The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 58


__ADS_3

Satu minggu berlalu setiap malam Mell selalu menyempatkan waktu datang ke markas untuk menyiksa Dion dan Clara, dia sengaja tidak membiarkan mereka lenyap begitu saja padahal keadaan mereka sudah sangat memprihatinkan.


Hari ini Mell juga pergi ke markas untuk menyiksa tahanan nya, dia berjalan menuju penjara bawah tanah.


"Nona" panggil Han.


"Hmm" jawab nya masih tetap berjalan pelan.


"Gue udah bawa dia" ucap Han dan membuat Mell menghentikan langkah nya.


Menyeringai "Dimana dia" tanya Mell.


"Di ruang penyiksaan tapi dia belum bertemu orang tua nya" jelas Han.


**


"Siram dia" perintah Mell saat melihat Reyn dalam keadaan pingsan dan tangan serta kaki nya di ikat.


"Haah hah hah" pekik Reyn yang kaget karena di siram air es.


"Siapa kalian" tanya Reyn.


"kalian keluar" perintah Mell datar, hanya ada Mell Reyn Han dan Siska di ruangan itu.


"Lo lupa sama gue Reyn" ucap Mell sambil membuka topeng nya.


"Mellani" ucap Reyn.


"Kenapa?apa kamu belum bisa move on dari aku?kalo iya ayo kita balikan sayang jujur aku juga masih sayang sama kamu" ucap Reyn menyeringai tanpa melihat wajah Mell yang menunduk.


"Jangan mimpi lo brengs*k" ucap Mell mendongak hingga tatapan mereka bertemu.


"Ada apa sama Mell, kenapa tatapan mata yang biasa nya seteduh embun berubah jadi setajam pedang seperti itu" batin Reyn.


"Kenapa Reyn" tanya Me menyeringai.


"Lepasin gue" bentak Reyn.


"Lepasin lo?lo pikir gue bodoh?hah?" ucap Mell lalu tertawa sangat keras, Reyn terkejut karena ia tak pernah mendengar Mell tertawa sekeras itu bahkan biasa nya tawa Mell sangat menyenangkan tapi sekarang kenapa sangat menakutkan.

__ADS_1


"Putar kan" perintah Mell, kemudian vidio Reyn dan Dion saat di cafe pun terpampang jelas dan membuat Reyn terkejut.


"Gi gimana bisa lo dapet vidio itu" tanya Reyn gugup.


"Hahaha sangat mudah buat gue dapetin itu, asal lo tau cafe yang lo datengin itu punya gue" jawab Mell sedikit sombong lalu menyeringai.


"Oh jadi lo udah tau semuanya, berarti gue gak perlu pura - pura lagi sama lo hahaha" tawa Reyn, Mell mendekat dan mencengkram kuat dagu Reyn sampai berdarah karena terkena kuku tangan Mell.


"Lo akan dapet balasan atas semua kejahatan lo" ucap Mell penuh penekanan.


"Seret dia" ucap Mell pada Han kemudian memakai kembali topeng nya, Mell berjalan paling depan kemudian di susul Han yang menyeret tubuh lemas Reyn dan Siska yang sudah membawa katana kesayangan Mell.


"Kenapa mereka semua menundukkan kepala nya saat Mell lewat, siapa dia sebenar nya" batin Reyn.


"Mami papi" pekik Reyn ketika memasuki ruangan dan melihat keadaan orang tua nya yang sangat memprihatinkan dengan banyak luka di sekujur tubuh bahkan pakaian nya pun sudah sangat berantakan, benar - benar bukan yang biasa dia lihat.


"Bangunkan mereka" perintah Mell.


Byuuurrrr


"Hah hah hah" suara nafas kedua nya.


"Keluar" ucap Mell datar, setelah semua keluar seperti biasa hanya tersisa Han juga Siska ia membuka topeng nya kembali.


"Lepasin mereka Mellani atau_" bentak Reyn.


"Jangan berani bentak gue" bentak Mell lebih keras.


"Lo pikir lo siapa?hah?" tanya Mell.


"Kalian telah menghancurkan keluarga gue, dan lo Dion lo malah berencana menghancurkan perusahaan keluarga angkat lo sendiri yang udah sangat baik mau merawat lo dari kecil, dasar gak tau terima kasih" menunjuk Dion.


"Lo Clara, lo berani nyakitin Mommy gue yang udah sangat baik, lo berniat untuk bunuh Mommy gue" menunjuk ke Clara lalu menampar nya dengan kuat.


Menghela nafas "Dan kalian berdua belum cukup sampai di situ kalian juga suruh anak kalian si brengs*k ini buat hancurin gue" menunjuk ke arah Reyn.


"Lien" panggil Mell meminta katana nya.


"Lo mau apain orang tua gue Mellani" tanya Reyn takut sedangkan Mell hanya tersenyum devil.

__ADS_1


Tanpa aba - aba Mell langsung memotong lengan kiri Clara dan lengan kanan Dion.


"Aaaaaaaaaakkkhh" pekik mereka bertiga bersamaan.


"Cukup Mellani, gue mohon lepasin orang tua gue" pinta Reyn menangis.


"Apa lo bilang?lepasin?" Mell.


"Mereka aja gak ngampunin nyawa Mommy gue, lo tau apa udah mereka lakuin sama Mommy gue"


"Mommy gue harus terbaring lemah di rumah sakit selama bertahun - tahun karena koma, menjalani banyak operasi dan gue_" tersenggal.


"Gue harus kehilangan kasih sayang dari Mommy gue sejak usia gue lima tahun dan itu semua ulah mereka" teriak Mell, Reyn yang tidak tau kebenaran tentang Mommy dari Mellani pun terkejut namun hanya bisa diam menunduk.


"Aaaaah" Mell langsung menebas kembali lengan Clara dan Dion.


"Kalian harus ma*i di tangan gue" teriak nya histeris kemudian menanggalkan kepala Dion dan Clara bersamaan dari tubuh nya sekali tebas, dan membuat Reyn diam karena terkejut, gadis yang dulu niat nya hanya ingin dia permainkan seiring berjalan nya waktu jadi gadis yang dia sayang tapi dia tetap ingin membalas dendam untuk mami nya.


Dulu gadis itu sangat baik lembut penurut bahkan jarang sekali meninggikan suara nya tapi sekarang berubah jadi sangat buas menakutkan bahkan sangat berbahaya.


"Kenapa Reyn, lo kaget liat gue bisa kaya gini" ucap Mell tertawa membuat Reyn sadar dari lamunan nya sedangkan Han dan Siska hanya menonton penampilan itu, karena mereka tau Mell sudah menunggu hari ini selama hidup nya.


"Ini semua gara - gara mereka" ucap Mell menunjuk ke arah dua mayat mengenaskan yang tak utuh itu.


"Dan karena lo juga, hiksss hikksss aaaaakhh" teriak Mell mulai histeris sedangkan Reyn sudah menangis sejak tadi.


"Gue benci sama lo gue benci, gue benci sama diri gue sendiri kenapa_"


"Kenapa gue bisa jatuh cinta sama lo kenapa aaaaaaakkh, kenapa gue harus sesayang ini sama cowo brengs*k kaya lo Reeeeeeeyynn" Mell terus berteriak histeris.


Hahahahaha "Gue gak akan bunuh lo Reyn, gue akan biarin lo hidup dengan terus mengingat teriakan orang tua lo hahahaha" tawa Mell terus menggema.


Kemudian keluar dari ruang bawah tanah dengan kembali memakai topeng nya dan kembali ke ruang pribadi nya, Han dan Siska mengikuti dari belakang.


"Aaaaakkkhh sialan" teriak Mell di ruangan pribadi nya, diikuti Han dan Siska, mereka yang melihat langsung memeluk Mell erat dan menenangkan nya, mengingat hanya ada mereka bertiga di ruangan itu dan Mell juga sudah mengubah ruangan nya ke mode kedap suara.


"Dada ku sesak kak" pekik Mell yang sudah terduduk di lantai.


"Kenapa semua ini terjadi sama aku kenapa" lirih Mell dengan suara mulai melemah.

__ADS_1


"Siska" panggil Han memberi kode yang langsung Siska mengerti dan mengambil air yang di campur dengan obat tidur untuk Mell, agar Mell bisa istirahat dengan tenang malam ini.


Setelah tenang Mell di baringkan oleh Han di ranjang besar nya, menyelimuti tubuh Mell sampai menutupi dada nya lalu meninggalkan nya sendiri di kamar.


__ADS_2