The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISOSE 113


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka kembali ke rumah dan langsung menuju kamar "Hah sayang Abang masih kepedesan ini" ucap Justin.


"Mau aku ambilin susu?" tanya Mell.


"Susu apa sayang?" goda Justin melirik Mell.


"Hiss guk usah aneh aneh deh, susu dari dapur lah" ucap Mell.


"Emang kamu pikir Abang ngomongin susu apa?" elak Justin.


"Eh itu, ah udah lah aku ambilin dulu yah" ucap Mell hendak pergi namun tangan nya malah di cekal oleh Justin.


"Gak usah sayang, Abang cuma butuh ini buat meredakan kepedasan Abang ini" ucap Justin menunjuk bibir Mell.


"Dasar mesum" gerutu Mell.


"Boleh yak please" ucap Justin memohon.


"No" jawab Mell singkat.


"Please, kamu rela liat Abang mati karena kepedesan?" tanya Justin dengan puppy eyes nya yang sangat menggemaskan.


"Mana ada orang mati karena kepedesan?" ucap Mell tertawa.


"Ada lah, jadi_"


Mell menghela nafas "Hmm" jawab nya singkat, tanpa basa basi Justin langsung menciumi bibir ranum Mell, ******* melilit menelusuri setiap sisi nya, Mell sudah mulai terbiasa sekarang dia sudah bisa mengatur nafas nya agar tak tersenggal dia bahkan sudah bisa mengimbangi dan membalas ciuman Justin.


"Waah makin pinter yah sekarang" goda Justin setelah selesai.


"Masih pedes gak?" tanya Mell.


"Hmm sebenernya sih udah nggak tapi Abang mau lagi boleh?" tanya Justin berharap.


Mell lebih dulu melakukan nya, Justin sempat terkejut namun segera dia imbangi permainan Mell.


Mell melepas dan mengakhiri aktifitas nya "Ak aku mau ke bawah dulu" ucap Mell gugup.


"Ok sayang" jawab Justin.

__ADS_1


***


Beberapa hari berlalu tak terasa besok adalah hari resepsi pernikahan Mellani dan Justin, semua persiapan sudah selesai hanya tinggal menunggu waktu nya saja.


Malam menjelang Mell telah selesai di rias di dalam kamar nya begitu pun dengan Justin, mereka menyewa sebuah gedung yang cukup besar sebagai tempat resepsi nya, mereka memang ingin resepsinya di lakukan malam hari saja setelah maghrib.


"Waah anak mamah cantik banget sih" ucap Mamah Nuri.


"Mba kita keluar dulu yuk, biar Mell nanti nyusul sama temen temen nya aja" ajak Mommy Ais.


"Lo cantik banget Mell, pangling gue liat lo" ucap salah seorang teman Mell.


"Yuk keluar" ajak Dianna.


Mell keluar bersama dengan teman teman nya yang juga terlihat sangat cantik, semua mata tertuju pada nya.


Justin sudah menunggu Mell di depan pelaminan "Kamu siap?" tanya Justin memandang Mell.


"Hmm" jawab nya sambil mengangguk dan tersenyum.



Malam ini Mamah Nuri meminta Mell mengenakan gaun berwarna pink walaupun Mell sempat menolak namun karena bujukan semua orang jadi dia setuju.


Justin berjalan dengan menggandeng Mellani di samping nya, acara di lanjutkam dengan memberi ucapa selamat kepada kedua mempelai.


"Selamat yah kaliam pasangan yang sangat serasi" ucap teman Mell.


"Gak nyangka lo udah nikah aja"


"Gue ikut seneng yah Mell"


"Selamat menempuh hidup baru Mell dan suami"


"Heh lo udah siapin rencana malam ini kan?" bisik Dianna.


Mell terkejut "Hmm iya gu gue udah siap tapi_"


"Gak ada tapi tapian lo tega bikin suami lo nunggu lebih lama lagi?lo mai suami lo di godain pelakor?" ancam Dianna.

__ADS_1


"Ya enggak lah gila kali lo" sentak Mell.


"Yaudah makannya lo harus jadi istri yang baik buat suami lo, penuhin kebutuhan biologis nya dia" ucao Dianna.


"Pokok nya malem ini lo pake hadiah dari gue waktu itu" ucap Dianna dan Mell hanya mengangguk.


"Nenk inget pesen abah sama ibu waktu itu yah?" ucap ibu pada Mell.


"Nenk jangan pernah bikin suami Nenk kecewa yah, jaga nama naik suami Nenk" pesan abah.


"Iya bah pasti" jawab Mell yakin.


"Nek selamet yah"


"Iya Nenk Mell udah nikah aja, Aa aja belum" goda A Risky.


"Kak Mell bang Justin selamet yah" ucap teman teman kecil Mellani.


Waktu terus berjalan hiburan pencak silat yang di pimpin oleh abah sudah sejak sore tersaji.


Acara di lanjutkan dengan dansa bersama dengan pasangan atau teman mereka masing masing.


Malam semakin larut Mell dan Justin memutuskan untuk menginap di hotel itu malam ini, tanpa Justin tau Mell sudah menyiapkan segala nya di sana.


"Ya tuhan aku gak berharap apapun malam ini tapi jika memang di ijinkan tolong biarkan aku bersama istriku selamanya" batin Justin.


"Aku akan penuhi kewajiban aku malam ini, tolong permudah segala nya tuhan" batin Mell.


"Bang Justin" panggil Han saat Justin hendak memasuki kamar nya.


"Kenapa?" tanya Justin.


"Hmm gue mau ngomong bentar sama Abang" ucap nya berusaha mengalihkan perhatian Justin.


Mereka berbincang cukup lama di area taman sedangkan Mell sedang bersama Dianna di dalam kamar "Dii gue deg degan banget nih" ucap Mell memegangi dada nya.


"Gue yakin lo pasti bisa Mbul" ucap Dianna tersenyum menyemangati.


"Lima menit lagi jam 12 malem lo harus rayain ulang tahun suami lo dengan special Mbul, semangat yah"

__ADS_1


"Selamat perperang Hahahaha" goda Dianna sebelum menutup pintu.


"Sialan" ucap Mell.


__ADS_2