
Sinar mentari kembali singgah si sisi sebelah bumi, kembali menghangat kan semua yang mengenainya sebagian orang mungkin sudah sibuk dengan pekerjaan nya tapi sebagian lagi mungkin masih seperti Mellani yang meringkuk di bawah selimut nya.
Ia bangun ketika suara alarm berbunyi, menggeliat "Hooooaaamm ternyata udah pagi" ucap nya dengan suara khas bangun tidur.
Mell masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya kemudian bersiap memakai pakaian nya, Mell mengenakan celana jeans berwarna hitam dengan kaos putih over size dan sepatu kets berwarna putih lalu duduk di depan meja rias nya, memoles sedikit bedak dan liptin berwarna pink di bibir mungil nya, tampilan nya terlihat jauh berbeda dengan saat dia berada di markas yang selalu mengenakan pakaian serba hitam dengan topeng khusus nya tapi tidak menghilangkan kesan cantik nya.
Setelah selesai Mell langsung keluar hendak ke kamar sahabat nya namun karena tak ada orang jadi dia langsung turun ke lantai satu.
"Lo udah bangun Dii" tanya Mell saat melihat sahabat nya sedang duduk di depan kolam dekat lift.
"Eh lo Mbul, kok udah rapi aja sih mau kemana" tanya Dianna.
"Gue mau ke kampus" ucap Mell kemudian duduk di kursi santai sebelah Dianna.
"Lo udah kuliah?dimana?kok gak bilang gue sih" tanya Dianna menelisik.
"Gue udah lulus kali Dii" jawab Mell santai sedangkan Dianna melongo mendengar nya.
"Iya sebenar pas SMA gue juga sambil kuliah tapi online" jelas Mell yang melihat kebingungan sahabat nya itu.
"Kok bisa" tanya Dianna masih heran.
"Ya bisalah kan universitas gue" jawab Mell enteng (sultan mah bebas🤭)
"Gila lo, semua aja punya lo" ucap Dianna heran.
"Eh terus ngapain lo mau ke kampus" lanjut nya.
"Mau daftarin lo, lo mau yah kuliah di sini ya hitung - hitung nemenin gue lo tau sendiri kan kalo gue tinggal sendiri di sini sedangkan Daddy juga cuma sesekali pulang" ucap Mell dengan wajah memelas nya.
"Tapi Mbul gue gak enak kalo tinggal di sini terus sedangkan gue juga gak ada kerjaan apapun" ucap Dianna.
__ADS_1
"Lo bisa sambil kerja kalo lo mau" ucap Mell.
"Kerja apa" tanya Dianna.
Mell berfikir sejenak " Lo mau gak bantuin mbak Siska buat jadi sekretaris gue, ya buat bantu bantu mbak Siska juga soalnya kasian dia kadang suka banyak kerjaan, walaupun selalu selesai tapi apa salah nya kalo ada yang bantu" jelas Mell.
"Boleh, tapi bayaran gue mahal loh lo sanggup gak bayar gue" canda Dianna.
"Sialan lo, ok berapapun bayaran lo gue sanggup" jawab Mell sombong.
"Ck sombong kali kau" cebik Dianna sedangkan Mell hanya diam.
"Yaudah sana buruan siap - siap, gue udah gak ke kantor pagi ini cuma buat nemenin lo ke kampus" ucap Mell.
"Uuuuccchh so sweet banget sih, maacih yup" ucap manna Dianna sedangkan Mell hanya memalingkan wajah nya jengah dengan tingkah konyol sahabat nya itu.
Setelah selesai mendaftar Mell mengajak Dianna mampir ke Queena Hotel sekalian makan siang.
"Siang, panggil manager kalian saya tunggu di resto" ucap Mell lalu berjalan dan Dianna hanya ikut di samping nya.
"Mbul ko dia kenal sama lo sih" tanya Dianna.
"Iya ini hotel punya gue juga Dii, gue bangun hotel ini pas gue masih SMP kalo gak salah yaah di bantu Daddy juga sih" ucap Mell sambil mengingat.
"Ok mulai sekarang kalo lo ajak gue ke tempat dan orang udah pada kenal sama lo, fiks itu tempat punya lo" ucap Dianna yakin dan Mell hanya menarik sedikit sudut bibir nya dan kembali berjalan.
"Gue gak tau kenapa sikap lo jadi dingin kaya sekarang Mbul, dulu lo emang cuek sama orang lain tapi nggak kalo sama gue. Gue akan berusaha bantu lo sebisa gue" batin Dianna yang menyadari sikap dingin sahabat nya itu yang semakin menjadi.
"Permisi Nona" ucap seorang wanita yang menghampiri dan Dianna ketika mereka sedang makan.
"Silahkan duduk" jawab Mell datar.
__ADS_1
"Ini Histori yang Nona inginkan" ucap Santi sopan, Santi adalah kakak kandung Siska yang Mell pekerjakan sebagai manager di salah satu hotel milik nya.
"Bagaimana perkembangan nya" tanya Mell masih sibuk melihat berkas yang Santi berikan.
"Seperti yang Nona lihat semakin banyak orang yang menginap disini dan ada beberapa yang mengambil kamar menjadi kamar pribadi dan membayar setiap bulan nya" jelas Santi.
"Ok, terus pertahankan dan ingat saya paling tidak suka ada pasangan yang bukan suami istri yang menginap di hotel saya" ucap Mell.
"Tentu Nona sesuai perintah anda, setiap ada pasangan yang memesan kamar kami pasti meminta bukti nikah mereka" ucap Santi.
"Bagus, kamu boleh pergi sekarang" ucap Mell.
"Baik terimakasih Nona, saya permisi" ijin Santi hendak pergi namun berhenti sesaat.
"Em maaf Nona" panggil Santi.
"Kenapa mbak" tanya Mell dan Santi tersenyum, ketika Mellani bicara dengan orang - orang yang bekerja dengan nya dengan santai berarti mereka bisa menanyakan perihal masalah pribadi dengan nya namun ketika dia bicara formal berarti mereka hanya akan membahas perihal pekerjaan.
"Gimana kabar Siska" tanya Santi setelah kembali duduk.
"Siska baik mbak, cuma akhir - akhir ini dia emang lebih sibuk soalnya banyak bantuin aku di kantor" jawab Mell.
"Hmm iya mbak ngerti, mbak juga seneng dia bisa banyak bantu kamu" ucap Santi.
"Oh iya gimana keadaan Kayla sama si kembar mbak aku udah lama gak ketemu mereka" tanya Mell.
Si kembar yang di maksud adalah anak Santi bernama Mika dan Miko, sedangkan Kayla adalah anak sulung Santi yang sudah remaja.
"Alhamdulillah mereka baik, si kembar juga udah mulai masuk sekolah" jawab Santi.
"Kamu kapan - kapan main ke rumah mbak dong, Kayla sama si kembar juga pasti seneng bisa ketemu kamu" lanjut Santi dan Mell mengiyakan setelah nya dia pergi dan Mell serta Dianna juga pamit pulang.
__ADS_1
Tapi Mell menyempatkan untuk ke rumah sakit untuk menemui Mommy dan Daddy nya dulu.