The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 69


__ADS_3

Mellani berjalan dengan tegap dan gagah walaupun dia seorang wanita, tetapi masih ada sisi keanggunan dalam cara nya berjalan dia sangat berwibawa dan di segani seluruh karyawan nya.


Wajah nya yang begitu cantik dan mempesona mampu menghipnotis hampir semua karyawan laki - laki nya, bahkan banyak karyawan wanita yang merasa iri dengan kecantikan pewaris perusahaan tempat mereka bekerja itu.


Sorot mata nya yang tajam mampu menggetarkan keberanian semua orang bahkan ada yang sampai bergetar ketakutan jika satu kontak mata dengan nya.


Semua karyawan menunduk dan menyapa pimpinan mereka tapi yang di sapa hanya berjalan lurus dan mengabaikan begitu saja, tidak seperti saat pertama kali dia datang dengan wajah nya selalu di hiasi dengan senyum manis.


Entah apa yang terjadi namun setelah hari itu mereka jarang melihat Mellani tersenyum lagi, apa lagi akhir - akhir ini Mellani malah lebih sering marah dan menatap tajam pada karyawan nya.


"Awwwww hiks maaf Aunty hik" ucap nya lirih, seorang anak perempuan berusia sekita enam tahun berlari dan menabrak Mell yang sedang berjalan sambil melihat ponsel nya, anak itu membawa ice cream di tangan nya dan tumpah mengenai pakaian Mell padahal pagi ini dia sedang buru - buru karena ada rapat yang penting sekali.


Anak itu masih saja duduk menunduk ketakutan sambil menangis, berjongkok menyejajarkan tinggi mereka dan melihat wajah nya.


"Anak ini manis sekali, lihat lah wajah nya itu sangat menggemaskan walaupun penuh dengan bekas ice cream yang dia makan tadi" gumam Mell sambil tersenyum, semua karyawan melihat kejadian itu mereka sangat yakin bos nya itu pasti akan memarahi atau bahkan memukul anak kecil itu.


"Ayo bangun, kamu baik - baik aja kan?ada yang sakit nggak?" tanya Mell sangat lembut sambil terus tersenyum dan membantu anak itu untuk berdiri.


Anak itu menghentikan tangis nya dan memeluk Mell, Mell kaget namun langsung membalas pelukan anak kecil itu agar dia merasa lebih tenang, semua karyawan yang melihat interaksi dan perubahan raut wajah bos nya itu kaget juga kagum bos nya bisa bersikap selembut itu.


Melerai pelukan "Gimana?apa yang sakit nggak cantik" tanya Mell memastikan.


Menggelengkan kepala "Nggak Aunty, aku ga papa" jawabnya.


"Kamu ngapain di sini" tanya Mell lembut, anak itu kembali menunduk memperhatikan ice cream yang jatuh, Mell menyadari hal itu dan langsung mengajak nya pergi.


"Ikut Aunty yuk, kita beli ice cream lagi di cafe kantor..mau nggak?" tanya Mell.


Anak itu mengangguk dan berjalan menggandeng tangan anak manis itu sambil sesekali menanyakan nama nya dan ternyata nama nya adalah Yuki, setelah sampai di cafe dan membeli ice cream Yuki kembali berlari dan tidak sengaja menabrak seseorang lagi, namun kali ini gadis manis itu tidak beruntung karena saat meminta maaf dia malah di marahi bahkan hendak di pukul.

__ADS_1


"Apa yang anda lakukan" bentak Mell menahan tangan wanita yang hendak memukul pipi chuby Yuki.


"Lepaskan" jawab nya ketus dan menarik tangan nya.


Mell berjongkok di hadapan Yuki dan memangil Siska yang baru datang, tadi Siska di perintahkan untuk mengundur rapat sebentar.


"Siska tolong bawa Yuki" ucap Mell sambil tersenyum menatap Yuki sedangkan anak itu masih sedikit terisak dan ketika hendak berjalan dia menatap kembali Angel dan mengatakan maaf namun Angel malah memalingkan wajah nya kesal.


"Seharusnya anda tidak bersikap sekasar itu pada anak - anak" ucap Mell.


"Heh lo pikir lo itu siapa?berani ngatur - ngatur gue hah?lo gak tau yah siapa gue?" bentak Angela.


"Saya tidak tau anda siapa tapi saran kan agar anda meminta maaf pada anak itu, dan lupakan yang sudah terjadi" pinta Mell sopan, entah angin dari mana sampai Mell mendapat kesabaran sebesar itu.


"Sampe kapan pun gue gak akan pernah minta maaf sama siapapun, ingat itu!" jawab nya.


Mell terkejut karena ada yang mengaku sebagai putri pemilik perusahaan padahal itu perusahaan Daddy nya, dan Mell ingin bermain - main sedikit sekarang dengan gadis sombong yang usia nya mungkin tak jauh dari nya.


"Ah benarkan?anda putri dari pemilik perusahaan ini?" tanya Mell.


"Yaiyalah" jawab nya sombong dan angkuh.


"Boleh saya tau nama anda Nona?" tanya Mell dengan menekankan kata terakhirnya.


"Buat apa?jangan kurang ajar ya lo, gue bisa aja tendang lo dari negara ini kalo gue mau" jawab nya sombong.


Tertawa sedikit "Ah mana mungkin saya berani kurang ajar dengan putri dari pemilik perusahaan ini" ucap Mell.


"Angela Grizly Autis" ucap nya sombong.

__ADS_1


"Baik Nona Autis saya permisi, sampai bertemu segera" ucap Mell kemudian pergi meninggalkan gadis sombong itu.


**


Di ruangan


"Siska, di mana Yuki" tanya Mell.


"Nona, anak itu seperti nya kelelahan karena menangis dan tidur jadi saya baringkan di sofa" jawab Siska.


Mell melihat ke arah Yuki, menatap nya lekat dan mengangkat nya.


"Tolong umumkan keberadaan gadis ini, saya takut orang tua nya sedang mencari nya" perintah Mell kemudian membawa Yuki ke kamar pribadi yang di ruangan nya dan meletakkan nya di ranjang milik Mell.


Mell pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian nya, kemudian pergi ke ruang rapat.


"Selamat siang semua nya, maaf saya sedikit terlambat" ucap Mell lalu duduk di kursi kebesaran nya, walaupun Mell adalah pemimpin perusahaan namun dia tidak segan meminta maaf atau berterima kasih jika itu di perlukan.


Semua orang kembali duduk setelah Mell duduk, karena saat Mell datang tadi mereka semua berdiri dan menundukkan kepalanya tanda hormat.


"Mari kita mulai rapat nya" ucap Mell kembali ke mode datar sejak saat masuk ruang rapat.


"Maaf Nona, tapi atasan saya sedang keluar sebentar" ucap seorang pria dengan postur tubuh tinggi semampai itu.


"Jika atasan anda memang tidak berniat menghadiri rapat ini seharusnya katakan sejak awal, jangan malah seperti ini" bentak Mell.


"Maaf Nona, saya permisi keluar sebentar mencari atasan saya" ucap lelaki itu sopan.


Mell tidak menjawab dan malah pergi meninggalkan rapat, Siska yang berdiri di belakang Mell mengikuti nya tapi sebelum keluar dia mengatakan kalau rapat di undur sampai besok.

__ADS_1


__ADS_2