
Mentari telah bersinar menerpa sebagian penduduk bumi yang telah kembali ke aktifitas mereka seperti biasa nya namun berbeda dengan yang sepasang suami istri ini lakukan dalam kamar nya.
Justin terbangun lebih dulu karena sinar matahari yang masuk melalui celah celah gorden yang menyilaukan mata nya.
Justin bangun dan memperhatikan istrinya yang masih tertidur sangat nyenyak, wajah nya yang polos terlihat begitu lelah.
Mengingat kejadian yang mereka lakukan semalam membuat Justin tersenyum dan membayangkan bagaimana dia meluapkan hasrat yang tertunda selama ini berkali kali dan pengalaman pertama nya juga melakukan dengan istri yang belum pernah di sentuh oleh siapapun.
Justin merasa beruntung mendapatkan Mell sebagai istri nya gadis polos yang sangat dia cintai sejak dulu.
Justin menggeser helaian rambut Mell yang menghalangi wajah mulus nya, sesaat Mell menggeliat dan mengerjapkan mata nya melihat Justin sudah bangun di samping nya dengan tersenyum membuat Mell mengingat kejadian semalam, refleks dia berbalik memunggungi Justin.
"Kenapa?" tanya Justin lembut di belakang telinga Mell dan membuat nya bergidik ngeri sambil memeluk nya dengan erat, karena kini mereka berada dalam satu selimut tanpa sehelai benang pun.
"Hmm gak papa" ucap Mell gugup jadi terus menggeser posisi nya.
"Sayang diem dong nanti adik Abang bangun ka_" belum sempat menyelesaikan kalimat nya yang di khawatirkan akhirnya terjadi.
Mell sudah merasakan sesuatu yang mengeras di belakang nya "Hmm ak aku aku mandi dulu yah" ucap Mell hendak pergi.
"Awwwhh" pekik nya, sontak Justin bangun.
"Kenapa sayang?" tanya nya.
"Sa sakit" pekik Mell menahan perih pada area sensitif nya.
Justin menghela nafas "Yaudah mandi nya bareng yah biar Abang gendong, kamu juga harus tanggung jawab karena udah bikin dia bangun" ucap Justin melirik ke arah bawah nya.
"Tapi ak_"
"Gak ada tapi tapian emang kamu bisa jalan sendiri" ucap Justin menyeringai.
Akhirnya Mell tidak dapat menolak permintaan lelaki berstatus suami nya itu, dia mandi bersama dengan Justin yang tadi meminta pertanggung jawaban Mell atas bangun nya si adik bontot haha.
Setelah selesai mandi mereka sarapan bersama di dalam kamar "Sayang hari ini peresmian rumah sakit Abang, kalau kamu masih kurang nyaman gak papa kok kamu di sini aja atau mau Abang anter ke rumah mamah atau_"
"Aku ikut aja" ucap Mell.
"Kamu yakin?" tanya Justin lagi.
__ADS_1
"Hmm" balas Mell seraya mengangguk.
Setelah berbincang mereka membereskan barang barang nya kembali ke rumah mamah Nuri untuk berpamitan.
"Mamah bakal kangen banget sama kalian" ucap mamah memeluk Mell.
"Aku akan sering sering main kesini mah pah" ucap Mell.
"Makasih yah kalian udah ijinin aku tinggal di sini, dan jadi bagian keluarga ini" tambah Mell.
"Bicara apa kamu?kamu itu putri di keluarga ini nak" ucap papah Mell dan mendapat pelukan dari Mell.
"Kakak pergi dulu yah kalian baik baik di sini jangan bikin mamah papah repot" ucap Mell pada adik adik nya.
"Kak aku boleh kan kapan kapan main ke rumah kakak?" tanya Yunira berharap.
"Boleh dong, sekalian ajak teman teman kamu liburan di sana" ucap Mell.
"Yeeeeeyy asiiikk makasih kak" ucap senang Yunira.
"Justin papa sama mamah titip Mell yah, jaga dia baik baik jangan sakiti perasaan nya apalagi fisik nya kalau kamu berani melukai Mell papah sendiri yang akan mengambilnya dari kamu" ucap papah tegas.
Setelah berpamitan mereka pun melanjutkan perjalanan nya tapi sebelum itu Mell menyempatkan untuk berpamitan juga kepada abah dan ibu yang merupakan guru Mell di tempat itu.
"Sayang kamu yakin mau ikut?" tanya Justin.
"Iya aku yakin" jawab Mell.
Beberapa jam berlalu kini Justin dan Mell sudah sampai di rumah sakit untuk peresmian dan pembukaan rumah sakit itu.
"Selamat datang kepada para tamu undangan yang berbahagia saya ucapkan terima kasih telah hadir di acara peresmian pembukaan JMA Hospital, untuk itu mari kita sambut direktur utama sekaligus pendiri JMA Hospital Tuan Justin Abraham" ucap sang MC.
"Selamat siang semua nya" sapa Justin.
"Siang" jawab mereka serempak.
"Perkenalkan nama saya Justin Abraham saya adalah pendiri JMA Hospital yang akan segera di remikan ini, harapan di dirikan nya rumah sakit ini adalah agar dapat membantu orang orang yang kurang mampu, orang orang yang ingin bangkit dan memiliki semangat juang yang tinggi untuk hidup" ucap Justin, dia terlihat sangat berwibawa saat sedang memberi sambutan banyak awak media yang meliput nya wajah nya tak luput dari banyak jepretan kamera.
"Tuan Justin apa benar nama JMA Hospital ini ada karena seseorang?" tanya salah seorang wartawan.
__ADS_1
Justin tersenyum "Boleh saya sedikit bercerita?" tanya Justin lalu sedikit tertawa.
"Sebenarnya hari ini adalah hari ulang tahun saya dan kemarin saya baru mengadakan resepsi kedua pernikahan saya dan istri" Justin menghela nafas sedikit "Nama JMA Hospital sebenarnya adalah singkatan dari Justin Mellani Abraham, itu adalah nama istri saya ah lebih tepatnya Nona Mellani Putri Pramudita yang kini telah menjadi Nyonya Abraham"
"Senyuman nya adalah alasan mengapa saya menjadi seorang dokter dan mendirikan rumah sakit ini" ucap Justin.
"Maksud nya bagaimana Tuan Justin?"
"Saya tidak dapat menceritakan dengan detil tapi yah dulu dia adalah gadis yang sangat ceria tapi karena salah seorang yang dia sayang sakit dia jadi murung dan jarang tersenyum dan sejak saat itu saya berniat untuk menjadi seorang dokter agar dapat membantu menyembuhkan orang yang dia sayang agar saya juga dapat melihat senyum indah itu lagi di wajah nya, dan akhirnya saya berhasil" ucap Justin senang.
"Lalu di mana istri anda Tuan Justin?"
"Dia ada tapi tidak disini, sebenarnya dia sedang tidak enak badan lagi pula dia juga kurang suka keramaian jadi saya minta dia untuk istirahat di ruang VVIP saya harap itu tidak jadi masalah untuk kalian" gurau Justin.
Mereka tertawa "Seperti nya anda sangat mencintai istri anda Tuan Justin" ucap salah seorang wartawan wanita.
"Tentu saja kalau tidak apakah saya akan bersedia melakukan resepsi sampai dua kali?" gurau nya lagi dan mengundang kembali gelak tawa para tamu dan awak media.
Mell yang sejak tadi menonton acara live suami nya di ruang VVIP merasa sangat terharu dan bahagia.
"Baiklah untuk mempersingkat waktu mari kita resmikan pembukaan ini dengan potong pita, mari tuan" ajak MC itu.
"Bismillah JMA Hospital resmi di buka" ucap Justin lantang seraya memotong pita besar berwarna merah itu.
Suara riuk piuk gemuruh tepuk tangan terdengar menggema di seluruh bangunan untuk menyambut terbuka nya rumah sakit ini.
Setelah acara selesai Justin menghampiri Mell di dalam ruang VVIP "Sayang" panggil nya.
Mell menoleh lalu tersenyum ke arah suami nya sedangkan Justin terus berjalan mendekati Mell lalu berjongkok di depan nya "Maaf yah nunggu nya lama" ucap Justin.
Mell menggeleng "Nggak kok, selamet yah sekarang impian Abang udah terwujud" ucap Mell dengan senyum manis nya.
"Makasih yah, karena kamu telah hadir dalam hidup Abang" ucap Justin.
"Makasih juga buat semalem" tambah nya berbisik di telinga Mell dan membuat wajah Mell bersemu merah bagai tomat.
Mell tidsk menjawab dia hanya menunduk malu karena perkataan Justin "Hmm Abang tunggu hadiah peresmian nanti malem yah" ucap nya ingin menggoda Mell namun justru malah mendapat pukulan pada lengan nya.
"Ya ampun yang semalem aja masih kerada banget sakit nya eh malah mau di ulang lagi" batin Mell seolah menjerit.
__ADS_1