
Saat sampai di rumah Yunira langsung masuk ke kamar nya begitupun dengan pasutri itu, karena sudah larut mamah dan papah juga pasti sudah ke alam mimpi mereka.
Saat dalam kamar "Aku mau bersih bersih dulu deh" ucap Mell lalu masuk ke kamar mandi.
Sepuluh menit kemudian dia keluar dan bergantian Justin yang masuk, saat Justin keluar dia sudah melihat Mell duduk berselonjor kaki di atas ranjang mereka.
"Kamar kamu nyamana juga yah" ucap Justin.
"Hmm emang gak sebesar kamar kita sih tapi yaah aku emang buat kamar ini senyaman mungkin" balas Mell sambil memijat kakinya yang sedikit pegal.
"Kenapa?cape yah?" tanya Justin.
Mell mengangguk "Mungkin karena udah lama gak olahraga malem aja kali" jawab Mell asal padahal dia sering olahraga malam saat di markas.
"Sini Abang pijitin" ucap Justin lalu menarik kaki Mell ke depannya.
"Eh Abang apa sih gak usah" tolak Mell menarik kaki nya.
"Gak papa sayang kan kaki kamu pegel" ucap Justin.
"Iya tapi Abang gak usah pijitin aku" ucap Mell.
"Aku cuma perlu istirahat aja terus besok juga udah baikan" tambahnya.
"Yaudah istirahat gih" ucap Justin merebahkan tubuh Mell.
"Oh iya Abang mau tanya, kenapa kamu mutusin buat adain resepsi minggu depan?" tanya Justin.
"Abang gak setuju?yaudah kalau gitu tinggal bata_"
"Nggak sayang, Abang setuju kok" tungkas Justin.
"Yaudah aku capek mau istirahat" ucap Mell lalu memejamkan mata nya.
"Sayang gak ada ciuman selamat mal_" Belum sempat Justin selesai bicara Mell sudah mencium bibir Justin bukan hanya ciuman tapi Mell berusaha memperdalam nya lidah nya memelintir menelusuri setiap rongga mulut Justin.
Cukup lama mereka melakukan nya sampai Mell kembali ke posisi semula dan mengucapkan "Selamat malam Abang" ucap Mell tersenyum lalu tidur.
Justin yang masih terkejut hanya bisa diam lalu sadar dan membalas ucapan Mell "Malam sayang" balas nya lalu membawa tubuh Mell ke dalam pelukan nya dan Mell hanya menurut.
"Astaga apa yang gue lakuin sih?kenapa bisa seberani itu gue?" batin Mell.
"Abang seneng kamu punya inisiatif sendiri Mell" batin Justin.
*****
Pagi menjelang kini Mell sudah sibuk berkutat di dapur bersama dengan mamah nya untuk menyiapkan sarapan.
Justin datang dengan pakaian rapi dan langsung menemui Mell "Kamu masak apa sayang?" tanya Justin.
"Aku cuma bantuin mamah" ucap Mell.
"Ini mamah bikin nasi goreng special buat kita sarapan" ucap mamah.
"Wah bau nya harum banget mah" ucap Justin.
"Iya kamu tunggu di meja makan aja yah sama papah" ucap Mamah.
"Ok mah" jawab Justin.
Selesai memasak mereka makan bersama di meja makan bersama sekeluarga.
Setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga "Sayang, kalian akan tinggal di sini kan sampai resepsi nanti?" tanya papah Mell.
"Hmm iya pah" jawab Mell.
"Syukurlah mamah seneng banget" ucap Mamah Mell.
__ADS_1
Siang menjelang "Mah aku lagi males makan nasi, kayak nya enak deh kalau makan yang pedes pedes asem gitu" ucap Mell membayangkan makanan apa kira kira.
"Sayang kamu lagi_"
"Apa mah?" tanya Mell heran dengan ekspresi mamah nya.
"Apa sebentar lagi mamah akan dapat cucu?" tanya nya girang.
Mell menghela nafas jengah "Astaga mah aku pikir apa?mamah dari dulu kan aku juga sering makan kaya gitu, dan itu emang makanan favorit aku, pedas asam" ucap Mell membayangkan.
"Yaudah kamu beli bakso aja di warung bu elis sana" ucap Mamah.
"Ok mah" jawab Mell girang.
"Eh jangan lupa ajak suami kamu" ingat mamah.
"Iya mah" jawab nya.
***
Di kamar
"Abang, aku mau beli bakso di depan Abang mau ikut gak?" tanya Mell.
"Lets go" ucap Justin langsung bangun dari ranjang.
**
"Bu bakso nya dua yah" ucap Mell.
"Oh iya nenk" jawab nya.
"Waaaah nenk Mell ini siapa kok ganteng banget"
"Iya ih ganteng tinggi putih lagi"
"Eh jadi mantu ibu aja anak ibu lebih cantik seksi lagi"
"Eh mas sama aku aja aku masih single loh" genit seseorang, kebetulan sedang banyak orang di sana, Mell yang berada di samping Justin hanya diam menahan kesal.
"Maaf bu saya sudah menikah" jawab Justin seraya tersenyum.
"Nenk emang bener si mas ganteng ini udah nikah?" tanya seorang ibu yang ingin menjodohkan putrinya dengan Justin.
"Iya buk ini suami saya, nama nya Justin" ucap Mell.
"APA!"
"Masa sih?kok lo bisa nikah sama cowo ganteng ini?" tanya seorang gadis tadi.
Tak lama seseorang datang "Eh Non nona ada di sini?" ucap seorang pemuda sedikit terkejut karena melihat bigboss nya ada di hadapannya
"Kau siapa?" tanya Mell heran.
"Saya salah satu staf di Pram Group Nona, Nona mungkin tidak mengenal saya" ucap nya menundukkan kepala.
"Ah maaf saya tidak mengenal anda" ucap Mell tidak enak.
"Kamu kenal sama Mellani nak?" tanya Ibu pemuda itu.
"Iya buk, Nona Mellani atasan ku di kantor" jawab nya.
"APA?" ucap semua orang serempak.
"Tapi kenapa Nona ada di sini?" tanya pemuda itu.
"Kamu kenal dengan ibu Nuri dan suami nya?" tanya Mell dan pemuda itu masih mengingat.
__ADS_1
"Orang tua Yunira?" tanya nya antusias.
"Dia ini anak keluarga itu" jawab salah seorang ibu ibu.
"Saya anak angkat mereka bu" jawab Mell.
"APA?" ucap pemuda itu.
"Pantas saja saya merasa tidak asing saat pertama kali melihat Nona di kantor, tapi seperti nya saya jarang malah hampir tidak pernah melihat Nona di rumah itu atau berada di sekitar sini" ucap pemuda itu.
"Itu karena saya jarang keluar dan hanya sesekali saja keluar.
"Tapi kenapa nenk jadi anak angkat di keluarga sederhana itu?" tanya ibu pemuda tadi.
"Maaf saya tidak bisa jawab pertanyaan itu" ucap Mell datar.
"Saya minta maaf telah bicara tidak sopan sama nenk" ucap ibu tadi.
"Iya saya bahkan lancang sudah mau menjodohkan anak saya dengan suami nenk" ucap salah seorang ibu itu.
"Apa anak ibu juga bekerja di perusahaan saya?" tanya Mell penasaran.
"I i iya nenk" jawab nya gugup karena takut anak nya akan di pecat padahal dia sudah hidup enak sejak anak nya bekerja di perusahaan itu.
"Ah pantas saja" gumam Mell sinis namun masih terdengar oleh mereka semua.
"Iya Nona anak ibu ini juga bekerja bersama saya di perusahaan Nona" ucap pemuda itu.
"Baiklah kalau begitu saya permisi" ucap Mell sopan.
"Nenk bisa gak anak ibu kerja juga di perusahaan nenk, kita kan tetangga masa gak bisa bantu sih?" bujuk salah seorang ibu.
Mell tersenyum kecut "Maaf bu tapi perusahaan saya hanya bisa mempekerjakan orang yang profesional tekun rajin sopan dan berintegritas tinggi saja bukan orang sembarangan, lagi pula semua yang bisa bekerja di sana harus menjalani prosedur yang panjang dan harus lolos semua test nya" jelas Mell panjang lebar.
"Iya buk penerimaan di perusahaan Nona Mell memang sangat ketat, saya sangat beruntung karena mendapat beasiswa dan bisa magang di sana jadi saat lulus kuliah saya bisa langsung bekerja di perusahaan itu" ucap pemuda itu.
"Apa anda kuliah di universitas yang di naungi perusahaan saya?" tanya Mell.
"Benar Nona, saya sangat berterimakasih karena mendapat beasiswa dan berkesempatan magang di perusahaan Nona" ucap nya.
"Tidak perlu berterima kasih itu sudah menjadi takdir mu, pertahankan kinerja mu kita akan bertemu di kantor saat kamu bisa mendapat primosi" ucap Mell.
"Tentu Nona saya akan buktikan kemampuan saya" balaa nya yakin.
"Nenk ini pesanan nya" teriak bu elis.
"Ayo" ajak Mell pada Justin dan meninggalkan orang orang itu.
"Waah bau nya enak banget" ucap Mell lalu menuangkan saus kecap dan banyak sambal di mangkuk bakso nya.
"Astaga sayang kenapa sambel nya banyak banget" protes Justin.
"Aku emang suka pedes" ucap Mell seadanya.
"Gak bisa nanti perut kamu sakit" ucap Justin lalu menukar mangkuk bakso nya.
"Loh kok di tuker sih?" protes Mell.
"Udah jangan banyak bicara ayo makan" ucap Justin.
Justin makan dari mangkuk milik Mell "Hah pedes banget huh hah huh hah"
"Kan aku udah bilang jangan makan punya ku" ucap Mell kesal lalu menukar lagi mangkuk nya.
"Tapi nanti kamu sakit perut sayang" ucap Justn.
"Gak akan, udah tuh makan punya Abang sendiri" kesal Mell.
__ADS_1
Akhirnya mereka makan milik mereka masing masing.