena melihat keadaan lelaki itu yang sudut bibir nya sudah bercucuran darah segar di sebabkan pemimpin nya.
Tak lama Siska datang dengan paper bag kecil di tangan nya, Siska kaget karena Mell menghajar habis - habisan orang yang tidak dia kenal.
"Nona cukup Nona" ucap Siska berusaha menghentikan Mell yang menghajar lelaki itu.
"Kalian pegang orang itu" perintah Siska sedangkan Mell masih berteriak dan hendak menyerang.
"Tenang Queen tenang, ini di kantor Queen Queen gue mohon" bisik Siska dan itu berhasil membuat amarah Mell mereda, Mell pergi ke ruangan nya di ikuti oleh Siska.
"Tenang Mell, lo kenapa sih bisa lepas kontrol gitu di depan karyawan lo lagi" tanya Siska setelah mereka di dalam ruangan, lalu Mell menceritakan semuanya.
"Berarti mungkin orang tadi keluarga nya Yuki" ulang Siska dan Mell mengangguk.
"Yaudah biar mbak yang urus" ucap Siska.
"Lo bersihin diri dulu sana" tambah nya dan Mell menurut.
Setelah keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian Mell duduk di tepi ranjang dan memperhatikan wajah teduh Yuki yang sedang tertidur.
"Gue ngerasa jatuh cinta di pandangan pertama liat anak ini" ucap Mell menciumi pipi gembul Yuki dan membuat nya bangun.
"Aunty" ucap nya lirih khas suara bangun tidur.
Mell tersenyum "Sayang kamu udah bangun" ucap Mell tersenyum manis.
"Aku ketiduran yah Aunty" ucap nya lalu duduk di samping Mell.
"Gak papa sayang, oh iya kamu laper gak?Aunty bawain Chocolate milk shake tau buat kamu?mau gak?" tanya Mell.
__ADS_1
"Mau Aunty" jawab Yuki senang.
Mereka keluar dari kamar dan minum Chocolate milk shake yang Siska belikan tadi dengan beberapa camilan dan buah potong.
**
Di tempat lain setelah Siska membawa Mell pergi, laki - laki malang yang menjadi korban keganasan Mell itu pergi keruang meeting namun sayang meeting di undur jadi tempat itu kosong dan hanya ada sekretarisnya saja.
Ceklek
"Astaga ada apa dengan tuan" ucap Vino khawatir melihat Raka yang terluka cukup parah bahkan sudut bibirnya masih mengeluarkan darah, seperti nya luka robekan di bibir nya itu cukup dalam.
"Saya tidak papa, apa rapat nya sudah selesai Vin" tanya Raka yah laki - laki itu adalah Raka seorang pengusaha besar dari negara J dan asisten nya Vino.
"Maaf tuan, tapi rapat nya di undur besok" jawab Vino.
"Apa Nona Yuki sudah ketemu tuan" tanya Vino.
"Belum saya bingung di mana dia" jawab Raka.
Tok tok tok
Ceklek
"Permisi tuan tuan" ucap Siska.
"Ah Nona, saya minta maaf untuk kejadian tadi" ucap Raka.
"Tidak masalah tuan" jawab Siska ramah.
"Tentu tuan, tujuan saya kemari memang untuk meminta anda menemui nya" jawab Siska.
Mereka berjalan menuju ruangan Presdir.
Tok tok tok
"Masuk"
Ceklek
Raka berjalan dan mendongakkan kepala nya, dia sangat terkejut melihat Yuki bersama dengan gadis yang tadi menghajarnya habis habisan dan berada di ruangan khusus Presdir.
"Tuan perkenalkan beliau pimpinan kami, Nona Mellani Putri Pramudita putri tunggal dari tuan Rio Anggara Pramudita yang berarti pemilik perusahaan ini" ucap Siska sengaja di perjelas🤭
Raka yang masih mematung tersadar mendengar deheman dari Vino assisten nya.
"Ooooooommm" teriak Yuki sambil berlari ke arah Raka dan mereka berpelukan.
"Gadis nakal, jangan pernah pergi tanpa Om lagi yah" ucap Raka mencubit hidung Yuki.
"Silahkan duduk" ucap Mell.
__ADS_1
"Saya minta maaf karena harus mengundur meeting hari ini tuan_"
"Raka" jawab Raka.
"Yah tuah Raka" lanjut Mell.
"Sebenar nya saya yang kurang profesional, tolong maafkan saya dan maaf untuk ucapan saya tadi" ucap Raka.
"Baiklah lupakan saja" jawab Mell acuh tak acuh.
"Om, kenapa bibir om berdarah" tanya Yuki dengan polos nya.
"Om gak papa sayang" jawab Raka tersenyum sambil menahan sakit.
"Aunty bisa tolong obatin Om aku gak, soalnya nanti sampe rumah Om pasti gak mau di obatin" pinta Yuki memelas dengan puppy eyes nya yang sangat menggemaskan itu.
"Ah tidak perlu Nona, saya baik - baik saja" ucap Raka.
"Sayang Om baik - baik aja kok, nanti sampe rumah Om obatin sendiri yah" tambak nya pada Yuki.
"Bohong, om itu gak pernah mau di obatin" ucap Yuki sedih.
"Tolong yah Aunty" pintanya lagi.
"Tidak perlu Nona, lebih baik saya permisi sekarang" pamit Raka yang merasa tidak enak, namun Mell malah berjalan ke arah Raka kemudian duduk di samping nya.
"Tidak masalah tuan, biar saya bantu obati luka nya lagi pula ini juga kesalahan saya" ucap Mell sambil mengambil kotak P3K di bawah meja.
"Permisi" tambah nya kemudian membersihkan lebih dulu luka itu, dan Raka hanya menurut saja.
"Awwh" pekik nya menahan perih.
"Apa terasa sakit, huff huff" Mell meniup sudut bibir Raka yang sedang di bersihkan.
"Dasar manja, baru segini sudah kesakitan" batin Mell.
"Gadis ini lucu sekali, baru beberapa saat yang lalu dia menghajarku habis - habisan dan sekarang dia malah mengobati aku dengan telaten, mana cantik lagi" batin Raka.
"Astaga kenapa jantung ku berdegup seperti ini, melihat wajah nya yang semakin dekat" tambah Raka sedangkan Mell masih fokus menhibati pada luka Raka.
Setelah selesai Mell tersenyum pada Yuki dan Yuki sangat senang sampai lompat lompat di dekat Mell.
"Manis sekali senyum nya" batin Raka.
"Makasih yah Aunty" ucap Raka.
"Terimakasih Nona_" Raka.
"Mellani" ucap Mell.
"Terimakasih Nona Mellani" ucap Raka.
__ADS_1
Entah ada angin dari mana hari ini Mell sangat sabar dan banyak tersenyum sejak bertemu dengan Yuki gadis kecil itu.
Setelah itu Raka pamit untuk pulang dan mengatakan akan mengatur lagi jadwal pertemuan besok.