Wangi Untuk Galih

Wangi Untuk Galih
Ep. 81 Telur Rebus dan Strawberry


__ADS_3

Pagi harinya di markas Indobatt Pasukan Garuda...


"Ckckk... Aku gak sangka jika kamu ini diam-diam menghanyutkan ya Lih." Ujar Damar usai mereka melakukan lari pagi.


"Iya, benar kau bang! Aku saja yang duduk di sebelahnya tadi malam sempat merinding melihat gelagat dia yang aneh, tak biasanya dia begitu, awalnya diam-diam memperhatikan nona Dokter, lama-lama dia senyam-senyum sendiri, trus tahu-tahu dia bilang kayak gitu tadi malam. Sumpah! Geli-geli merinding aku dibuatnya." Cerocos si Ucok mengingat kejadian pas makan malam penyambutan tadi malam.


"Apaan sih kamu Cok, memangnya aku ini hantu sampai kamu merinding segala?!" Sahut Galih.


"Kau itu bukan hantu, tapi serigala berbulu kucing. Luarnya malu-malu jika di dekati sama cewek cantik di sini ogah-ogahan tapi pas mangsa yang diinginkan datang kamu gak pikir panjang buat menerkam." Sahut Ucok dengan perumpamaannya yang aneh.


"Perumpamaan macam apa itu? Suka asal saja deh kamu Cok." Balas Galih sambil mengelap peluh di lehernya.


"Kali ini aku setuju dengan Ucok. Sebelumnya banyak juga relawan perempuan yang datang, tidak sedikit dari mereka yang suka curi-curi pandang bahkan ada yang terang-terangan bilang suka padamu tapi tak ada dari mereka yang kamu respon hingga membuat mereka patah hati. Eh... Nggak tahunya hati kamu sudah ada yang punya to." Sahut Damar.


"Oh ya, tapi aku penasaran kenapa kalian bisa putus? Padahal dari yang aku lihat kamu masih begitu mencintainya." Tanya Damar yang begitu penasaran dengan kisah asmara Galih, teman yang selama ini terkenal cool, pendiam dan tidak begitu banyak omong itu.


"Betul bang! Aku juga penasaran kenapa Galih bisa putus dengan Dokter cantik itu?" Ucok ikut menimpali karena dia sendiri juga sama penasarannya dengan Damar.


"Panjang ceritanya tapi yang jelas semua itu karena kesalahan aku sendiri." Jawab Galih.


"Apa?! Jangan bilang kamu selingkuh Lih?!" Seru Ucok yang tanpa ba bi bu langsung berspekulasi sendiri.


"Memangnya aku orang yang terlihat seperti itu Cok?" Tanya Galih sambil menatap kesal ke arah Ucok.


"Ya enggak sih... Mangkanya aku tanya kau." Sahut Ucok yang tiba-tiba merasa tidak enak pada Galih karena dugaannya tadi.

__ADS_1


"Dia itu wanita yang sangat aku cintai setelah mama aku, mana mungkin aku berani melakukan hal itu. Hanya saja waktu itu aku melakukan sebuah keputusan yang saat ini aku sesali." Ungkap Galih yang membuat Damar dan Ucok saling pandang satu sama lain.


"Sabarlah Lih... Kalau jodoh tak akan kemana asal kamu juga berusaha. Dulu juga aku pernah putus nyambung dengan istriku waktu kami masih pacaran tapi yang namanya jodoh pasti akan kembali meski sudah terpisah beberapa kali sejauh apapun itu." Hibur Damar seraya menepuk pundak Galih.


"Betul itu yang dikatakan bang Damar, kami pasti mendukung kamu Lih, perjuangkan kembali cinta kau itu." Timpal Ucok yang juga memberi semangat pada Galih.


"Tapi masalahnya kalian sudah menjadi terkenal gara-gara tadi malam, kamu siap jadi artis dadakan di Indobatt ini Lih?" Goda Damar kemudia yang langsung disambut gelak tawa si Ucok, sementara Galih hanya bisa nyengir saja sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal. Dia baru sadar jika tadi malam itu dirinya seperti kerasukan karena tiba-tiba mengatakan hal yang tidak tahu malu di depan umum terlebih di depan Komandannya.


Tepat pukul tujuh pagi semua penghuni Indobatt keluar untuk makan bersama dan itu berlaku juga untuk para relawan. Terlihat Wangi sengaja untuk menghindari Galih. Sebenarnya dirinya tidak ingin menghindari Galih karena tujuannya datang ke Lebanon selain misi kemanusiaan juga ingin membuat Galih panas dingin hatinya, tapi gara-gara kejadian tadi malam malah dirinyalah yang dibuat panas dingin hatinya oleh Galih. Wangi tidak menyangka dengan kepribadian Galih yang dia tahu selama ini, Wangi tak menyangka jika Galih bisa cheesy juga. Malu kan dia jadinya, mana di depan umum lagi. Mangkanya dia sengaja cari duduk yang sebisa mungkin jauh dari pandangan Galih. Ya bisa dibilang untuk sementara ini, kan tidak mungkin juga dia akan menghindari Galih selamanya terlebih mereka berada di dalam markas yang sama.


"Wang, ngapain sih kamu ngajakin kami semua buat ikut duduk di pojokan nyempil kayak gini sih? Kamu malu ya ketemu sama ManCar..?" Tanya Lukman bercampur ledekan.


"Apaan tuh ManCar?" Tanya Wangi begi saja.


"Mantan Pacar....hehee..." Sahut Lukman sambil tertawa.


"Ya maaf Wang... Reflek, keceplosan hehe..." Sahut Lukman sambil meringis kuda. Dia jadi tidak enak sendiri pada Wangi karena mulutnya yang nggak bisa direm itu.


"Huhh!! Nyebelin!" Sahut Wangi kesal.


"Terus itu apa? Kok kamu dapat lauk banyak banget? Beda ma kami bertiga." Tanya Elias sambil melirik ke arah nampan yang berisi nasi dan lauk sarapan pagi milik Wangi. Jadi di sana itu jika hendak makan, makannya bareng-bareng. Mereka akan mengantri membawa nampan makanan yang kosong untuk mengambil makanan yang akan dituangkan oleh bagian dapur dengan porsi serta isi yang sama. Tapi ada yang aneh dengan nampan makanan milik Wangi. Disamping menu utama yang terlihat normal saja, di nampannya ada dua butir telur rebus yang harusnya cuma satu dan empat buah strawberry yang seharusnya cuma dua buah saja sebagai pencuci mulut.


"Gak tau, tahu-tahu aku dikasih begitu saja. Rejeki anak solehah kali." Jawab Wangi dengan mengangkat bahunya.


"Beruntung banget ya Dokter Wangi." Celetuk suster Anne.

__ADS_1


"Suster Anne mau?" Tawar Wangi pada suster Anne.


"Enggak usah Dok, ini saja sudah cukup buat saya." Tolak suster Anne.


"Kalau kamu gak mau biar buat aku saja Wang." Ucap Lukman dengan tangan yang siap untuk mengambil sebutir telur rebus milik Wangi, tapi belum sampai menyentuhnya Wangi langsung menampik tangan Lukman.


"Enak aja... Kamu kan sudah punya sendiri." Ujar Wangi yang membuat Lukman langsung melihat bagian bawah dirinya.


"Hahh Wang! Kok kamu ngomongnya gitu? Malu tau sama suster Anne." Sahut Lukman yang memang rada-rada konslet pikirannya.


Plak!!


"Auww!! Kok senior mukul kepalaku sih?" Protes Lukman yang tiba-tiba digeplak kepalanya oleh Elias.


"Biar otak mesummu itu kembali waras!" Jawab Elias sambil geleng-geleng kepala.


Pfftt... Hahaha....


Wangi dan suster Anne langsung ketawa melihat kelakuan Lukman yang memang kadang-kadang konyol.


Triling...


Terdengar suara notifikasi pesan dari phonsel Wangi. Dia pun membukanya dan ternyata itu dari Galih. Selama ini Wangi masih menyimpan nomor phonsel Galih meski dia tidak pernah menghubunginya selama dua tahun terakhir ini. Wangi tidak menyangka jika Galih tidak mengganti nomornya dan sekarang pria itu menghubunginya lewat pesan.


Galih: Telur dan strawberry-nya dimakan ya... Aku tahu kamu suka banget strawberry dan telur rebus.

__ADS_1


"Ternyata kamu masih ingat semua itu Lih." Batin Wangi dengan senyum yang tersemat di bibirnya.


Bersambung....


__ADS_2