The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 135 SPECIAL DIANNA & HAN


__ADS_3

"Kakak dari mana aja aku takut" ucap Dianna.


"Iya kakak minta maaf yah udah ninggalin kamu lama" balas Han.


"Kak" panggil Dianna setelah merasa cukup tenang dan mulai melepaskan pelukan nya.


"Iya sayang" ucap Han menatap mata sendu Dianna.


"Apa tadi kakak patahin tangan kak Erik?" tanya Dianna.


"Kenapa?apa kamu khawatir sama dia?" tanya Han yang sedikit cemburu.


Dianna tersenyum "Bukan itu, aku cuma gak mau kakak jadi orang yang jahat karena melukai orang lain" ucap Dianna.


"Tenanglah, tangan nya akan sembuh dalam beberapa bulan kedepan" ucap Han menenangkan Dianna sambil memeluk nya lagi.


"Ini yang bikin aku jatuh cinta sama kamu Dianna, kelembutan kamu mengingatkan aku pada Mell bedanya kamu selalu lembut dalam setiap tindakan mu tapi Mell dia tau kapan harus menjadi selembut malaikat dan kapan harus menjadi sebengis iblis tapi ini juga yang buat aku takut, aku takut kalau kamu tau siapa aku yang sebenarnya kamu akan pergi dan menjauh dari aku, aku takut kamu gak bisa terima kalau aku juga adalah kaki tangan Mell di dunia bawah" batin Han sambil terus mengusap lembut rambut Dianna.


Setelah merasa cukup tenang Han mengajak Dianna berkeliling dan menikmati makan malam yang romantis yang sudah Han siapkan sebelum nya.


"Kita mau kemana sih kak?aku gak bisa liat apa apa ini" gerutu Dianna yang mata nya di tutup menggunakan sapu tangan milik Han.


"Sebentar lagi sampai, lagian tadi kan kakak udah buat gendong kamu tapi malah minta turun" sanggah Han membela diri.


"Aku cuma gak mau kakak capek" balas Dianna.


"Sampai" ucap Han yang menghentikan langkah nya juga Dianna kemudian membuka penutup mata nya perlahan.


"Wah ini indah banget kak" ucap Dianna yang merasa sangat takjub dengan dekorasi yang ada di hadapan nya.


"Gimana?kamu suka?" tanya Han dengan senyum hangat nya.


"Suka kak" jawab Dianna dengan mata berbinar dan masih fokus pada dekorasi nya


"Ehem" deheman Ham berhasil mengalihkan perhatian nya.

__ADS_1


Dianna berbalik dan melihat Han yang tengah berjongkok di hadapan nya dengan kotak kecil berwarna merah berisikan sebuah cincin di tengah nya.


Dianna terkejut dan menutup mulut nya terpana "Kak Han" pekik nya.


"Nona Dianna Putri apakah kamu bersedia menikah dengan ku, menjadi pendamping ku dalam suka dan duka, menjadi ibu dari anak anakku dan menua bersama ku?" tanya Han yang merasakan dada nya sangat berdebar menunggu jawaban Dianna walaupun dia sangat yakin bahwa Dianna pasti akan menerima nya.


Dianna tersenyum dan mengangguk dengan sangat yakin "Aku bersedia" jawab nya.


Han segera memasangkan cincin itu ke jari Dianna lalu bangkit dan memeluk nya "Aku janji akan selalu membuat mu bahagia Dianna" ucap nya.


"Aku tau" jawab Dianna seraya membalas pelukan Han.


"Ayo makan" ajak Han setelah melepas pelukan itu.


Saat ini mereka tengah makan malam dengan sangat bahagia menikmati rasa cinta yang tengah berkembang dalam hati mereka "Tuhan kali ini aku tidak akan mengalah untuk siapapun, tidak juga kau..aku akan bahagiakan wanita yang ada di hadapan ku ini dengan segenap jiwa dan raga ku" batin Han menatap Dianna yang ada di hadapan nya.


Setelah makan Han mengantar Dianna pulang ke kediaman Pramudita "Daddy Mommy" sapa Han ketika masuk dan melihat pasuti yang teramat romantis itu sedang saling bersandar satu sama lain.


"Han" ucap mereka bersamaan.


"Akhirnya kamu kembali nak" ucap Ais yang hanya tau bahwa Han pergi untuk perjalanan bisnis.


"Gimana kabar kalian?" tanya Han.


"Kita baik sayang, kamu sendiri gimana?" tanya Ais.


"Baik Mom, bahkan sebentar lagi aku akan meminang seorang gadis" ucap Han.


"Benarkah?" tanya Ais senang.


Han mengangguk dan menggenggam tangan Dianna membuat gadis itu semakin berdebar karena gugup.


"Selamat untuk mu Han" ucap Rio.


"Apa orang tua mu sudah tau?" tanya Rio lagi.

__ADS_1


"Belum Dad, aku bahkan belum pulang ke rumah" jawab nya.


"Dasar anak nakal kau selalu seperti itu" ucap Ais dan mereka tertawa bersama.


"Mau gimana lagi Mom, kalau aku pulang Ayah pasti akan sangat marah karena aku gak kasih kabar selama ini tapi kalau sekarang aku pulang sambil membawa calon menantu nya aku yakin akan terlepas dari kemarahan Ayah" ucap Han.


"Oh jadi kamu aku cuma biar gak kena marah Ayah?" ucap Dianna tiba tiba dan membuat Han gelagapan.


"Eh enggak sayang aku cuma bercanda jangan marah yah" ucap Han bingung dan takut kalau Dianna marah.


Namun sikap Han malah kembali mengundang tawa semua orang bahkan para pelayan yang melihat pun berusaha keras menahan tawa mereka.


Ternyata Tuan Han sudah berubah, itu pikiran para pelayan.


"Ayo masuk dan istirahat lah" ucap Rio sedangkan Ais meminta Dianna untuk membuatkan minuman di dapur, walaupun banyak pelayan tapu kalau urusan melayani Rio Ais tidak pernah menyerahkan nya dia selalu mengurus sendiri semua kebutuhan Rio.


"Dianna" panggil Ais dengan penuh kelembutan, Dianna sempat heran kenapa sifat lembut Nyonya Pramudita ini tidak menurun pada sahabat nya Mellani hehe.


"Iya Mom" sahut Dianna.


"Mommy ikut seneng karena sebentar lagi putri Mommy yang satu ini juga akan menikah" ucap nya.


Dianna tersenyum mendengar ucapan Ais, hati nya begitu tersentuh dengan kelembutan yang dimiliki nya "Mommy makasih yah udah terima aku di keluarga Mommy" ucap Dianna.


"Kamu bicara apa sih?kamu kan emang anak Mommy juga" jawab Ais.


"Mellani beruntung banget punya Mommy kaya Mommy" ucap Dianna.


"Kamu juga kan anak Mommy" jawab Ais.


"Jadi gimana apa kamu udah kasih tau orang tua kamu sayang?" tanya Ais.


"Belum Mom, rencana nya aku mau telfon Mamah ku dulu" jawab Dianna.


"Yaudah jangan terlalu lama sayang gak baik" nasehat Ais.

__ADS_1


"Iya Mom" jawab Dianna.


"Ayo kita bawa minuman nya" ajak Ais.


__ADS_2