The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 152


__ADS_3

Setelah menjelaskan kesalahpahaman itu Mell meminta Iis untuk keluar lebih dulu dan hanya tinggal ada Mell Robi juga Fahmi di ruangan itu.


"Kalian tau apa kesalahan kalian?" tanya Mell.


"Enggak kita gak tau" ucap Fahmi sedikit gelagapan.


Mell menyeringai di balik tubuh nya yang sedang membelakangi mereka berdua namun ada aura kemarahan juga di dalam nya mengingat betapa menjijikan nya mereka mengambil kesempatan dalam kesempitan terhadap para pegawai wanita nya.


"Saya rasa kalian tau pasti maksud saya" ucap Mell lalu membalikkan kursi tempat nya duduk sambil menatap mereka yang kini tengah menunduk.


"Saya beri kalian peringatan pertama dan kesempatan terakhir dari saya, kalau kalian masih mau bekerja dan hidup dengan layak maka perbaiki sikap kalian pada orang lain terutama rekan wanita kalian, jangan pernah mengambil kesempatan dalam kesempitan dan jangan pernah mengancam mereka" ucap Mell panjang lebar.


"Kalau kalian berani melakakukan nya lagi saya bersumpah saya sendiri yang akan menyeret kalian dari perusahaan dan memastikan tidak akan ada perusahaan yang mau menerima kalian lagi" tambah nya.


"Baik kami berjanji" ucap nya.


"Apa ada yang kalian ingin sampaikan?" tanya Mell.


"Sebenar nya_"


"Gak ada lagi" potong Fahmi pada ucapan Robi.


"Sebenarnya apa?katakan dengan jujur saya akan meringankan hukuman kalian, setidak nya kalian tidak akan jadi pakan untuk peliharaan saya" ancam Mell.


"Kadang kami menjual barang pada bagian produksi untuk menutup kekurangan yang ada" ucap Robi.


"Bagaimana dengan kamu?" tanya Mell lagi pada Fahmi yang seperti nya masih enggan untuk jujur tapi juga merasa sedikit takut jika diam apalagi berbohong.


"Iya saya juga melakukan nya" ucap jujur Fahmi.


Mell menghela nafas cukup panjang lalu membuang nya kasar sebenar nya Mell sudah tau hanya saja Mell ingin mendengar langsung dari pelaku nya.


"Siapa lagi yang terlibat dalam hal ini?" tanya Mell lagi.


"Hampir semua" jawab Fahmi.

__ADS_1


"Baiklah kalian rahasiakan apa yang hari ini kita bicarakan" ucap Mell


"Kalau sampai bocor kalian tau kan apa akibat nya" tambah Mell.


"Keluar lah, kalian punya waktu satu minggu untuk liburan nikmati waktu itu sebaik mungkin" ucap Mell lagi.


Setelah mereka keluar Mell kembali memanggil anak buah nya beserta Siska sekalian "Kalian dengar perintah gue, gue mau kalian perketat penjagaan jangan sampe ada sedikit pun celah buat musuh kita bisa masuk ke mansion ini dan melukai tamu tamu gue, kalian juga harus bersikap sopan dan ramah sama mereka, perlakukan mereka seperti tamu istimewa selama di sini..paham?" jelas Mell.


"Paham Queen" jawab mereka serempak termasuk Siska.


"Bagus, sekarang keluar lah" balas Mell sedangkan Siska masih setia berdiri di tempat nya.


"Mba aku mau tau kenapa Yunira bisa sama kak Andre, kenapa harus Yunira? kenapa?" tanya Mell sedikit kesal pasal nya dia tau kalau Yunira tidak akan aman jika bersama Andre sebab Ayah nya sangat tidak menyukai Yunira.


"Sabar Mell, mba tau kamu kesel tapi kamu juga harus liat malasah ini dari sudut yang lain nya" ucap Siska yang mencoba menenangkan amarah Mell.


Mell diam dan mencoba mendengarkan penjelasan Siska (mode galak euyyy)


Cerita singkat mereka berdua ada di episode 144 yah readers..


"Dia sudah selesai di operasi dan sedang menjalani proses pemulihan" jawab Siska.


"Dan_"


"Yunira baik baik saja, Andre membawa nya pergi ke rumah orang tua Yunira meminta restu" potong Siska yang tau apa pertanyaan Mell bahkan sebelum Mell mengatakan nya.


Lagi lagi Mell menghembuskan nafas berulang kali seolah menetral kan semua emosi yang ada dalam diri nya, entahlah rasa nya sangat marah bahagia kecewa juga takut karena khawatir dengan keselamatan adik nya itu.


"Apa Kak Andre tau soal Ayah nya?" tanya Mell lagi.


"Dia tau dan dia menyerahkan semua nya pada Queen" jawab Siska lagi.


"Awasi terus Mr Rocky gue gak mau dia mati gitu aja, dia harus ngerasain hidup yang sangat menderita sampai untuk kematian nya sendiri pun dia harus memohon" ucap Mell dengan geram.


Setelah berbincang dengan Siska juga memerintahkan nya untuk tetap mengawasi Andre juga Yunira, Mell meminta Siska untuk keluar.

__ADS_1


Mell keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju kamar nya di ruang tamu dia melihat banyak tamu tamu nya yang sedang asik bercanda bersama ada juga yang sedang menikmati sinar matahari pagi di taman mini milik nya.


Mereka terlihat sangat bahagia dan menikmati kehidupan mereka, Mell melewati mereka dengan tersenyum ramah lalu mengatakan untuk ke kamar karena ingin istirahat.


Di kamar, Justin sedang duduk di kursi luar balkon kamar mereka sambil memakan potongan kecil apel merah, dia terlihat sangat tampan jika di lihat dari samping sini pikir Mell namun juga seperti nya lelaki tampan itu tengah memikirkan sesuatu dalam benak nya.


"Abang" panggil Mell seraya menyentuh kedua bahu Justin lalu memijat nya pelan dengan kasih sayang dan cinta yang kini tengah merekah di hati pasutri itu.


Justin tersenyum melihat Mell yang sangat perhatian "Sayang, gak usah pijitin Abang nanti tangan kamu capek" ucap Justin, walau senang namun dia tidak ingin Mell sampai kelelahan hanya untuk melayani nya apalagi kini Mell juga tengah mengandung buah hati mereka.


Dia bicara sambil tangan nya meraih tangan Mell yang tengah memijat bahu nya lalu menuntun Mell untuk duduk di sebelah nya.


"Gimana?uruasan kamu udah selesai?" tanya Justin lembut.


Mell tersenyum "Udah kok" jawab Mell lalu berdiri dan berpindah posisi duduk, kini Mell duduk di sebuah ayunan gantung berukuran sedang.


"Hah" Mell menghembuskan nafas nya.


Justin berjalan dan menarik lembut tangan Mell "Abang aku mau duduk di sini" protes Mell manja.


"Iya tapi bangun dulu sebentar" balas Justin.


Justin duduk di ayunan itu lalu meraih pinggang Mell untuk membuat nya duduk di atas pangkuan Justin "Abang nanti ada yang liat" ucap Mell yang berusaha bangun namun Justin justru mengeratkan pelukan nya dan menciumu ceruk leher Mell.


"Gak akan ada yang liat sayang, kita kan di kamar emang siapa yang berani masuk tanpa ijin kita?" balas Justin yang tangan mulai aktif mencari dua gumpalan daging yang terletak di bagian depan istri nya itu.


"Abang mau apa?" ucap Mell namun dengan sedikit lenguhan sehingga membuat suara nya justru terdengar sangat seksi di telinga Justin.


"Ehmm Abang mau sayang" ucap Justin dengan suara yang sudah sangat berat seolah menahan sesuatu.


Mell tidak dapat lagi menolak keinginan suami nya itu dia pun pasrah dalam kungkungan Justin yang selalu membuaikan diri nya, Mell di buat seolah melayang tinggi oleh sentuhan sentuhan aktif Justin yang kian prifesional.


Perlakuan lembut nya setiap kali mereka berhubungan selalu membuat Mell tidak bisa menolak ajakan suami nya itu.


Suara suara misterius terdengar sangat kencang di ruangan yang besar itu untung nya mansion itu sudah di bekali dengan sistem smart home jadi setiap kamar nya bisa meredam suara sekencang apapun saat sistem pengedap suara nya di nyalakan.

__ADS_1


__ADS_2