Wangi Untuk Galih

Wangi Untuk Galih
Ep. 96 Serasa Di Dalam Drama Korea


__ADS_3

Pagi yang cerah, udara yang segar dan pemandangan yang indah menambah kesegaran mata. Itulah yang dipikirkan para wanita-wanita di area asrama markas militer Indobatt. Bagaimana tidak jika hampir setiap hari selalu disuguhi roti sobek berjalan yang penuhi peluh yang menetes seksi. Eiittss... Jangan traveling kemana-mana... Seperti biasa kegiatan rutin para tentara itu adalah latihan fisik, dan salah satunya adalah lari pagi dengan bertelanjang dada. Yahh... Meski tidak setiap lari harus toples alias bertelanjang dada sih. Tapi momen seperti ini adalah yang selalu ditunggu-tunggu para hawa di kawasan wilayah markas Indobatt. Ehh, bukan berarti para wanita di sana otaknya pada ngeres ya! Hanya saja itu adalah hiburan tersendiri bagi mereka yang setiap hari bekerja keras di negara orang yang penuh dengan siaga penuh dua puluh empat jam. Maklum di sana merupakan wilayah konflik yang cukup berbahaya. Yahh... Paling tidak melihat para tenatara yang sedang lari pagi seperti itu akan menambah semangat mereka juga.


"Duuh... gimana gak langsung melek kalau pagi-pagi gini sudah disuguhi roti sobek selai coklat? Mata gue yang tadi malam ngerasa rabun habis kerja seharian langsung bening tanpa tetes mata. Tapi kalau kelamaan lihat gue bisa anemia." Ucap Starla, sukarelawan medis asal Jakarta yang merupakan seorang perawat.


"Lha... Kok bisa gitu Star?" Tanya Anne.


"Gimana gue gak anemia? Kalau kelamaan mantengin yang gituan gua bisa mimisan." Jawab Starla dengan jawaban recehnya.


"Ckckk.... Receh banget alesan lu!" Sahut Wangi yang jadi ketularan lu-gue sama Starla.


"Haha... Ya mau gimana lagi Dok, mumpung masih di sini, lihatin sepuasnya, kalau sudah pulang ke Indo yang beginian pasti ngangenin hehe..." Ujar Starla sambil cengengesan. Maklum, Starla ini tipe orang yang suka asal ceplos dan apa adanya, cewek ceria yang hamble tapi kerjanya sat set dan bisa diandalkan.


"Iya juga ya... Hari-hari seperti ini gak bakal kita dapatkan kalau kita sudah pulang ke Indo." Sahut Anne sambil menikmati pemandangan para prajurit yang sedang latihan fisik.


"Makanya, mumpung di sini puas-puasin aja." Timpal Wangi.


"Ckck... Cewek kalian gak kerja? Malah asikan nonton cowok telanjang." Ujar Lukman yang tiba-tiba sudah berdiri di depan mereka.


"Apaan sih Luk, masih jam enam juga. Minggir sana! Nutupin!" Sahut Wangi kesal sambil mendorong Lukman untuk minggir ke samping.


"Apa sih yang menarik? Cuma lihat orang latihan fisik doang. An, jangan ikut-ikutan mereka ntar mata suci kamu ternodai." Ucap Lukman yang kembali menghalangi pandangan mereka dan kali ini dia berdiri tepat di depan Anne.


"Ihh... Dokter Lukman! Minggir dong... Aku kan jadi gak bisa lihat mereka." Anne juga jadi jengkel.


"Ann, kalau masalah body aku juga gak kalah dari mereka, mau lihat?"


"Stop! Ntar mata saya yang justru ternodai jika Dokter buka baju." Sahut Anne yang langsung menghentikan gerakan Lukman yang hendak mengangkat kaos yang dipakainya.


"Pfftt... Hahaha..." Seketika Wangi dan Starla ngakak abis mendengar ucapan Anne dan melihat ekspresi Lukman yang seperti habis ditolak cintanya sama Anne.


"Wang, seneng banget kamu lihat teman menderita." Ujar Lukman dengan wajah masamnya pada Wangi.


"Pfftt... Habisnya deritamu merupakan kebahagianku Luk." Jawab Wangi mengejek Lukman.


"Sadis kamu Wang! Kamu tuh sudah punya Galih, masih saja seneng lihat toples cowok lain. Ntar kepergok Galih tahu rasa!" Ujar Lukman membalas ucapan Wangi.


"Gak papa, asal gak ketahuan." Celetuk Starla.


"Nahh... Betul tuh kata Starla." Sahut Wangi.


"Ck, kalau mau sesat jangan ajak-ajak Anne dong... Ann, yuk pergi yuk!" Ujar Lukman sambil meraih tangan Anne hendak mengajaknya pergi dari tempat itu.


"Maaf Dok, siapa anda? Lepas!" Kata-kata sarkas yang tidak terduga keluar dari mulut Anne langsung membuat Lukman mematung dan membuat Wangi juga Starla menganga, namun sedetik kemudian tawa Wangi dan juga Starla kembali menggelegar. Lukman pun refleks langsung melepaskan tangannya dan setelahnya Anne pun pergi dari sana meninggalkan mereka bertiga.

__ADS_1


"Bhuahahahah... Aduh...perut aku...pft haha...perut aku kaku." Wangi tidak bisa menahan tawanya sampai membuat perutnya kram.


"Pfft... Dokter Lukman, sebaiknya anda segera meresmikan hubungan anda, agar tidak ada lagi pertanyaan 'Siapa Anda?' pfft..haha..." Lanjut Wangi sambil menepuk pundak Lukman dan kemudian pergi bersama Starla yang juga mengikutinya, meninggalkan Lukman yang masih mematung karena speechless mendengar ucapan Anne.


Satu jam kemudian, Wangi sudah berada di Rumah Sakit Militer dengan wajah segar setelah mandi dan sedikit merias wajahnya. Hari ini hari Sabtu, tidak ada hal penting yang dia kerjakan di sana, paling cuma memeriksa pasien malaria yang kini sudah semakin membaik dan mungkin bisa pulang dua hari lagi, selebihnya dua orang pasien yang kemarin telah diselamatkan dari aksi perampokanyang akan dipulangkan hari ini.


"Oh, Dokter Wangi sudah datang? Pagi Dok." Sapa Myta.


"Pagi suster Myta..." Sahut Wangi.


"Oh ya Dok, ini ada paket yang gak sengaja kecampur sama kotak-kotak kardus obat yang kemarin datang. Mungkin kemarin gak sengaja keambil soalnya pengirimannya barengan sama obat-obatan." Ucap Myta sambil membawa kardus sebesar kardus air mineral gelasan di tangannya.


"Punya siapa? Minding cepat di kasih ke orangnya saja, siapa tahu isinya penting." Kata Wangi.


"Iya, ini mau saya serahkan ke Sertu Galih dan Sertu Romero." Jawab Myta.


"Oh, mereka yang bertanggung jawab masalah paket yang datang?" Tanya Wanhi.


"Bukan, satu paket ini milik mereka berdua." Kata Myta menjelaskan.


"Milik mereka?" Tiba-tiba dari arah pintu sudah ada Zahara yang tadi langsung bertanya setelah tidak sengaja mendengar percakapan Wangi dan Myta.


"Iya." Jawab Myta.


"Oh, kebetulan kalau gitu Dok, soalnya saya masih ada kerjaan. Ini Dok, makasih ya... Saya pergi dulu." Ucap Myta sambil menyerahkan kotak paket itu ke tangan Zahara.


"Sama-sama." Balas Zahara.


Setelah Myta pergi, Zahara meletakkan kotak paket itu di atas meja yang ada di sana.


"Dari siapa?" Tanya Wangi penasaran.


"Nggak tahu, soalnya tumben-tumbenan mereka dapat paket. Mending kita lihat saja pengirimnya." Ujar Zahara yang langsung diangguki oleh Wangi.


"Gabriella dan Janet? Siapa mereka?" Tanya Wangi ketika membaca nama pengirimnya yang tertempel di atas kardus.


"Nggak tahu, baru denger ini nama mereka dan ini kiriman dari Jakarta." Sahut Zahara.


"Tunggu! Kenapa ada gambar hati di sudut nama orang yang dikirim?" Tanya Wangi dengan pikiran yang sudah tidak enak.


"For: Galih dan Romerro oppa❤."


"Op, Oppa??!!" Seru Zahara dan Wangi bersamaan.

__ADS_1


"Mereka pikir lagi main drama Korea apa?! Fix! Kita buka saja!" Ujar Zahara yang sudah tersulut emosi.


"Eh, tunggu... Emang boleh ya buka paket orang sembarangan?" Tanya Wangi sambil memegangi tangan Zahara yang siap untuk membuka paket itu.


"Wang, memangnya kamu gak penasaran apa isi paket yang dikirim wanita-wanita ini yang memanggil 'Oppa' ke laki-laki kita? Kamu gak penasaran siapa kedua cewek ini?" Tanya Zahara balik.


"Penasaran sih... Ya sudah, buka saja! Urusan mereka nanti saja." Jawab Wangi kemudian.


"Bagus. Awas saja kalau isinya sesuatu yang membuat kita kesal, habis mereka!" Wangi langsung mengangguki ucapan Zahara. Kalau Galih macem-macem sama wanita lain di belakangya saat mereka berpisah dan masih berhubungan sampai detik ini ketika dia dan Galih sudah baikan. Tamatlah riwayat Galih.


Merekapun langsung membuka kardus paket tersebut dengan terburu-buru hingga akhirnya terbuka dan melihat isi di dalamnya.


"Sweeter dan syal?" Ujar Zahara ketika mengambil apa yang ada di dalam kardus itu.


"Eh, ada surat di dalamnya." Wangi langsung mengambilnya dan membuka isinya yang ternyata sebuah foto ukuran kartu pos.


"Foto Galih dan Romero bersma dua orang cewek? Pasti itu mereka." Ujar Wangi sambil mengeratkan giginya karena kesal. Kemudia dia tambah kesal ketika mendapati ada catatan di balik foto itu.


"Kami tidak akan melupakan kenangan bersama kalian. Gabriella mengirimkan sweeter untuk Romero oppa dan syal dari Janet untuk Galih oppa yang sudah kami semprot parfum kami, biar kalian selalu mencium bau kami saat memakainya. Pakailah saat cuaca dingin dan ingatlah kami. Kami merindukan oppa berdua. Gabriella dan Janet. Muach... 💋"


"RO. ME. RO....! Tamat riwayatmu sekarang!" Rutuk Zahara sambil meremas foto itu.


"Pantes saja saat kardusnya terbuka baunya menyengat banget! Sekarang aku bisa ngerasain bagaimana perasaan Song Hye Kyo saat jengkel sama Song Joong Ki." Kata Wangi sambil melempar syal berwarna merah marun itu kembali ke dalam kardus.


Sedangkan di tempat lain, Galih yang kini berada di ruang kerja bersama Romero merasa kupingnya tiba-tiba galat.


"Kupingku kok tiba-tiba gatal ya?" Kata Galih.


"Pasti ada yang lagi ngomongin kamu." Sahut Romero.


"Masa sih?" Tanya Galih gak percaya.


"Mungkin. Ah, aku baru ingat! Kemarin Gabrielle ngechat katanya dia dan Janet kirim paket buat kita." Kata Romero.


"Paket? Kapan kirimnya?" Tanya Galih.


"Sudah semingguan yang lalu mungkin... Ah mungkin akan datang bareng pengiriman barang perlengkapan me...dis... Tunggu Lih, bukannya perlengkapan medis datang kemarin?" Ujar Romero setelah mengingat sesuatu dan seketika Galih berdiri dari tempat duduknya lalu berlari kencang sekencang kencangnya yang diikuti Romero dari belakang.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2