
Setelah selesai Mell dan Dianna pergi ke mall terbesar di kota itu untuk membeli beberapa kebutuhan mereka, Mell bahkan membeli banyak pakaian untuk nya Dianna Siska juga Han.
"Kak Han, gue ada urusan sampe malem sama Siska jadi gue minta tolong sama lo buat temenin Dianna keliling kota ini yah soalnya gue udah janji dan gak enak kalo di batalin" pinta Mell.
"Lah gue kan di tugasin buat jagain lo dama Daddy, gimana sih" protes Han.
"Jangan kenceng - kenceng dong ngomong nya nanti kedengeran sama Dianna kan ga enak gue" ucap Mell, yah jarak mereka memang cukup jauh Dianna berjalan lebih dulu bersama Siska di depan Han dan Mell.
"Kalo lo gak mau, mobil semalem gak jadi buat lo" ancam Mell dan Han hanya pasrah saja.
Mell menyadari kalau Dianna terus memperhatikan Han sejak makan siang tadi jadi dia berinisiatif untuk memberi Dianna kesempatan.
Mell jalan lebih dulu dan menarik tangan Dianna sedangkan Siska yang melihat hanya geleng - geleng kepala lalu berjalan bersama Han.
"Ih Mbul lo kenapa sih tarik - tarik gue, emang gue kambing apa" cebik Dianna.
"Gue mau ngomong" ucap Mell datar.
"Ngomong apa" tanya Dianna masih cemberut.
"Gue perhatiin dari tadi lo liatin kak Han terus, lo suka yah sama dia" tanya Mell menelisik dan Dianna mulai gelagapan seolah tertangkap basah.
"Eng enggak ko, so tau lo orang gue biasa aja" elak Dianna.
"Alah udah deh lo gak usah bohong sama gue, gue mau tanya hubungan lo sama Denni gimana" tanya Mell.
"Ya gitu, dia masih gak ada kabar, gue capek gini terus dia gak pernah perduli sama gue" ucap Dianna menunduk.
"Lo tau gak gue pernah ke rumah dia tapi dia malah gak mau ketemu gue, jadi yaudah mulai hari itu gak mau kontekan sama dia lagi" lanjut nya yakin.
"Ok gue percaya gimana pun lo itu sahabat gue, inget yah kak Han itu kakak gue dan gue sayang sama dia walaupun gue gak pernah bilang sama dia nya" ucap Mell sedikit terkekeh.
"Tapi gue sayang banget sama dia, jadi lo kalo mau main - main doang mending gausah deketin dia tapi kalo lo serius gue akan bantu lo" lanjut nya, Dianna yang senang langsung mengangguk mengerti dan memeluk Mell.
Mell melerai pelukan nya " Yaudah abis ini lo pergi jalan sama di, dia akan ajak lo keliling kota dan itu kesempatan pertama lo jadi jangan sia - siain, ok" ucap Mell.
**
"Kak, gue sama mba Siska jalan dulu yah gue titip sahabat gue jagain ya" ucap Mell saat di depan mobil nya dan Han hanya mengangguk pasrah demi mobil semalam kan hehhe.
Di mobil.
"Mell" panggil Siska saat mobil telah jalan.
__ADS_1
"Hemm" sahut nya tanpa menoleh karena masih fokus dengan ponsel nya memeriksa email yang masuk.
"Lo sengaja yah mau deketin Han sama sahabat lo itu" tanya Siska.
"Hemm" jawab nya kembali masih fokus pada ponsel.
"Kenapa" tanya Siska, Mell menoleh menatap Siska.
"Kenapa emang nya" tanya Mell heran.
"Mbak suka yah sama Kak Han" tanya Siska menelisik.
"Apaan sih ya nggak lah" jawab Siska jujur.
"Ya terus masalah nya apa" tanya Mell.
"Lo tuh leader mafia tapi kok polos banget si Mell, lo gak sadar apa kalo Han itu suka sama lo dari dulu" ucap Siska penuh penekanan.
Mell menghela nafas "Gue tau mbak, makan nya gue mau deketin kak Han sama Dianna" jawab Mell.
"Gue liat Dianna suka sama kak Han dan gue juga tau kalau Dianna itu gadis yang baik dan tulus, dia pasti bisa ambil hati kak Han" lanjut nya.
"Ya gak bisa gitu dong Mell, kalau Han tau gimana" tanya Siska.
"Gue ngerti tapi kenapa lo gak kasih kesempatan buat Han" tanya Siska.
Mell menghembus nafas kasar "Gimana gue mau kasih kesempatan sama orang lain kalo di hati gue aja masih ada dia, walaupun dia cuma pura - pura tapi gue nggak, gue tulus sayang sama dia mbak dia itu penyembuh sekaligus patah hati terberat buat gue mbak" ucap Mell sendu.
"Gue inget banget dulu Mommy pernah bilang, Nak kalau kamu nanti punya pasangan yang belum kamu cintai tapi kamu merasa aman dan nyaman di samping dia, pertahankan! karena dialah orang yang tepat untuk kamu, lebih baik di cintai dari pada mencintai" lanjut Me sembari mengingat ucapan Mommy nya dulu.
Siska menepikan mobil nya "Han itu mencintai lo, apa lo gak merasa aman dan nyaman sama dia" tanya Siska lagi membuat Mell tertawa cukup keras dan Siska yang melihat di buat heran.
"Dia aja takut kalo udah liat gue marah, gimana bisa dia jagain gue" ucap Mell sambil menghapus air mata di sudut matanya karena terlalu keras tertawa.
"Lo bener juga, lagian lo sih kalo udah marah kalap banget bawaan nya kaya pengen bunuh orang aja" sahut Siska dan mendapat tatapan tajam dari Mell.
"Ke markas" ucap Mell setelah suasana hening, Siska menurut dan tak berani bertanya lagi saat melihat raut wajah dingin Mell.
**
Di markas semua menundukkan kepala saat Mell dan Siska masuk menggunakan topeng khusus nya.
"Keluar" ucap Mell pada anak buah nya yang menjaga Reyn di dalam dan luar penjara, mereka menurut dan keluar.
__ADS_1
"Hai Reyn" sapa Mell sambil melepas topeng nya.
"Lepasin gue Mell" ucap lemas Reyn.
"Lepasin lo hahaha jangan mimpi Reyn, gue gak akan pernah lepasin atau pun biarin lo mati' ucap Mell penuh penekanan.
"Apa mau lo sebenernya" bentak Reyn.
"Gue udah bilang gue gak suka di bentak" ucap Me lebih keras dari bentakan Reyn tadi.
"Lo mau tau apa mau gue hah" bentak Mell.
"Gue mau lo menderita sama kaya Mommy gue yang menderita karena mami jala*g lo itu" bentak Mell lagi.
"Jangan pernah lo hina mami gue" ucap Reyn.
"Kenapa?emang bener kan omongan gue" jawab Mell tertawa lalu mengambil cambuk yang tersedia di sana.
"Ampunin gue Mell, lepasin gue gue mohon" pinta Reyn saat Mell melayangkan cambuk itu pada nya berkali kali.
"Hah ngampunin lo?mami lo aja gak ngampunin Mommy gue Reyn, dan lo mau balas dendam lewat gue kan" ucap Mell mulai terisak.
"Gue gak akan biarin lo mati sebelum Mommy gue sehat, ingat itu" ucap Mell penuh penekanan dan pergi dari sana.
**
Di rumah
Mell langsung masuk ke kamar nya karena melihat Dianna belum pulang, mungkin karena masih sore pikir nya.
Dia merendam tubuh nya di bath up kamar mandi nya membiarkan agar tubuh nya santai lalu membilas dan bersiap untuk turun dan makan malam.
Mell melihat Dianna juga sudah ada di bawah bersama Han dan mereka makan malam bersama, Han pergi setelah makan sedangkan Dianna tak membiarkan Mell ke kamar nya begitu saja.
Dianna menarik Mell ke kamar nya lalu menceritakan semua hal yang dia lakukan saat dia bersama Han, Mell bahagia mendengar sahabat nya itu bahagia dan seperti nya Han juga mulai tertarik pada Dianna.
Dianna bilang senyum Han sangat manis bahkan beberapa kali mereka tertawa bersama padahal selama ini Han itu sangat jarang dekat dengan wanita bahkan hanya dekat dengan Mell dan Siska.
Jika dengan mereka Han memang sering senyum dan tertawa apalagi di depan Mell, tapi dia tidak seperti itu jika dengan orang lain, Mell pernah menanyakan alasan nya dan Han bilang dia merasa tidak nyaman dengan wanita lain.
"Dii, setau gue kak Han itu gak pernah deket apalagi sampe senyum atau tertawa sama cewe selain gue mbak Siska atau keluarga nya, jadi gue rasa dia mulai nyaman sama lo, lo pertahanin yah semangat terus pokok nya" ucap Mell dan Dianna mengangguk.
Setelah nya Mell pergi tidur di kamar nya begitupun dengan Dianna.
__ADS_1