The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 132


__ADS_3

Mell menatap mata Justin dengan sedikit kesal "Kenapa emang nya kalau berat badan aku naik?Abang gak suka?mau protes?atau mau ninggalin aku? hiss" ucap Mell sangat kesal lalu mengambil mantel yang ada di samping nya kemudian pergi ke kamar mandi dengan segera tanpa menghiraukan suara Justin yang memanggil nya.


Justin menggedor pintu kamar mandi berulang kali dan meminta maaf jika Mell tersinggung dengan ucapan nya tapi sungguh Justin sama sekali tidak bermaksud bicara seperti itu, bahkan sebenarnya dia sangat senang jika berat badan Mell naik sehingga membuat nya terlihat lebih seksi hihihi.


Tapi yaah nama nya juga perempuan pasti selalu sensitif jika di tanya tentang berat bada nya, apalagi kalau sudah ada yang bilang kalau di sedikit gemuk pasti wanita itu langsung merasa tersinggung.


Justin masih setia menunggu Mell di depan pintu sedangkan Mell sendiri malah menahan tawa nya karena telah berhasil menipu suami nya itu.


Sebenar nya tadi Mell tidak benar benar marah dia hanya berpura pura agar bisa lepas dari suami nya itu "Uptung aja tadi aku langsung menemukan ide itu jadi bisa kabur dari atas ranjang kalau enggak bisa remuk badan aku seharian di sana, huh bahkan berlatih dan berkelahi seharian rasa nya gak secapek melayani suami mesum ku itu semalaman" gumam Mell sambil memandangi tubuh nya yang polos di pantulan cermin tapi dengan banyak sekali bekas cap kepemilikan dan itu semua adalah ulah suami sendiri.


"Gimana gue nutupin bekas yang sangat mengerikan ini" gerutu Mell.


Setelah hampir setengah jam Mell baru keluar dengan balutan mantel mandi nya "Sayang Abang gak maksud ngomong kaya gitu kamu dengerin dulu penjelasan Abang yah" ucap Justin yang terus mengekori Mell sampai ke lemari pakaian nya.


"Aku mau ganti baju, Abang mandi dulu sana" ucap Mell masih memilih pakaian nya.


"Tapi sayang Abang mau minta maaf dul_"


Mell menghela nafas jengah lalu menatap kesal pada Justin "Iya Abang mandi sekarang" pasrah Justin dia mengerti bahwa Mell sangat tidak suka mengulangi kata kata nya.


Saat Justin sudah masuk ke kamar mandi dan terdengar suara gemercik dia sudah tidak bisa menahan lagi tawa nya yang sejak tadi sudah dia tahan.


"Hahaha maaf yah Abang, tapi kalau gak di gituin pasti sampai sekarang aku masih ada di ranjang itu sama Abang" ucap Mell di sela sela tawa nya.


Setelah kima belas menit Justin keluar dengan mantel nya dan melihat pakaian yang sudah Mell siapkan untuk nya.


"Abang tau semarah apapun kamu pasti akan selalu memenuhi tugas kamu dengan baik" ucap Justin kemudian mengenakan pakaian nya.


Justin turun dan melihat Mell yang sedang membuat coklat panas untuk dirinya sendiri "Sayang kamu lagi ngapain?" tanya Justin iseng padahal dia juga bisa melihat kalau Mell sedang membuat coklat panas.


"Abang gak liat?" tanya Mell sedikit ketus lalu segera mencuci panci yang tadi dia gunakan.


"Abang coba yah" ucap nya kemudian langsung menyeruput coklat panas itu dan membuat bibir nya terasa terbakar.

__ADS_1


"Awwhh panas panas" teriak Justin, Mell terkejut dan langsung menarik kerah kemeja Justin lalu ******* bibir nya perlahan.


Justin terkejut namun membiarkan dan malah menikmati apa yang Mell lakukan bahkan dia menarik pinggang Mell dan merapatkan nya hingga tak ada jarak di antara mereka setelah beberapa lama Mell akhirnya melepas ciuman nya dan memandang Justin dengan lembut "Masih panas?" tanya Mell.


"Hmm" jawab Justin sambil menganggukkan kepalanya, lalu Mell kembali ******* bibir Justin dengan lembut kali ini lebih dari dari sebelum nya.


Mell melepaskan kembali ciuman nya dan memandang Justin yang masih terdiam, Mell segera melepaskan tangan Justin yang melingkar di pinggang nya lalu mengambil madu dari lemari penyimpanan.


"Buka mulut nya" ucap Mell, Justin baru sadar setelah Mell menyuapi nya madu.


Mell menghela nafas "Abang gak liat kalau coklat itu masih panas bahkan uap nya aja masih keliatan" ucap Mell yang sedikit kesal dengan kecerobohan Justin yang sampai melukai diri nya sendiri.


"Maaf tadi Abang gak fokus sama coklat nya" ucap Justin.


"Terus Abang liatin apa sampe gak sadar minum coklat panas kaya gitu?" tanya Mell mulai meninggikan suara nya.


"Hmm Abang liatin kamu, maafin ucapan Abang tadi yah Abang bener bener gak ada maksud bikin kamu kesel Abang cuma tanya karena Abang lebih suka liat kamu sekarang" jelas Justin.


Justin gelagapan menjawab perkataan Mell karena jika dia salah bicara sedikit saja maka masalah nya akan semakin besar, pikir nya.


"Mati gue, kenapa harus salah nyusun kata sih" batin Justin yang merutuki ucapan nya sendiri.


Mell berbalik dan melanjutkan mencuci panci yang tadi dia tinggalkan untuk membantu Justin, Justin mendekat dan memeluk Mell dari belakang.


Sungguh Mell benar benar sudah tidak tahan ingin tertawa melihat betapa takut nya Justin saat nya marah padahal hanya sandiwara.


"Maafin Abang sayang, Abang gak maksud kaya gitu sumpah demi apapun Abang sangat mencintai kamu" ucap Justin namun Mell hanya diam.


"Sayang jangan marah lagi yah" bujuk Justin yang sudah sejak tadi menjatuhkan dagu nya di bahu Mell.


Mell selesai mencuci panci nya lalu mencuci tangan dan mengelap nya ke kain kering, berbalik menatap Justin juga tengah menatap nya "Aku udah gak marah" ucap nya lalu mencium sekilas bibir Justin dan membuat senyum yang sangat indah terukir di wajah tampan itu.


"Beneran sayang?" tanya nya memastikan.

__ADS_1


Mell mengangguk Justin langsung memeluk nya sangat erat "Aduh Abang ja jangan kenceng ken ceng dong meluk nya aku gak bisa nafas ini" ucap Mell terbata bata.


Justin melepas pelukan nya "Oh iya maaf sayang Abang lupa" ucap nya cengengesan dan Mell hanya mendengus.


"Oh iya kenapa rumah ini sepi banget sayang?bapak sama ibu kemana?" tanya Justin.


"Tadi mereka pergi mengahadiri pesta pernikahan kerabat mereka" jawab Mell.


"Kita gak di ajak?" tanya Justin.


"Bapam sama ibu tadi ngajak kita kok, tapi aku bilang mau di rumah aja aku mau istirahat lagian kaki aku kan belum sembuh" ucap Mell.


"Oh iya gimana kaki kamu masih sakit sayang?" tanya Justin.


"Hm enggak sih cuma nyeri sedikit aja tapi gak papa kok" jawab Mell.


"Syukurlah, kalau kamu gak tahan sama sakit nya bilang sama Abang yah sayang" ucap Justin dan Mell mengangguk.


"Hari ini kalau Abang ajarin kamu bikin mie ayam" ucap Justin.


"Boleh, kebetulan tadi ibu juga abis belanja bulanan aku gak tau sih ada bahan buat bikin mie atau enggak tapi coba kita liat aja" ucap Mell.


"Wah bahan nya lengkap nih, kita bisa bikin sekarang" ucap Justin.


Setelah beberapa jam berkutat dengan peralatan dapur akhirnya mie buatam mereka sudah jadi dan terlihat sangat enak "Wah keliatan nya enak nih, kamu pinter deh cepet banget belajar nya"puji Justin.


"Tadikan di bantuin sama Abang, aku gak tau gimana rasa nya kalau aku buat sendiri pokok nya nanti Abang harus ajarin aku lagi yah" ucap Mell.


"Iya sayang" jawab Justin.


"Janji?" ucap Mell mengangkat jari kelingking nya ke udara.


Justin terkekeh kemudian menarutkan jari nya ke jari Mell tanpa janji mereka.

__ADS_1


__ADS_2