
Aisyara dan beberapa anak yang sedang duduk pun menoleh ke arah suara itu, Ais sangat terkejut melihat Rio ada sana ia terkejut dan hendak marah pada Rio karna selalu mengikuti nya.
"Kamu" ucap Ais, anak - anak yang lain heran melihat raut wajah Ais berubah jadi takut bercampur kesal, menyadari hal itu kurang baik Ais langsung meminta mereka untuk beristirahat lebih dulu dan meninggal kan mereka berdua saja.
"Anak - anak kalian istirahat dulu yah, nanti kakak akan panggil kalian lagi ok" ucap Ais tak lupa dengan senyum manis nya.
"Kamu ngapain disini, aku kan udah bilang jangan ikutin aku lagi jauh - jauh dari aku kenapa kamu ga_" ucapan Ais terhenti ketika melihat tangan Rio yang berlumuran darah dan wajah Rio yang sedikit pucat.
"Tangan kamu kenapa" tanya Ais khawatir.
"Aa_aku ga ppa kok" jawab Rio terbata - bata dan merasa sedikit pusing dan hampir jatuh.
Ais langsung menarik tangan Rio untuk mengikuti nya dan mendudukan ia di sebuah kursi tua dekat sungai, "Tunggu sebentar di sini jangan kemana - mana" perintah Ais lalu pergi meninggalkan Rio.
Tak lama Ais kembali dengan tas selempang nya yang cukup besar, ia juga mengeluarkan kotak P3K dan botol air mineral nya.
"Minum lah dan berikan tangan mu" ucap Ais.
Rio hanya bisa menuruti kata - kata Ais, hah ntah kenapa setiap ucapan yang Ais katakan rasa nya seperti sebuah perintah yang tidak bisa ia tolak.
"Kenapa bisa terluka seperti ini" ucap Ais lembut sambil terus membersihkan sisa - sisa pecahan beling yang masih sedikit menancap pada tangan Rio.
"Ah itu tadi aku tidak sengaja memecahkan gelas" ucap Rio.
"Selesai" ucap Ais.
"Ada perlu apa kamu sampe kamu harus repot - repot nemuin aku di tempat kaya gini, padahal kamu bisa aja minta assisten - assisten kamu buat bawa aku nemuin aku" ucap Ais.
"Aa_aku minta maaf" ucap Rio sedikit terbata.
"Apa, maaf" balas Ais sedikit tidak percaya.
__ADS_1
"Iya kenapa" tanya Rio heran.
"Nggak aku cuma gak percaya aja seorang Rio yang suka mempermainkan hati banyak wanita hari ini meminta maaf pada ku yang hanya gadis biasa" ucap Ais.
"Dan yaah aku pikir nama Rio dan kata Maaf itu tidak akan pernah ada bersamaan" ucap Ais sedikit menggoda.
"Udahlah lupain aja, tapi aku mohon jangan temuin aku lagi" lanjut Ais dan ingin pergi.
"Aku gak bisa" ucap Rio membuat Ais menghentikan langkah nya berbalik.
"Kenapa" tanya Ais.
"Aku belum yakin sama perasaan ku tapi yang jelas aku gak bisa kalo harus jauh dari kamu" ucap Rio.
Deegg seketika jantung Ais berdebar sangat kencang dan seperti ingin melompat.
"Ada apa ini, kenapa jantung ku kembali seperti ini setiap aku dekat dengan nya" batin Ais.
Ais tersenyum dan kembali menghampiri Rio.
"Apa kamu yakin" tanya Ais.
"Yah tentu saja" jawab Rio yakin.
"Baiklah kita lihat seberapa jauh laki - laki ini akan bertahan" batin Ais.
"Ayo ikut aku" ucap Ais mengajak Rio menemui anak - anak tadi.
"Anak - anak ayo cepat kemari" teriak Ais.
"Kenalin ini kak Rio mulai sekarang kak Rio juga akan ngajarin kalian di sini" ucap Ais membuat mereka semua bersorak senang sedangkan Rio membelalakan mata nya tak percaya.
__ADS_1
Ais meninggalkan Rio bersama anak - anak itu, Rio tidak terbiasa dengan anak - anak tapi ia mencoba membiasakan diri sementara itu Ais menyiapkan makanan untuk mereka dan saat selesai Ais langsung memanggil mereka.
"Anak - anak ayo sini" ucap Ais, mereka pun seketika langsung berlari menghampiri Ais.
"Waah makanan nya banyak banget kak" ucap salah seorang anak.
"Iya hari ini hari ulang tahun kakak jadi kakak mau ngerayain nya bareng kalian, boleh kan" ucap Ais.
"Boleh dong kak" balas mereka bersamaan.
Rio yang mengetahui hal itu langsung meminta Bima untuk membelikan sebuah hadian untuk Ais.
"Ayo makan" ucap Ais, mereka pun makan bersama - sama dan setelah selesai Rio membantu Ais untuk membagikan sisa makanan mereka yang masih sangat banyak kepada orang - orang sekitar dan membekali setiap anak sekotak makanan.
"Kenapa, capek yah" tanya Ais seraya berjalan di samping Rio.
"Huh iya capek tapi aku seneng karna bisa berbagi di sini, oh iya makanan tadi enak banget aku suka kamu beli di mana" ucap Rio dan membuat Ais tersenyum.
"Aku gak beli, khusus untuk hari ini aku yang masak sendiri semua makanan itu" ucap Ais membuat Rio terbelalak.
"Kamu serius masak semua itu sendiri" tanya Rio tidak percaya dan di balas anggukan oleh Ais.
"Kamu sejak kapan mulai ngajarin anak - anak itu" tanya Rio.
"Semenjak aku dapat beasiswa untuk kuliah di Universitas ini, tadi nya aku cuma membagikan makanan aja tapi ketika aku mendapatkan beasiswa untuk kuliah jadi ku putuskan untuk mengajar anak - anak mereka yang tidak seberuntung aku.
"Ah iya bukan kah hari ini adalah ulang tahun mu" tanya Rio dan di jawab anggukan oleh Ais.
"Emm apa kau bersedia makan malam bersama ku, aku mohon jangan tolak aku lagi" ucap Rio memelas.
"Baiklah karna ini adalah hari ulang tahun ku maka aku bersedia" balas Ais.
__ADS_1
Rio langsung mengirim pesan kepada Bima untuk menyiapkan Restoran di ruang Khusus dan juga hadiah yang tadi sudah ia minta siap kan.