
"Aman kan barang nya sebaik mungkin, jangan sampai terendus oleh polisi apalagi musuh musuh kita"
"Gua yakin ini cuma jebakan dari mereka" lanjut Mell.
"Baik Queen, permisi" balas Siska setelah menunduk hormat pada Mell, dia pergi seperti semilir angin malam yang berhembus.
"Sayang" panggil Justin yang melihat Mell tengah berdiri sambil mengepalkan tangan.
Mell sedikit tersendak lalu menoleh tidak lupa dengan senyuman nya, "Ah iya Abang" balas Mell.
"Kamu kenapa?" tanya Justin yang merasakan perubahan emosional sang istri.
"Hah gak ppa kok, cuma tadi perut aku sedikit keram aja tapi it's ok udah gak sakit lagi" jawab Mell.
"Astaga sayang kalo sakit kenapa gak langsung panggil Abang?yaudah kita pulang aja yah biar kamu bisa istirahat di hotel" ucap Justin.
"Gak perlu Abang, aku udah gak ppa kok lagian kan kita mau nonton ayok" ajak Mell.
__ADS_1
"Are you seriously?" tanya Justin meyakinkan.
"Sure" jawab Mell seraya mengangaguk meyakinkan.
Malam ini mereka lewati dengan sangat manis layak nya pasangan suami istri lain yang tengah jatuh cinta sambil menunggu tumbuh kembang sang buah hati dalam rahim sang istri.
Tak henti henti Justin mengelus perut Mell dan menciumi tangan sang istri dengan sangat manja, dia tidak pernah sungkan atau malu menunjukka betapa besar cinta dan perhatian yang dia miliki untuk pujaan hati nya yang kini tengah berbadan dua itu.
Selesai dengan urusan jalan jalan mereka langsung pulang ke hotel, dia tidak ingin sang istri kelelahan dan sakit jika terus menerus menuruti keinginan nya untuk berkeliling mall di malam hari seperti sekarang.
"Kamu tidur yah sayang, tadi udah minum obat dan vitamin nya kan?" tanya Justin.
Perlahan calon ibiu muda itu merebahkan kepala nya di atas lengan Justin yang sangat nyaman lalu di balas sang suami dengan dekapan perlindungan yang sangat intens.
"Jangan lupa berdo'a cantik" ingat Justin.
"Iya Abang" balas Mell.
__ADS_1
Sambil mengusap kepala Mell dengan sesekali mengecupi puncak kepala nya, akhirnya Mell tertidur.
Justin tidak pernah memejamkan mata nya sebelum yakin bahwa Mell telah tidur dengan aman dan nyenyak karena dia selalu memperhatikan kenyamanan sang istri apalagi setelah tau kini Mell tengah mengandung.
Seperti mengganjal punggung dan kaki nya menggunakan bantal, menyelimuti tubuh Mell bahkan dengan pencahayaan ruangan pun dia perhatikan karena tau Mell tidak begitu menyukai lampu yang terlalu terang saat akan tidur.
Sekitar pukul 2 dini hari Mell terbangun setelah tidak lama mendapat sebuah notifikasi dari ponsel berlogo apel yang di gigit, ponsel yang dia gunakan khusus untuk semua urusan dunia bawah nya, ia keluar meninggalkan Justin seorang diri dalam kamar.
Di luar Mell sudah di tunggu oleh 3 orang anak buah nya yang akan menjaga kamar Mell dan Justin yang sedang tertidur.
3 orang dengan tubuh tinggi tegap berpakaian serba hitam itu menunduk hormat kala pintu nya terbuka seolah sudah tau bahwa sang pimpinan lah yang akan keluar.
"Jangan ada seorang pun yang angkat kaki dari tempat ini, jaga tempat ini seperti kalian menjaga nyawa kalian sendiri" ucap Mell dengan sangat tegas saat memberi ultimatum keras.
"Baik Queen" jawab mereka serempak.
Mell pergi keluar dari hotel dan masuk ke sebuah kamar yang berada di lantai bawah, di dalam nya sudah ada Siska Han dan beberapa orang lain nya.
__ADS_1
Sama seperti 3 orang tadi saat melihat pintu di buka, mereka juga melakukan hal yang sama membungkuk kala pintu di buka dari arah luar.
"Selamat datang Queen" sapa mereka, Mell menggunakan jubah yang sangat besar meliputi tubuh nya namun dia tetap terlihat sangat seksi dan anggun juga sedikit seram mungkin karna sudah menjadi aura alam bawah sadarnya ketika dia menghadapi situasi seperti ini.