
Setelah memberi sepatah dua patah kata Rio selaku Daddy dari Mell mengantar nya sampai ke atas podium sambil menggandeng nya lalu menyerahkan nya pada tangan Justin dan sekarang saat nya acara inti yaitu tukar cincin.
Mell lebih dulu memasang cincin di jari manis Justi dan suara tepuk tangan sorak gemuruh terdengar sangat jelas menggambarkan kebahagiaan para tamu undangan yang menjadi saksi pertunangan pimpinan mereka.
Wajah mereka tak lepas dari banyak nya sorot kamera dan jempretan kamera untuk mengabadikan moment istimewa ini.
Saat nya giliran Justin yang memasangkan cincin di jari manis Mell "Ayo Justin pasangkan cincin nya" ucap Bima dan Justin hanya diam memandangi wajah Mell yang sedikit tidak bersahabat pada nya namun masih bisa sesekali tersenyum menipu.
"Justin ayo" ucap Ais menyenggol tangan Justin menyadarkan calon menantu nya itu dari lamunan nya.
"Cantik..eh ya maaf Mom ada apa?" kaget Justin saat merasa seseorang menyenggol tangan nya.
"Aaaah ternyata bang Justin masih terpesona sama penampilan calon istri abang ini yah hahaa" goda Dianna membuat semua orang tertawa dan Justin hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sama sekali ssdang Mell hanya tersenyum seperti sebelum nya.
"Maaf Mom" ucap Justin setelah sepenuh nya sadar.
"Yaudah sekarang ayo pasangkan cincin nya" ucap Ayah Bima.
"Tapi Ayah aku gak pegang cincin nya" ucap Justin dan semua orang mulai panik, bagaimana bisa?pikir mereka.
"Kemana cincin nya Justin" tanya Ais mulai khawatir.
Sedangkan Rio hanya diam saja, karena dia percaya bahwa Justin tidak akan mengecewakan nya apalagi membuat malu keluarga Pramudita.
Mell hanya diam tak bergeming dia malah senang jika pertunangan nya gagal, namun harapan nya pupus ketika lampu tiba tiba mati.
Mell sempat terkejut karena lampunya mati secara tiba tiba dan langsung menyentuh tangan Justin spontan.
Para tamu bahkan sudah mulai berbisik pelan dan merasa semakin kesal karena lampu tiba tiba mati.
Sebuah layar berukuran cukup besar mengalihkan perhatian semua tamu termasuk Mell sendiri, semua melihat sebuah vidio yang ada di sana.
Vidio kebersamaan Justin bersama Mellani semenjak mereka kecil sampai dengan sekarang berputar bak sebuah film dokumenter.
Semua orang terkejut tak terkecuali Mell dia menatap vidio itu masih dengan memegangi tangan Justin tanpa sadar.
Sampai sebuah suara terdengar, "Hai Mell sayang, kesayangan Bunda pelita hati Bunda, saat ini kamu sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik tak kalah dari Mommy mu bahkan kamu lebih cantik hehe"
*Siapa itu?
Ada apa ini?
Iya siapa yah*?
__ADS_1
bisik bisik tamu yang penasaran.
"Maafkan Bunda yang tidak bisa ada di sisi mu sayang, sejak kamu lahir Bunda ingin sekali kamu menjadi putri Bunda dan akhirnya hari ini keinginan Bunda menjadi kenyataan, terima kasih telah bersedia menerima anak laki laki Bunda yang nakal itu sayang hehe" semua ikut terkekeh namun ada juga yang masih bingung.
"Tapi percaya lah nak, bahwa anak nakal Bunda itu akan selalu menjaga, melindungi, mencintai dan mendukung setiap langkah mu sayang, jadi tolong berikan kesempatan untuk nya" pintanya di akhir kata.
Lampu langsung menyala bersamaan membuat semua terkejut dan merasa lega juga, bahkan Mell sudah melepaskan pegangan nya.
Menatap ke arah sosok seorang wanita cantik yang berjalan dengan anggun sambil membawa sebuah kotak kecil di tangan nya.
"Bunda" lirih Mell, yah wanita itu adalah ibu dari Justin dan Han, dia sangat menyayangi Mellani seperti putri nya sendiri karena dia tidak memiliki putri dan juga tidak bisa lagi mengandung setelah melahirkan Han sebab rahim nya harus di angkat.
"Hai sayang, kamu cantik sekali" ucap wanita berdarah blasteran yang biasa di panggil Bunda itu.
Memeluk nya dengan sangat tulus sambil menitihkan air mata nya.
"Mell kangen sama Bunda" ucap Mell.
"Bunda juga" balas nya sambil menciumi puncak kepala Mell.
"Ini" ucap Bunda memberikan kotak kecil kepada Justin setelah melerai pelukan itu.
"Makasih Bunda ku yang cantik" ucal Justin memeluk Bunda nya.
Justin membuka kotak merah berisi bunga mawar dengan cincin berlian di tengah nya.
"Mell, apa kamu tau makna dari berlian?" tanya Justin, tentu saja Mell tau dia bahkan punya banyak sekali berlian di lemari perhiasan nya.
"Berlian bermakna abadi, aku berharap cinta kita bisa terus abadi sampai maut memisahkan, Mell semoga kamu bisa menerima abang sebagai suami kamu dengan sungguh sungguh" ucap Justin.
"Tapi_" Mell menarik tangan nya karena tidak mampu menolak di hadapan para tamu kan?
"Tapi kamu belum mencintai abang?" potong Justin, membuat semua orang terkejut namun Mell tersenyum pada mereka bermakna bahwa dia akan berusaha menumbuhkan cinta antara mereka tapi sebenar nya entah lah hanya waktu yang bisa menjawab nya kan?
"Abang tau, tapi abang mohon berikan abang kesempatan untuk bisa menunjukkan cinta abang buat kamu" tambah nya.
Apa ini?kenapa jadi memojokkan ku seperti ini?ini di luar kesepakatan kita kan? batin Mell.
Mell tidak menjawab dengan kata kata namun dia mengulurkan sebelah tangan nya pertanda pasang saja cincin itu kenapa harus pakai drama segala sih?
Walaupun belum merasa puas tapi setidak nya Mell mau mengulurkan tangan nya kan, begitu pikir nya.
__ADS_1
Di sudut lain di ruangan ada Dianna dan Han yang masih terus menatap bintang malam ini sambil sesekali berbincang.
"Aaaaaahh romantis sekali mereka, ya tuhan tolong kirimkan seseorang seperti dokten Justin yang sangat mencintai pasangan nya seperti itu" mohon Dianna dan terdengar oleh Han.
"Kenapa begitu?bukan kah akan lebih baik kalau mereka saling mencintai?bukan hanya salah satu nya saja!" tanya Han.
Dianna tersenyum "Lebih baik di cintai dari pada mencintai tuan" jawab Dianna.
"Bagaimana mereka bisa bahagia kalau hanya salah satu dari mereka yang mencintai?" tanya Han kembali.
"Jika cinta satu orang saja sudah cukup untuk mereka kenapa tidak tuan?" balas Dianna.
"Hei berhenti menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi" ucap Han.
Dianna tertawa..
"Ya tuhan manis sekali dia saat tersenyum" batin Han.
"Saya yakin cinta dokter Justin pasti sangat besar sehingga bisa membuat wanita yang dia cintai berada di samping nya seperti sekarang" menunjuk pada Justin dan Mell.
"Mellani mungkin belum mencintai dokter Justin tapi saya yakin dia pasti akan sangat mencintai nya suatu hari nanti dan saat itu terjadi tidak seorang pun bisa memisahkan mereka" tambah nya terhanyut melihat pasangan itu.
"Cih percaya diri sekali anda Nona Dianna, seperti anda sangat mengenal Nona Mellani saja" ucap Han padahal dia sendiri pun tau hal itu.
"Kami berteman cukup lama sejak kami masih kecil, dia selalu terlihat berbeda dari teman saya yang lain, walaupun usia saya lebih tua beberapa bulan dari dia tapi dia selalu memperlakukan saya seperti adik nya sendiri dan itu membuat saya nyaman berada dekat dengan nya.
"Dia bahkan selalu menuruti nasehat saya apalagi saat perasaan nya sedang sangat kalut seperti belakangan ini" tambah nya.
"Kaya nya kamu emang bener bener kenal dan ngerti tentang Mell yah" balas Han.
"Eh kok dia ngomong nya gak formal lagi yah" batin Dianna.
"Ok kalo gitu kamu boleh panggil aku kak Han kayak Mell panggil aku" ucap Han.
"Aku juga boleh kan panggil nama kamu aja?" tambah nya bertanya.
Senang senang senang sekali huh seperti nya begitulah yang Dianna rasakan.
Bahkan di sudut yang lain juga terlihat Siska yang di ajak ngobrol terus oleh Max, putra sahabat Ais itu memang menunjukkan tidak menunjukkan ketertarikan nya secara langsung, dia hanya iseng ingin mengajak Siska bicara saat melihat nya hanya berdiam diri melihat Mell dan Justin di atas podium.
Sedangkan Kevin dan Bastiam masih sibuk melepas rindu pada orang tua Mell dan Justin yang sudah seperti orang tua mereka sendiri.
Acara berjalan sangat meriah sampai hampir tengah malam, semua tamu sudah meninggalkan tempat acara bahkan sekarang Mell sedang tidur dengan pulas nya di bawah selimut tebal itu.
__ADS_1