Wangi Untuk Galih

Wangi Untuk Galih
Ep. 104 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking


__ADS_3

Di markas geng Scorpion, ruangan bagian dalam Lamona...


Prang!!


"Sialan!!" Teriak seorang lelaki bule yang mengenakan jas berwarna hitam sambil melemparkan sebotol wine hingga cairan merah itu menggenang di lantai.


"Bagimana bisa kalian kehilangan barang itu?! Barang itu sangat berharga dan lebih mahal daripada nyawa kalian! Itu adalah barang keluaran terbaru. Apa kalian pikir mudah mendapatkannya hah?!!" Dia kembali berteriak melontarkan kemarahannya, sementara orang-orang di sekitarnya yang kesemuanya adalah lelaki berbaju serba hitam hanya menunduk takut. Sudah jelas mereka semuanya hanyalah anak buah lelaki berjas hitam itu.


"Maafkan kami Boss, kami lengah, kami tidak tahu jika Ali akan melakukan itu, kami..."


"Diam!"


Salah seorang dari anak buahnya mencoba memberi penjelasan namun langsung dipotong oleh lelaki yang dipanggil Boss tersebut. Tapi mendengar mereka menyebut nama Ali, maka sudah pasti lelaki berjas hitam yang mereka panggil Boss adalah Jushua Franklin, mantan anggota pasukan khusus militer AS yang kini menjadi buronan. Orang dibalik penculikan adik perempuan Ali, Erisha.


"Dimana Ali sekarang?" Tanya Joshua dengan nada dingin.


"Setelah kami memukulinya malam itu kami tidak tahu keberadaannya." Jawab salah satu anak buahnya.


"Bodoh! Menangani satu tikus saja kalian tidak becus! Temukan sekarang juga! Bawa ke hadapanku hidup-hidup!" Joshua kembali berteriak marah karena tidak seorang dari anak buahnya yang bekerja dengan benar.


"Ba, baik Boss." Jawab mereka serempak.

__ADS_1


"Ah anu Boss... Sepertinya Ali kembali ke desa tempat tinggalnya. Karena tidak ada tempat lain yang dia tinggali selain di sana." Kata anak buah Joshua lainnya.


"Kalau begitu cari di sana dan bawa dia kesini setelah kalian menemukannya." Perintah Joshua.


"Masalahnya desa itu adalah desa terdekat dengan perbatasan Blue Line yang selalu dijaga oleh pasukan PBB." Kata anak buahnya lagi.


"Apa kalian bekerja di sini dengan otak yang tumpul?! Apa kalian tidak punya cara sendiri untuk masuk ke desa itu hah?!! Suruh opsir tolol itu yang mengurusnya!" Lagi-lagi Joshua meninggikan suaranya, hari itu memang benar-benar hari yang menguras emosinya.


"Baik Boss!" Jawab serentak anak buahnya.


"Dasar semuanya tidak becus! Lagian jika semua itu tidak berhasil, kita masih punya saru umpan cantik di tanganku hahaha...!" Tawanya menggelegar setelah mengatakan itu.


Sementara itu di markas Indobatt, Komandan pasukan telah mengumpulkan beberapa prajuritnya untuk rapat membicarakan masalah strategi yang akan mereka lakukan untuk menangkap Jushua dan menyelamatkan adik perempuan Ali.


"Dalam operasi penangkapan dan penyelamatan ini kita akan dibantu oleh pasukan PBB AS dan tentunya tentara Lebanon sendiri. Menurut mata-mata yang menyamar sebagai pengunjung di Lamona, mereka sudah tahu jika beberapa barang berharga mereka telah dicuri oleh Ali. Anak buah Joshua sudah bergerak mencari keberadaan Ali di sekitaran kota dan kemungkinan mereka akan bergerak mencari Ali di desa tempat tinggalnya besok pagi. Untuk jaga-jaga jika mereka datang malam nanti, beberapa dari kalian harus menyamar menjadi penduduk desa di sana bersama tentara Lebanon. Dan kemungkinan besar mereka tidak akan satang sendiri karena mereka pasti sudah memperkirakan keberadaan kita yang selalu berpatroli di desa-desa yang berdekatan dengan wilayah Blue Line. Jadi mereka pasti akan menyuruh opsir yang bekerjasama dengan mereka. Jadi kalian harus berhati-hati dan pastikan mereka yang datang mengacau tidak akan bisa kembali ke markas mereka." Ucap Komandan panjang lebar menerangkan strategi penangkapan kepada anak buahnya.


"Siap, Komandan!" Jawab mereka semua serempak.


"Kalau begitu kalian bisa kembali untuk mempersiapkan diri, kecuali Galih, Romero dan Umar tetap di sini." Perintah Komandan.


"Siap, laksanakan!" Jawab mereka lagi dengan tegas lalu membubarkan diri menyisakan Galih, Romero serta Umar bersama sang Komandan pasukan.

__ADS_1


"Ada tugas tambahan untuk kalian." Kata Komandan sambil menatap serius ke masing-masing dari mereka.


"Masuk ke sarang kawanan kalajengking dan tangkap Raja Kalajengking yang lepas." Lanjut Komandan memberikan perintahnya.


"Siap, laksanakan!" Jawab ketiganya serempak dengan tegas.


Mereka bertiga kembali ke tempat mereka untuk bersiap-siap bersama anggota pasukan lainnya yang ditugaskan setelah mendapat pengarahan dari sang Komandan.


Setelah persiapan selesai mereka lekas berangkat ke desa tempat tinggal Ali dan akan menempati titk-titik yang sudah di tentukan dengan diam-diam. Tak lupa mereka sudah berkoordinasi dengan pasukan PBB dari pihak AS dan Lebanon yang juga berada di sana.


Di dalam perjalanan Galih menyempatkan diri untuk mengirim pesan lewat WhatsApp untuk Wangi yang mengabarkan jika dirinya tidak akan ada di markas untuk sementara waktu karena tugas dan menyuruh Wangi untuk selalu berhati-hati di tempat kerja. Namun Galih enggan menjawab ketika Wangi bertanya kemana dirinya pergi bertugas kali ini. Galih hanya menjawab jika tempatnya tidak jauh dan akan segera kembali.


"Maaf Wangi, aku tidak ingin membuatmu khawatir." Gumam Galih dalam hati.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2