
Setelah mengantar Dianna pulang Mell menuju markas nya, tapi sebelum nya dia sudah menghubungi Han dan Siska.
**
Di markas
Han dan Siska sudah berada di hadapan Mell yang duduk di bangku kebesaran nya, semua ketua dari kelompok mafia Black Rose dari berbagai daerah juga sudah berkumpul.
Yah kelompok mafia Black Rose memang tersebar di seluruh penjuru negri, dan di ketuai oleh orang kepercayaan Mell.
Mell adalah pemimpin tertinggi mereka, dan mereka sangat menghormati nya, hanya ada keheningan di ruangan besar itu karena tidak ada yang berani bicara saat melihat raut wajah pemimpin nya yang sedang marah dan sorot mata yang begitu tajam, nyalang bagai seekor elang yang melihat mangsa di hadapan nya.
"Apa semua ketua sudah berkumpul" tanya Mell sambil meremas bola kaca kecil di tangan kiri nya sedangkan tangan satu nya lagi memijit pelipis nya yang pening.
Mell menarik nafas pelan kemudian mendongak menatap langit - langit ruangan nya.
"Sampai mana pencarian kalian" tanya Mell kemudian masih dengan posisi sama.
"Maaf Queen tapi gue rasa orang itu ada di sekitar kita, jadi kita sulit untuk menemukan nya" ucap Han memberanikan diri setelah Mell bertanya.
"Kita gak mau asal menduga tapi" lanjut Siska.
__ADS_1
"Tapi apa" tanya Mell datar.
"Sebenar nya kita mencurigai seseorang, tapi orang itu sangat dekat sama lo jadi kita ragu buat bilang" ucap Han, Mell bangkit dan mendekati Han sedang pria itu hanya diam menunduk sampai Mell berada tepat di hadapan nya dan menarik dagu nya, tanpa di sangka semua orang Mell menampar keras wajah Han hingga tersungkur ke lantai dan topeng yang dia kenakan lepas tapi langsung dia kenakan kembali karena tidak ingin wajah nya di ketahui ketua kelompok lain nya.
Semua anak buah Mell semakin menundukkan kepala nya takut, karena melihat pemimpin nya seperti nya sangat murka bahkan sampai menampar orang kepercayaan nya.
"Kalau lo udah tau kenapa lo gak ngomong sama gue" bentak Mell setelah Han kembali berdiri di hadapan nya.
"Maaf Queen" pinta Han.
"Gue gak butuh permintaan maaf kalian" bentak Mell lagi.
"Ii itu" suara Siska.
"Katakan" bentak Mell.
"Tuan Dion, Nyonya Clara dan" ucapan Siska terhenti karena takut mengatakan nya.
"Katakan atau" bentak Mell lagi terhenti
"Reyn" ucap Han menunduk.
__ADS_1
"Ceritakan" ucap Mell datar.
"Kami tau beberapa minggu yang lalu, saat Reyn menemui tuan Dion di Quenna cafe gue rasa dia gak tau kalo lo pemilik cafe itu" ucap Han.
"Dia memesan ruang vip dan membicarakan rencana licik mereka" lanjut Han menjelaskan.
"Lo punya bukti nya" tanya Mell kemudian Han menyerahkan bukti cctv yang sempat ia ambil dari manager cafe.
Mell melihat vidio dan sorot mata nya langsung berubah tajam, Han yang melihat langsung menundukkan kepala nya lebih dalam namun sesekali melirik ekspresi wajah gadis yang ia sayang itu.
"Aku bisa lihat ada kebencian dan kecewa yang besar di mata kamu Mell, laki - laki itu memang brengsek gue bersumpah akan habisi dia dengan tangan gue sendiri" batin Han.
"Gue udah siapin strategi yang bagus buat bongkar kejahatan mereka, lo gak perlu khawatir Queen" ucap Han setelah Mell meletakkan ponsel Han.
"Bagus lo emang selalu bisa gue andalkan" ucap Mell menyeringai.
"Dan kalian semua, harus bantu Han dengan rencana nya" ucap Mell pada ketua - ketua Black Rose.
"Siap Queen" jawab mereka serempak.
"Keluar lah, dan lo ikut gue" menunjuk Han.
__ADS_1