
Soledat yang setuju membantu Galih karena percaya jika Galih akan membantunya bebas dari laknat itu kini hanya akan mendengarkan perintah Galih. Dan tugasnya yang pertama adalah memberi tahu kepada Galih ada berapa orang penjaga yang ditugaskan di lantai bawah termasuk di Kasino bawah dan di lantai dua tempat VIP. Tanpa diduga Galih, Soledat bukan hanya memberitahu berapa jumlah penjaga atau bodyguard di sana, tapi juga memberitahu dimana saja titik-titik mereka berjaga. Dan itu sangat menguntungkan bagi Galih, dengan demikian akan mempermudah dia melakukan tindakan selanjutnya. Sementara Galih akan bergerak ke lantai atas untuk melihat langsung situasinya dan akan menyelesaikannya dengan cepat jika kondisi tidak begitu buruk, dirinya sudah mengirim seseorang untuk mengurus bagian bawah lewat alat komunikasi rahasia beserta laporan yang dia terima dari Soledat. Karena saat ini dia masih belum bisa menghubungi Romero.
"Dia dimana sih?! Jangan bilang dia terkena masalah sebelum semuanya dimulai." Gerutu Galih dalam hati.
"Di sinilah tempatnya, jangan heran jika kamu mencium bau alkohol yang sangat menyengat saat pertama kali masuk. Dan suara musik akan terdengan lebih keras dari yang di bawah, karena kita akan melewati sebuah diskotik sebelum masuk ke ruang Kasino VIP." Terang Soledat agar Galih lebih berhati-hati agar tidak terpengaruh apa yang akan ia temui di dalam sana.
"Tenang saja, itu tidak akan terjadi. Yang terpenting adalah tugas yang aku minta setelah kamu mengantarku ke dalam." Galih mengingatkan Soledat akan tugas yang diminta Galih.
"Tentu, aku akan menyelesaikannya dengan cepat dan rapi." Jawab Soledat.
"Kalau begitu, ayo masuk!" Ajak Galih dan Soledat langsung mengelondot di lengan tangan Galih dengan sangat manja. Sebenarnya itu hanyalah sandiwara yang sudah mereka sepakati bersama.
"Untung saja tidak ada Wangi di sini. Bisa tinggal nama aku jika dia melihatku seperti ini." Galih langsung bergidik ngeri membayangkan itu terjadi.
"Kamu tidak apa-apa kan Mark? Maaf, kamu pasti kurang nyaman." Tanya Soledat khawatir saat melihat Galih yang bergidik tadi.
__ADS_1
"Bukan apa-apa, tidak masalah." Jawab Galih yang jadi tak enak pada Soledat.
Akhirnya mereka masuk ke dalam setelah dua orang berjaga di sana. Seperti yang dikatakan Soledat tadi, suara musik langsung menggema keras di gendang telinya. Bau menyengat alkohol pun tercium lebih tajam dari yang ada di lantai bawah. Namun Galih berusaha untuk tetap tenang dan waspada melihat di sekelilingnya.
"Terlalu banyak orang." Gumam Galih. Selain melihat dimana kebaradaan orang-orang Joshua berjaga di sana, dia juga masih berusaha untuk mencari kebedadaan Romero.
"Soledat, apa kamu yakin jika temanmu Lorena itu membawa tamunya ke tempat ini?" Tanya Galih sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Soledat karena di sana sangat berisik sehingga mengganggu pendengaran.
"Ya, aku yakin. Karena mereka berdua naik kesini saat terakhir aku meninggalkan mereka. Ada apa?" Jawab Soledat seraya bertanya.
Hingga mata Galih menangkap satu sosok pria yang sedang menari di lantai dansa dengan seorang wanita seksi di hadapnnya yang ikut meliukkan tubuh sintalnya dengan erotis. Dan Galih sangat mengenal siapa lelaki itu. Romero. Galih berdecak dan melangkahkan kakinya namun berhenti ketika Soledat berseru...
"Itu dia Lorena! Dan itu lelaki itu!" Mendengar seruan Soledat, Galih baru sadar jika dirinya tidaklah mungkin langsung menghampiri Romero begitu saja. Bisa-bisa orang-orang Joshua mencurigai mereka.
"Soledat, aku perlu bantuanmu untuk mendekat ke arah mereka secara natural sehingga tidak mencurigakan." Kata Galih.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kamu tertarik dengan Lorena? Hei tuan, kamu tidak lupa janjimu kan?!" Tanya Soledat curiga.
"Aku tidak tertarik dengan Lorena, aku memerlukan pria itu untuk membantu kita." Jawab Galih.
"Astaga! Apa sekarang kamubtertarik dengan pria?!" Itu pertanyaan konyol Soledat.
"Ck.. Nanti kau akan tahu sendiri, sudahlah! Tidak ada waktu lagi, kita harus bergegas!" Jawab Galih yang tak habis pikir dengan apa yang dipikirkan Soledat.
"Oke, oke... Tadi aku cuma bercanda. Tenang saja, aku punya cara untuk itu." Jawab Soledat sambil tersenyum smirk.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...