The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 85


__ADS_3

Sampailah mereka di caffetaria yang ada di lantai dasar rumah sakit, tempat itu memang di design sangat nyaman berkelas dan bersih bahkan makanan yang tersedia juga sangat enak bersih dan bergizi itu di lakukan atas permintaan Rii sejak Ais masuk ke rumah sakit itu, dia saja merasa kurang nyaman bagaimana dengan pekerja medis nya begitu pikir Rio.


"Kamu tunggu di sana yah" ucap Justin menunjuk meja dekat jendela, Mell hanya mengangguk dan pergi.


10 menit kemudian Justin kembali dengan makanan di tangan nya.


"Steak?" tanya Mell heran.


"Iya kenapa?kamu gak suka?mau Abang belikan yang lain?" tanya Justin.


"Gak usah, aku cuma heran aja ternyata di sini sedia steak juga aku pikir_"


"Kamu pikir apa?karena ini rumah sakit jadi makanan nya gak enak gitu?" potong Justin.


"Sejak Mommy di rawat di sini Daddy sering makan di caffetaria ini, dan karena merasa kurang nyaman jadi Daddy meminta fasilitas yang super memadai untuk tempat ini biar semua pengunjung merasa nyaman berlama lama disini" ucap Justin sambil memotong steak nya.


Setelah selesai memotong steak di piring nya Justin menukar piring milik nya dengan milik Mell membuat gadis itu bingung.


"Abang ngapai?" tanya Mell kesal, entah lah seperti nya apapun yang Justin lakukan Mell selalu kesal.


"Nih makan yang udah Abang potongin" jawab nya.


"Makasih" ucap Mell sambil memakan steak nya dan Justin hanya tersenyum.


"*Waaah romantis banget cowok nya"


"Jadi iri gue"


"Sweet banget sih, mana ganteng banget lagi*"


Bisik bisik pengunjung terus terdengar oleh Mell dan membuat nya semakin kesal.


"Brisik banget sih" gerutu Mell namun Justin mendengar nya.


"Udah makan aja jangan dengerin omongan mereka" ucap Justin.


"Apa tugas aku?" tanya Mell sambil makan.


"Habisin aja dulu makan nya nanti baru Abang kasih tau" jawab Justin dan Mell hanya diam sambil terus makan.


Setelah selesai justin menjelaskan apa yang harus Mell lakukan.


"Abis ini kamu temenin Abang check keadaan pasien di rawat inap yah" ucap Justin.


"Hmm" jawab Mell.


"Oh iya makanan nya enak gak tadi?" tanya Justin.


"Hmm" jawab nya lagi.


"Kamu sariawan yah?" tanya Justin membuat Mell menatap heran.


"Nggak" jawab nya singkat.

__ADS_1


"Masa sih?kalo nggak kok jawab nya hmm hmm terus dari tadi?" tanya Justin.


"Lagi males" jawab nya singkat.


"Yaudah yuk" ajak Justin dan mereka berjalan menuju ruang rawat inap pasien.


Justin dan Mell sudah memeriksa semua ruang rawat pasien sekarang tinggal satu ruangan lagi, Mell sudah merasa sangat pegal kaki nya sakit karena memakai heels.


"Selamat siang bu ayu" sapa Justin ketika sampai di ruang pasien.


"Eh dokter Justin, siang dok" jawab pasien.


"Ibu gimana keadaan nya?" tanya Justin lembut.


"Baik dok" jawab nya tersenyum


"Sus tolong di check yah" ucap Justin pada suster.


"Baik dok" jawab nya.


"Oh iya anak dan suami ibu di mana biasa nya selalu menemani ibu kan?" tanya Justin.


"Suami saya sedang ke sekolah putri kami dok, hari ini hari wisuda nya" jawab nya.


"Waah selamat yah bu" ucap Justin, Mell hanya melihat interaksi Justin dan pasien nya saja.


Tok tok tok


"Ibuuuuuu" teriak seorang gadis yang masuk ke ruangan itu.


"Dokter Justin, dokter lagi periksa ibu aku yah?" tanya gadis ibu seceria mungkin.


"Iya, dan sekarang ibu Ayu sudah pulih seperti nya beberapa hari lagi sudah boleh pulang oh iya selamat juga atas kelulusan mu yah" ucap Justin.


"Terimakasih dokter Justin" ucap gadis itu sambil memeluk Justin sangat erat, Mell tidak hanya terkejut karena kejadian itu namun juga karena kaki nya terinjak gadis itu.


Sejak melihat Mellani berdiri di samping Justin gadis itu terus menatap sinis ke arah nya.


"Tidak biasa nya dokter Justin datang dengan orang lain selain perawat" batin nya.


Justin terkejut dengan perilaku gadis bernama Nia itu, lebih terkejut lagi saat Mell sedikit meringis.


Melapaskan dengan kasar karena refleks sampai membuat Nia mundur ke belakang.


"Kamu kenapa?" tanya Justin khawatir karena mendengar Mell meringis sambil memegangi kaki nya.


Mell tidak menjawab tapi Justin langsung menuntun nya ke sofa.


"Sini Abang liat" ucap Justin ingin membuka heels yang Mell pakai.


"Gak perlu" tolak nya hendak berdiri dan pergi namun kaki nya ternyata sangat sakit.


"Aaww"

__ADS_1


"Abang kan udah bilang duduk, kenaoa sih kamu gak mau dengerin omongan Abang" ucap Justin lembut dan kembali menuntun Mell ke sofa.


Justin membuka heels Mell dan kali ini walaupun Mell menolak tapi Justin tetap membuka nya.


"Astaga Mell kaki kamu berdarah" ucap Justin.


"Itu cuma lecet" ucap Mell memandang sinis Nia yang terlihat sangat marah melihat perlakuan Justin pada nya.


"Gak mungkin cuma lecet orang ini sedikit bengkak kok" ucap Justin masih memeriksa kaki Mell.


"Aku capek jalan dari tadi" ucap Mell.


"Kenapa gak bilang sama Abang?kan kamu bisa istirahat" ucap Justin.


"Sus tolong ambilkan kotak obat dan juga alat kompres yah" pinta Justin pada suster itu.


"Baik dok saya ambilkan" jawab nya.


Tak lama suster datang dan membawa yang Justin minta, sedangkan Justin masih memeriksa kaki Mell takut ada luka lain.


"Ini dok"


"Terima kasih sus"


"Awwhh ah" pekik Mell manahan perih dan nyeri di kaki nya.


"Tahan yah" ucap Justin.


"Selesai"


"Manja banget sih hiss, caper tuh" sinis Nia terdengar oleh Mell dan Justin.


"Harus nya lo itu minta maaf, Bodoh!" ucap Mell tak kalah sinis.


"Apa lo bilang?dasar jal_"


"Jaga bicara anda Nona Nia" bentak Justin membuat semua orang kaget bahkan Mell juga karena tak pernah melihat Justin marah atau kesal bahkan dia sangat sabar menghadapi sikap Mell.


"Kenapa dok?dia itu emang gak tau dir_"


"Saya bilang jaga bicara anda" bentak Justin lebih tinggi sambil berdiri dari posisi jongkok nya membuat Nia diam dan suasana jadi tegang.


"Ah maafkan putri saya dokter, maaf putri saya Nona dia hanya asal bicara" ucap ibu Ayu.


Justin kembali berjongkok memandang wajah Mell yang sedikit terkejut.


"Kaki nya masih sakit gak?" tanya Justin lembut, sikap nya berubah 180 persen ketika memandang Mell bahkan tatapan nya juga sangat hangat.


"Masih tapi udah mendingan" ucap Mell.


Justin tersenyum "Abang gendong yah" ucao Justin.


"Aku bisa jal_"

__ADS_1


"Kaki kamu masih sakit kan, biar Abang gendong yah" potong nya dan Mell mengangguk.


"Saya permisi bu, cepat sembuh" pamit Justin kemudian keluar ruangan.


__ADS_2