The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 107


__ADS_3

Mell tersenyum "Itu bukan salah kak Raka, kan waktu aku nikah kakak udah balik ke negara kakak" ucap Mell.


Saat sedang berjalan tiba tiba seseorang memeluk Mell dari arah belakang tadi nya Mell refleks akan memelintir orang itu namun saat dia mencium aroma tubuh orang itu Mell langsung diam tak bergerak dia terbuai dengan aroma itu.


"Maafin Abang" ucap nya lirih di telinga Mell.


Mell tersenyum dan berbalik melepas pelukan itu "Aku yang harus nya minta maaf" ucap Mell menunduk "Maaf karena aku belum bisa jadi istri yang baik buat Abang" tambah Mell.


"Eheemm" deheman seseorang membuyarkan pembicaraan mereka.


"Eh iya maaf kak" ucap Mell.


"Santai aja Mell, oh iya dokter Justin terima kasih telah menyelamatkan keponakan saya" ucap Raka.


"Sama sama" jawab Justin sedikit tersenyum.


"Ayo Abang mau ngomong sesuatu sama kamu" ajak Justin.


"Hmm" jawab Mell lalu tersenyum.


"Kita pergi dulu yah kak" ucap Mell dan Raka hanya bisa tersenyum menanggapi nya sambil memandang mereka yang pergi dengan bergandengan tangan.


Sampailah mereka dalam kamar "Hmm Abang udah liat vidio itu?" tanya Mell.


"Iya Abang udah liat" jawab Justin yang berdiri di hadapan Mell.


Justin menatap Mell begitu dalam jantung nya berdegup begitu kuat bahkan Mell juga merasakan hal yang sama.


"Astaga jantung gue kenapa berasa mau lompat gini sih, ayo dong kerja sama nya jantung" batin Justin.


"Jantung gue kenapa ini?kok kaya lagi pesta gini sih jedug jedug gitu, jangan pada disko dong" batin Mell.


"Abang mau denger langsung dari kamu" ucap Justin.


"Denger apa?" tanya Mell polos.


"Ck Denger perasaan kamu lah" ucap Justin berdecak.


"Kan Abang udah tau" ucap Mell.


"Iya tapi Abang mau denger langsung" kekeh nya.

__ADS_1


"Gak mau, aku mau ganti baju aja" ucap Mell berlari ke ruang ganti.


Setelah keluar Mell langsung berbaring di ranjang nya bersama Justin yang juga sedang berbaring di samping nya.


Saat Mell mulai menarik selimut Justin justru langsung merebut nya dan naik ke atas Mell "Astaga Abang kaget aku" ucap Mell yang sangat terkejut.


"Maaf maaf" ucap Justin cengengesan.


"Yaudah turun, ih Abang ngapain sih?" kesal Mell.


"Hmm kamu belum siap yah?" tanya Justin harap harap cemas.


"Hmm aku aku hm_" Mell tidak dapat menjawab pertanyaan Justin.


Justin turun dan berbaring di samping Mell sambil memeluk nya erat "Gak papa Abang ngerti kok, Abang gak akan maksa kamu" ucap Justin yang sebenar nya kecewa namun dia tutup rapat rapat.


"Tapi seenggak nya biarin Abang peluk kamu yah" ucap Justin yang semakin mengeratkan pelukan nya sambil sesekali menciumi rambut Mell, Mell tidak menolak dia biarkan Justin melakukan yang dia inginkan, Mell justru memiringkan tubuh nya agar Justin lebih mudah memeluk nya, Justin tersenyun setidak nya Mell tidak pernah menolak saat Justin peluk seperti ini.


Mell sudah memejamkan mata nya namun belum benar benar tidur dia masih merasakan belaian lembut suami nya di kepala nya "Abang akan sabar nunggu sampai kamu benar benar siap terima Abang sebagai suami kamu Mell karena Abang gak mau kalau nanti nya kamu menjalankan kewajiban kamu dengan terpaksa, Abang mau kamu melakukan nya karena memang kamu mau dan kamu menikmati nya, ya tuhan tolong beri aku kesabaran yang luas dalam penantian halal ini" ucap Justin yang di akhiri dengan do'a, Mell yang belum tidur bisa dengan jelas mendengar nya, ada kebahagiaan dan kesedihan yang dia rasakan secara bersamaan.


Bahagia karena ternyata dia memiliki suami sesabar Justin yang sanggup menunggu nya dan sangat mencintai nya dan sedih karena dia belum bisa menjalankan kewajiban nya sebagai istri yang baik untuk Justin.


Pagi menjelang kini Mell sudah rapi dengan pakaian sehari hari nya dan sudah menyiapkan sarapan juga, Mell mendekat ke arah Justin yang masih tertidur pulas.


"Abang bangun" ucap Mell yang terus memanggil sambil menggoyangkan tubuh Justin.


Justin menggeliat dan memandang wajah teduh yang sedang tersenyum menyambut terbuka nya mata Justin.


"Ayo bangun" ucap Mell.


"Morning kiss nya mana?" tanya Justin dengan suara khas bangun tidur nya.


Mell bingung "Maksud nya?" tanya Mell.


"Ciuman selamat pagi sayang, kamu lupa?" tanya Justin, dengan segenap keberanian Mell mencium pipi Justin sekilas.


Cup


Justin terkekeh "Itu morning kiss kamu?" tanya nya sedikit tertawa membuat Mell kebingungan, bukan kah itu juga di sebut ciuman? batin nya.


Justin bangun dan sudah berada di atas Mell dengan cepat lalu mendekatkan wajah nya, tanpa menunggu lama Justin langsung mencium bibir Mell bukan sekedar ciuman biasa namun dia memperdalam nya hingga Mell sendiri ikut terbuai dalam permainan Justin.

__ADS_1


Mell memukul dada Justin saat merasakan ada sesuatu yang mengeras di atas perut nya, Justin yang juga merasakan nya langsung menghentikan aktifitas nya karena takut tidak dapat mengendalikan diri nanti nya.


"Udah?" tanya Mell menatap Justin yang mencoba menetralkan hasrat nya.


Justin menatap Mell "Kalau Abang gak berhenti sekarang, Abang gak tau apa yang akan terjadi nanti" jawab Justin dengan senyum yang tak dapat Mell artikan lalu pergi ke kamar mandi sedangkan Mell masih terdiam di tempat nya.


Setelah selesai mandi dan bersiap mereka sarapan bersama di dalam kamar setelah nya pergi keluar, Mell ingin sekali menanyakan perihal Tania kepada Justin.


"Abang aku mau tanya sesuatu" ucap Mell.


"Apa sayang" balas Justin lembut.


"Apa hubungan Abang sama Tania dan kembaran nya itu?" tanya Mell.


Justin terdiam di berpikir apakan ini waktu yang tepat untuk mengatakan nya atau tidak "Dulu waktu Abang kuliah Abang sempat ketemu sama kakak nya Tita nama nya Tatania, dia gadis yang baik dan lembut dia teman kelas Abang, kita cukup deket kalau di luar karena kalau di kampus kita biasanya beda tempat tongkrongan, Abang anggep dia seperti adik Abang sendiri Abang juga sering cerita tentang kamu sama dia tapi suatu hari dia ungkapin perasaan nya sama Abang tapi Abang gak bisa terima dia karena Abang sudah mencintai kamu setelah itu_"


"Setelah itu Tatania bunuh diri dan ternyata saudara kembar nya yang bernama Titania juga suka sama Abang, dan dia pura pura depresi sebagai alasan karena telah kehilangan kakak nya dia nahan Abang buat sama dia terus tapi karena Abang tau kalau dia cuma pura pura jadi Abang tinggalin dia dan kembali ke negara Abang?iyakan?" tanya Mell tanpa sadar mengucapkan semua unek unek nya.


Justin keheranan dan curiga bagaimana Mell bisa tau sebanyak itu tentang masa lalu nya padahal dia sudah tutup rapat rapat hal itu.


"Kamu tau dari mana itu semua?" tanya Justin menelisik.


Mell mulai gelagapan "Kenapa gue bisa keceplosan gini sih duuuh" batin Mell.


"Eh itu apa aku" ucap Mell kikuk "Eh terus apa lagi bang?Abang ninggalin dia cuma karena itu?" ucap Mell berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Gue mau tau apa Abang akan jujur semua nya atau nggak" batin Mell.


"Ada satu lagi" ucap Justin "Ternyata dia itu ketua dari kelompok mafia nomor satu yang terkenal sangat di takuti di dunia dan dia mau agar Abang masuk ke kelompok mafia nya" tambah Justin.


"Ternyata Abang jujur sama aku" batin Mell.


"Udahlah semua nya udah berlalu, Abang minta maaf yah karena baru bisa jujur sekarang" ucap Justin.


"Eh tapi kamu belum jawab pertanyaan Abang, kamu tau semua itu dari mana dan kamu kenapa bisa deket banget sama Liam manager hotel itu sama satu lagi kenapa Kevin dan Bastian juga ad_"


"Abang Abang hei" Mell memotong rentetan pertanyaan Justin "Udah yah, maaf aku gak bisa jelasin semua nya tapi aku harap Abang gak mikir macem macem dan tetep percaya sama aku" tambah Mell dengan serius.


Justin tersenyum dan mengangguk "Abang akan selalu percaya sama kamu dan Abang harap kamu gak akan pernah kecewain atau hianatin kepercayaan Abang" ucap Justin lalu memeluk Mell.


"Abang tau cuma orang dari dunia bawah yang bisa tau hal hal rahasia seperti itu Mell, apa kamu bagian dari mereka?siapa kamu sebenarnya?Abang cuma khawatir sama kamu Mell, Abang janji akan selalu jagain kamu" batin Justin.

__ADS_1


__ADS_2