
Sampailah mereka si sebuah mansion yang ukuran nya cukup besar untuk mereka tempati namun masih kalah besar dari mansion milik keluarga Pramudita.
Mell langsung masuk ke dalam bersama Justin, mereka di sambut oleh para maid yang bekerja untuk mereka di sana.
"Selamat datang Tuan dan Nona Abraham" ucap kepala pelayan.
"Ah benar sekarang gue harua terbiasa sama sebutan Nona Abraham bukan lagi Nona Pramudita" batin Mell masih belum ikhlas rasanya.
"Terimakasih pak Mun" ucap Justin namun Mell hanya tersenyum.
"Mell kenalin ini pak Mun kepala pelayan di sini, kamu kalo butuh apa apa bilang sama pak Mun yah" ucap Justin mengenalkan pak Mum dan dan menundukkan kepala tanda hormat pada Nona muda nya.
Mereka berjalan masuk, Mell masih bingung dengan tempat ini "Kamar kita di atas, dan barang barang kamu juga udah di beresin semua kok" ucap Justin.
"Abang pernah kesini" tanya Mell.
"Hmm Abang ke sini dua kali, pertama saat Ayah bilang ini buat hadiah pernikahan kita dan yang kedua pas Abang bawa barang barang kita jadi ini kali ketiga Abang kesini" jawab Justin.
"Abang tunjukin kamar nya yuk" ajak nya langsung menarik tangan Mell.
Sampai di kamar Mell terkejut, benar kata Justin bahwa semua barang nya sudah di bereskan bahkan kamar ini hampir sama dengan kamar nya di mansion keluarga Pramudita.
"Kenapa?" tanya Justin yang melihat Mell diam memandangi setiap sudut kamar.
Mell menggeleng namun Justin justru tersenyum "Ayah emang sengaja bikin kamar kita hampir sama kaya kamar kamu sebelum nya, katanya biar kamu nyaman di sini" ucap Justin.
"Aku mau mandi" ucap Mell langsung menuju sebuah pintu dalam kamar itu yang dia yakini adalah kamar mandi.
dua puluh menit berlalu kini Mell sudah terlihat segar dengan dengan pakaian tidur nya, "Udah mandinya?" tanya Justin.
"Hmm" jawab nya.
"Abang mandi dulu yah" ucap Justin.
"Hmm, aku udah siapin air hangat nya" jawab Mell memalingkan wajah.
Justin tersenyum lalu pergi, lima belas menit kemudian Justin keluar dengan hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggang nya membuat otot perunya terlihat sangat jelas, tanpa sadar Mell terus menatap tubuh Justin.
"Iler tuh di lap Mell" goda Justin tanpa sadar Mell menyentuh bibir nya dan mengundah gelak tawa Justin.
"Buahahahhaa kamu beneran ngiler" tanya nya masih saja tertawa puas.
"Hiss apaan sih nyebelim tau gak" kesal Mell.
Mell sedang berada di atas ranjang dengan beberapa kotak di hadapan nya, lalu Justin mendekat "Kamu lagi ngapain sih?" tanya Justin tiba tiba mendekatkan wajah nya ke hadapan Mell dan membuat nya terkejut.
"Hiiis Abang, pake baju nya sana" ucap Mell mendorong tubuh Justin.
Justin menurut dan mengambil pakaian yang sudah Mell siapkan di sudut ranjang dan masuk ke ruang ganti.
Setelah selesai Justin kembali menemui Mell dan duduk di samping nya "Itu dari siapa?" tanya Justin yang melihat Mell sedang tersenyum membaca sebuah surat.
"Kak Han" ucap Mell membuat Justin sedikit kesal, bagaimana pun dulu mereka sempat bersaing untuk mendapatkan Mell.
"Apa hadiah dari dia?" tanya nya dengan datar.
__ADS_1
"Nih" ucap Mell menunjuk sebuah foto saat Mell dan Justin bertunangan, Justin tersenyum "Apa isi yang lain nya itu?" tanya nya lagi menunjuk pada kotak kota yanh sudah terbuka.
"Abang bisa liat sendiri kan?" kesal Mell.
"Itu belum di buka?" tanya Justin pada satu kotak yang masih terbungkus rapi.
"Oh iya ini dari Dianna, tadi dia kirim pesen katanya suruh buka hadiah dari dia malem ini" ucap Mell sambil membuka kotak itu dan Justin sibuk dengan ponsel nya.
Mell membuka kotak itu dan terkejut dengan isi nya "Hah astaga" kaget Mell yang kembali menutup kotak itu dengan cepat, membuat Justin heran.
"Kenapa?" tanya Justin yang melihat wajah Mell yang sedikit pucat.
"Ah nggak gak papa" ucap Mell.
"Tapi kenapa muka kamu pucat gitu kamu sakit atau apa kenapa?" tanya Justin yang mulai memeriksa Mell.
"Nggak aku gak papa" ucap Mell dengan cepat meraih kotak itu lagi.
"Kamu kayak gini karena liat isi kotak itu kan?" tanya Justin membuat Mell gelagapan.
"Ah nggak nggak kok nggak" gugup Mell.
"Emang apa isi nya?sini Abang mau liat" ucap Justin meraih kotak di tangan Mell namun dengan cepat kembali Mell rebut membuat Justin semakin penasaran.
"Abang apaan sih lepas gak, ini punya aku" teriak Mell.
"Ini kan hadiah pernikahan berarti punya Abang juga dong, jadi sini Abang juga mau liat apa isi nya" ucap Justin.
"Ih gak bisa Dianna itu kasih nya ke aku bukan ke Abang, lagian ini isi nya buat cewek" ucap Mell.
Mereka terus merebutkan kotak itu sampai tangan terbentur nakar samping tempat tidurnya.
"Awwh" pekik Mell membuat Justin melepas kotak itu dan menyentuh tangan Mell.
"Hei kenapa sakit gak?mana yang sakit sini Abang liat mana?" ucal Justin khawatir.
"Abang aku gak papa" ucap Mell.
"Tapi tadi kamu teriak kesakitan gitu, sini Abang liat mana yang sakit" ucap Justin masih memegangi tangan Mell.
Justin mengelus lembut tangan Mell dan meniupnya sesekali membuat Mell tertawa.
"Apaan sih bang kan aku udah bilang aku gak papa" ucap Mell masih tertawa.
"Ya lagian kamu bikin Abang khawatir tau gak" ucap Justin merasa lega Mell tidak terluka.
"Nih" ucap nya memberi kotak itu pada Mell.
"Gara gara kotak ini tangan kamu jadi sakit kan" tambah nya kesal.
"Abang gak jadi liat isi nya?" tanya Mell yang melihat wajah kesal Justin.
"Gak" ketus nya.
"Yaudah" ucap Mell yang tidak ingin juga Justin melihat nya.
__ADS_1
Mell turun dari ranjang dan pergj ke ruang ganti untuk menyimpan semua kotak hadiah itu lalu kembali ke kamar.
"Abang ngapain bawa bantal sama selimut ke sofa?" tanya Mell.
"Abang mau tidurlah" jawab nya.
"Kenapa gak di kasur aja?" tanya Mell.
Justin menoleh menatap Mell yang sudah naik ke atas tempat tidurnya.
"Kamu serius?jadi Abang boleh tidur sama kamu?" tanya nya memastikan.
"Emang ada yang salah?" tanya Mell bingung.
Justin tersenyum "Kamu yakin?" tanya nya lagi dan Mell mengangguk dan Justin langsung naik ke atas ranjang super besar itu.
Mell merebahkan diri nya membelakangi Justin "Mell" panggilnya.
"Hmm" jawab Mell.
"Hm Abang boleh peluk kamu gak?" tanya nya ragu.
"Gak boleh!" ketus Mell membuat Justin membuang nafas berat, hah mungkin belum saat nya begitu pikirnya.
Cukup lama Mell berbaring berusaha untuk tidur namun tidak bisa dia merasa bersalah karena menolak permintaan suami nya, padahal Mommy dan Mamah nya sudah beberapa kali mengingatkan untuk jangan pernah menolak keinginan suami.
Mell berbalik menatap Justin yang ternyata belum tidur dan masih menatap nya "Kenapa?" tanya Justin lalu tanpa menjawab Mell masuk kedalam pelukan Justin dan menyelusupkan wajah nya pada dada bidang Justin.
Justin tersenyum melihat tingkah Mell dan seperti tidak ingin membuang kesempatan dia langsung membalas pelukan Mell sambil sesekali menciumi puncak kepala nya.
"Abang" panggil Mell membuat Justin menghentikan aktivitas nya.
"Maaf" ucap lirih Justin yang merasa bersalah karena terus menciumi Mell.
Mell mendongak "Aku yang harus nya minta maaf" ucap Mell.
"Kenapa?" tanya Justin.
Menghela nafas "Maaf karena kita belum bisa lakuin lebih dari ini" jawab Mell, Justin tersenyum.
"Gak papa, Abang ngerti kok" ucap Justin.
"Tapi nanti boleh yah?" tambah nya berniat menggoda tapi malah mendapat pukulan di dadanya.
"Aaawwwh, iya iya maaf Abang kan cuma bercanda" ucap Justin "Tapi kalo serius juga gap papa sih hehe" tambah nya membuat Mell mendengus dan dia malah semakin tertawa.
"Mell" panggil Justin.
"Hmm" jawab Mell.
"Boleh cium gak?" tanya nya kembali menggoda Mell.
"Abaaaang ih" rengek Mell mulai kesal di tambah dengan tawa Justin yang semakim kencang.
"Iya iya maaf, yaudah selamat malam istri Abang yang cantik semoga mimpi indah yah" ucap Justin, Mell mendongak lalu mencium pipi Justin sekilas lalu kembali menyusup kan wajah nya.
__ADS_1
Justin merasa sangat bahagia dengan yang Mell lakukan hingga membuat nya terus menghujani rambut Mell dengan ciuman hingga mereka sama sama tidur dengan saling berpelukan sampai pagi.