The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 105


__ADS_3

"Suami?" ulang Justin dengan nada seolah meremehkan.


"Sejak kapan kamu anggep Abang suami kamu?" tanya Justin, bagai di sambar petir ucapan Justin seolah langsung menujuk jantung nya.


"A abang kok ngomong nya gitu sih?" tanya Mell heran.


"Kenapa?bukan nya omongan Abang bener yah?Abang kan tanya sejak kapan kamu anggep Abang ini suami kamu?" jawab Justin.


"Aku gak ngerti tau gak sama jalan pikiran Abang" ucap Mell.


"Udah lah percuma juga jadi obat untuk orang yang gak mau sembuh dari luka yang dia buat semakin parah sendiri" ucap Justin lalu memiringkan tubuh nya membelakangi Mell.


Beberapa hari berlalu sesekali Dianna Han Liam dan Kevin bergantian menjenguk Justin dan menemani Mell sedangkan Bastian tetap di tugaskan untuk menjaga mangsa singa betina yang kelaparan itu untuk dia santap kapan pun dia mau.


Kini Justin sudah berada di kamar hotel tempat nya berbulan madu dengan Mell, kebahagiaan yang harus nya mereka rasakan harus sirnah karena sikap acuh Justin.


"Hmm Abang mau makan siang apa?mau aku masakin?" tanya Mell lembut.


"Gak perlu" ketus Justin yang sibuk dengan ponsel nya.


"Ya terus mau makan apa?" tanya Mell lagi namun Justin hanya diam.


"Abang" panggil Mell kesal dengan sikap acuh Justin.


"Apa sih?kan biasa nya juga ada yang dateng bawa makan siang, gausah repot repot tanya ini itu deh" ketus Justin.


Mell hanya diam tak menaggapi lalu pergi ke luar untuk mencari udara segar, berada di dalam untuk bertengkar dengan Justin rasa nya sangat menyesakkan dada.


"Maaf Mell, bukan maksud Abang buat cuek sama kamu, Abang cuma mau kamu sadar kalau keberadaan Abang dalam hidup kamu itu sangat penting dan Abang yakin itu, Abang juga mau kamu sadari seperti apa perasaan kamu sebenar nya sama Abang" batin Justin.


Mell berjalan menyusuri area taman hotel sampai seorang anak tidak sengaja menumpahkan ice cream ke celana nya.


"Awwwh" pekik anak itu yang terpental duduk di bawah kaki Mell.


"Kamu gak papa?" tanya Mell sambil berjongkok dan membantu membersihkan baju anak itu yang kotor.


"Aunty" panggil Yuki yang mendongakkan kepala nya karena merasa mengenal suara itu.


"Yuki" panggil Mell.


"Kamu ngapain di sini?eh kamu gak papa kan?" tanya Mell.


"Gak papa Aunty, maaf yah lagi lagi aku tumpahin ice cream aku ke baju kakak" ucap Yuki merasa bersalah.


"Gak papa cantik, Aunty gak marah kok" ucap Mell sambil mengelus kepala Yuki.


"Eh iya kamu ngapain di sini sendiri?" tanya Mell lagi.


"Aku gak sendiri Aunty aku sama Om Raka" jawab Yuki.


"Terus mana Om nya?" tanya Mell.


"Om lagi telfon orang Aunty" jawab Yuki dengan puppy eyes nya dan membuat Mell semakin gemas.


"Hmm terus kamu kenapa malah pergi?" tanya Mell.

__ADS_1


Yuki hanya bisa cengengesan "Hehe aku bosen Aunty" jawab Yuki.


"Yaudah sekarang kita ca_"


"Yukiiii" teriak seseorang memanggil nama Yuki sebelum Mell selesai bicara, mereka menoleh ke sumber suara.


"Om" teriak Yuki sambil melambaikan tangan.


"Berapa kali Om bilang jangan pergi kalau Om lagi angkat telfon, kalau kamu ketemu orang jahat atau kamu kenapa gimana? kam_"


"Tuan Raka tenanglah" ucap Mell menyela.


"Nona Mellani" ucap Raka heran melihat Mell bersama Yuki.


"Iya saya tadi tidak sengaja bertemu Yuki" ucap Mell.


"Iya Om tadi aku gak sengaja tumpahin ice cream aku ke celana Aunty Mell" ucap Yuki.


"Ah saya minta maaf atas kecerobohan Yuki Nona" ucap Raka.


"Tidak apa apa Tuan, lagi pula hanya terkena sedikit" ucap Mell.


"Oh iya Nona sedang apa di sini?" tanya Raka.


"Saya sedang liburan Tuan?" jawab Mell.


"Om aku laper" ucap Yuki.


Raka melihat jam tangan nya "Oh iya sudah waktu nya makan siang" ucap Raka.


"Apa Nona sedang sibuk?" tanya Raka.


"Kalau begitu ayo ikut makam siang bersama kami, anggap saja sebagai tanda permintaan maaf kami" ucap Raka.


"Itu tidak perlu Tuan saya tidak apa apa" tolak Mell.


"Ayolah Aunty makanan di resto hotel ini enak tau" ucap Yuki dengan polos.


"Yaiyalah enak kalau nggak gue gak bakal mempekerjakan mereka" batin Mell.


"Hmm baiklah saya ikut" jawab Mell.


Mereka makan dengan tenang dan lahap di resto itu tapi Raka sempat ijin sebentar untuk menelfon seseorang.


Setelah selesai Raka kembali duduk bersama Mell dan Yuki "Nona Mellani apa waktu itu anda menerima buket yang saya dan Yuki kirimkan?" tanya Raka, Mell tersenyum "Iya saya sudah terima, ah rasa nya aneh kita masih bicara formal seperti ini bukan kah kita sudah sepakat untuk bicara santai saat di luar pekerjaan?" komplen Mell.


"Eh iya maaf aku lupa" jawab Raka kemudian mereka tertawa bersama.


"Oh iya makasih yang buat hadiah nya waktu itu, jujur aku sedih kamu pergi tapi gak bilang sama Aunty, kan Aunty jadi gak bisa peluk kamu dulu" ucap Mell pada Yuki dan Raka.


"Maaf Aunty itu semua gara gara Om Raka yang super sibuk itu, sekarang aja kita ke sini buat kerjaan Om" jawab Yuki.


Entah kenapa Mell merasa Yuki dan Raka sedang merencanakan sesuatu karena sejak tadi mereka terus saling melempar kode.


Tak lama beberapa orang datang dengan biola dan gitar juga ada yang membawa buket bunga mawar besar dengan tambahan coklat mahal yang menghiasi nya.

__ADS_1


Mell bingun ada apa sebenarnya ini karena Yuki terlihat sangat bahagia sampai lompat lompat di tempat nya.


Lalu Raka berdiri menghampiri Mell dan mengeluarkan sebuah kotak dari dalam kentong jas nya "Hmm mungkin ini terlalu mendadak buat kamu, tapi jujur sejak awal bertemu dengan kamu aku merasa sangat nyaman, aku merasa kamu adalah wanita yang berbeda, kamu berhasil buat aku jatuh cinta pada pandangan pertama..aku mau mau punya hubungan yang serius sama kamu Mell, apa kamu bersedia menjadi istri aku?apa kamu bersedia menjadi ibu dari anak anak kita kelak?apa kamu mau menik_"


"Tunggu dulu, aku gak ngerti maksud kamu apa ngomong gini ke aku, ak_" ucap Mell.


"Apa kamu bersedia menikah dengan ku?" tanya Raka to the point.


"Aunty terima Om aku yah, aku bakalan seneng banget kalau Aunty mau jadi istri Om aku biar kita bisa tinggal bareng bareng" ucap Yuki menyemangati.


"Emm aku_"


"Kamu gak perlu jawab sekarang, kita masih punya banyak waktu" ucap Raka.


"Aku minta maaf tapi aku gak bisa kak Raka" tolak Mell halus.


"Kenapa harus buru buru jawab?kenapa gak di pikirin dulu aja?" tanya Raka sedikit kecewa.


"Aku gak papa kok nunggu kamu sel_"


"Maaf tapi apa yang harus aku pikirin?aku udah menikah dan aku kesini juga sama suami aku kak" ucap Mell, bagai tersambar petir hari Raka seolah terkoyak begitu dalam.


"Kamu pasti bohong kan?gak mungkin kamu udah nikah" ucap Raka.


"Aku serius Kak, aku udah nikah" ucap Mell serius.


"Kapan?sama siapa?bukan kah waktu kita pertama ketemu kamu masih singel?masa pernikahan seorang Pramudita di sembunyikan?" ucap Raka heran.


"Aku menikah setelah kakak dan Yuki pergi, aku di jodohin" ucap Mell.


"Siapa orang nya?kalo kamu di jodohin berarti kamu gak cinta kan sama dia?" tanya Raka.


"Suami aku seorang dokter kak dokter bedah nama nya Jus_" belum sempat Mell menyelesaikam kata kata nya suara orang berteriak terdengar dan di depan Hotel jadi sangat ramai, banyak yang berteriak kalau ada seorang anak perempuan kecelakaan di depan hotel.


Raka sontak mencari keberadaan Yuki dan tidak kunjung menemukan nya, sampai dia mendekati krumunan itu dan melihat tubuh yang Yuki sudah bercucuran darah dan tak sadarkan diri.


"Yuki Yuki bangun Yuki" panggil Raka khawatir sambil membawa Yuki ke dalam dekapan nya.


Yuki melarikan diri saat mendengar Mell sudah menikah dan menolak Om nya, dia sangat kecewa harapan nya untuk terus bersama Mell seolah sirnah padahal dia sangat menyayangi Mell dan ingin agar Mell menikah dengan Om nya.


"Yuki bangun sayang" ucap Mell.


Tiba tina entah datang dari mana Justin langsung mengambil alih Yuki dan melakukan pertolongan pertama.


Awal nya Raka menolak karena tidak mengenal Justin namun Mell mengatakan bahwa dia mengenal nya.


"Di dalam hotel ada ruang kesehatan khusus kita bisa bawa Yuki kesana biar aku panggil dokter buat tanganin Yuki" ucap Mell lalu Yuki di bawa ke dalam hotel di ruangan khusus itu.


Seorang perawat bicara pada Liam selaku manager dan penganggung jawab hotel.


"Tuan kita tidak memiliki dokter bedah untuk menangani anak ini, semua tim dokter sedang berlibur dan hanya ada satu dokter jaga" ucap perawat itu.


Justin yang mendengar langsung masuk ke ruangan khusus staf medis dan mengganti bajunya dengan baju khusus lalu masuk ke ruang operasi.


Mell awal nya melarang mengingat Justin juga belum sembuh total namun Justin kekeh dan ingin menolong Yuki.

__ADS_1


Beberapa jam berlalu kini Justin keluar dengan langkah sedikit lemas "Bagaimana keadaan Yuki?" tanya Raka.


"Operasi nya berjalan lancar dan pasien juga sudah melewati masa kritis nya.


__ADS_2