Wangi Untuk Galih

Wangi Untuk Galih
Ep. 106 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #3


__ADS_3

Umar dan anggota gabungan rahasianya menggiring si opsir dan anak buah Scorpion di sebuah rumah yang tidak terlalu dekat dengan rumah para warga di sana, hal itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang berbahaya yang mungkin bisa terjadi saat operasi penangkapan dilakukan.


Rumah yang mereka tuju adalah rumah yang disamarkan sebagai rumah tempat tinggal Ali, padahal di dalam sana sudah ada para pasukan tantara militer gabungan yang bersiap untuk menyergap dan menangkap para anak buah mafia itu.


“Apakah di sini tempat tinggal Ali?” Tanya si opsir.


“Ya, ini rumahnya. Beberapa waktu yang lalu sebelum kalian datang aku melihatnya berada di rumah, tapi keadaan dia terlihat kurang baik.” Jawab Umar dengan membubuhinya informasi palsu.


“Hahaha… Kita sedang beruntung.” Celetuk salah satu dari para anggota mafia itu dengan tertawa senang, sedangkan Umar hanya meliriknya dengan smirk di bibirnya.


“Hahh! Keberuntungan kalian akan sia-sia.” Gumam Umar dalam hatinya sembari tersenyum smirk seakan mengejek orang-orang jahat itu.


“Saya akan mengetuk rumahnya untuk kalian.” Kata Umar berbasa-basi.


“Tidak usah! Bisa-bisa dia lari lagi jika melihat kami.” Ujar salah seorang dari kelompok mafia itu yang memakai anting di telinga kirinya.


“Minggir! Aku akan mendobraknya!” Lanjutnya sambil mendorong Umar ke samping dengan cukup kasar sehingga membuat Umar hampir jatuh ke samping kalau tidak ditahan oleh salah seorang teman Umar. Umar terlihat sangat kesal namun dia harus menahan emosinya demi melancarkan operasi militer mereka.


“Sialan!! Aku pastikan kalian akan membusuk di dalam penjara!” Umar mengutuk dalam hatinya.


Dan tanpa berpikir panjang lagi laki-laki beranting itu langsung mendobrak pintu rumah yang mereka yakini adalah rumah Ali yang mereka cari. Lalu laki-laki beranting itu mulai berteriak memanggil


nama Ali setelah pintu rumah tersebut terbuka lebar.


“Ali!! Keluar kau! Rumah ini sudah kami kepung dan kamu tidak akan bisa lari lagi!” Teriaknya.

__ADS_1


Namun sungguh terkejutnya mereka semua, bukannya Ali yang mereka cari yang keluar melainkan para tentara berseragam dan bersenjata lengkap menodongkan senjatanya pada mereka. Si opsir yang terkejut dan ketakuatan membalikkan badannya hendak melarikan diri namun belum apa-apa


sudah dihadang oleh Umar yang menodongkan senjatanya pada si opsir.


“Hey… Kamu mau kemana perut buncit?” Tanya Umar dengan seringaian mengejeknya.


"Sialan! Kalian menipu kami! Apa kalian tidak tahu siapa aku hahh?!" Gertak si opsir yang tidak ada apa-apanya bagi para tentara militer itu.


"Jangan sok menggertak padahal kakimu gemetar begitu." Ujar Umar sembari tersenyum mengejek melihat kaki dan tangan si opsir yang bergetar ketakutan.


"Ka kalian sa salah orang, kami ke sini hanya ingin menangkap seorang penjahat saja. Dan aku ini adalah seorang opsir polisi! Kenapa kalian melakukan ini padaku?" Cerocos opsir gemuk itu.


"Ya kau memang seorang opsir polisi namun kau juga seorang penjahat, jadi jangan banyak bicara karena kedok kalian sebagai bagian dari sindikat mafia semua sudah kami kantongi. Termasuk kamu!" Ujar salah seorang anggota militer Lebanon sambil menunjuk ke arah wajah si opsir.


"Sudah jangan banyak omong! Tiarap kamu!!" Gertak Umar sambil mendorong si opsir ke lantai agar dia tiarap. Dan tanpa banyak bicara lagi para anggota militer yang lainnya tersebut mengamankan senjata para anggota mafia yang ada di tubuh mereka termasuk senjata si opsir itu. Setelahnya mereka memborgol dan mengikat anggota sindikat mafia tersebut agar tidak ada yang melarikan diri.


"Lapor Elang! Kawanan tikus sudah dilumpuhkan!" Ujar Umar melaporkan keberhasilan operasi mereka pada Damar selaku pimpinan operasi mereka lewat alat komunikasi tersembunyi.


"Kerja bagus Pipit!" Jawab Damar di seberang sana.


...****************...


Dilain tempat, Galih dan Romero yang baru saja mendapatkan kabar keberhasilan tim burung Pipit. Segera mundur dari titik persembunyian dimana mereka mengintai sebelumnya. Sekarang giliran mereka berdualah yang akan bertempur langsung di sarang Kalajengking untuk menangkap rajanya. Sepuluh menit kemudian Galih sudah siap dengan kemeja putih dan jas navi yang dipadukan dengan celana kain dengan warna senada. Terlihat sangat maskulin dengan tubuh tinggi tegap dan garis rahang yang tegas. Kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya menambahkan kesan dingin tapi menggoda pada setiap wanita yang melihatnya. Tak kalah kerennya dari Galih, Romero pun menyamar sebagai anak muda dengan pakaian necis ala-ala anak sultan yang sombong dengan anting tanpa tindik yang dipakai di telinya dan kacama mata jalan berwarna coklat bertengger di hidung mancungnya menambah kesan tengil di wajahnya.


"Wahh... Kau terlihat menyebalkan dengan dandanan seperti itu." Ejek Galih pada Romero.

__ADS_1


"Yang penting aku masih terlihat tampan." Sahut Romero sambil menaikkan kedua alisnya dan tersenyum tengil.


"Ckk.." Galih hanya berdecak menanggapi kenarsisan Romero.


"Hei... Jangan lupa pakai topimu!" Romero melemparkan topi model Panama ke arah Galih yang langsung ditangkap oleh lelaki itu. Galih pun langsung memakainya untuk melengkapi penyamarannya. Bagaimanapun dia dan Joshua pernah saling kenal, paling tidak topi itu bisa sedikit menyembunyikan wajahnya. Galih harap Joshua tidak begitu ingat wajahnya karena mereka sudah lama sekali tidak bertemu, paling tidak dia harus bisa mengulur waktu sebelum Joshua mengenalinya.


"Nahh... Sekarang kamu lebih terlihat seperti pebisnis yang siap menghamburkan uangnya di meja kasino." Ungkap Romero.


"Kalau begitu... Apa kau sudah siap?" Tanya Galih.


"Tentu saja." Jawab Romero tanpa ragu dengan smirk di bibirnya.


"Lapor Elang! Gagak dan Burung Hantu siap menuju sarang Kalajengking!" Lapor Galih pada Damar yang masih mengomando anggotanya yang ada di desa untuk mengurus para gembong famia tadi.


"Laporan diterima. Laksanakan!" Sahut Damar di seberang sana.


"Siap laksanakan!" Jawab Galih dan Romero bersamaan.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2