
Selamat membaca!
Setelah berbicara dengan Fadhly dan istrinya, Delano kembali menatapku yang masih terdiam memikirkan pertemuan yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Jujur saja, aku tidak pernah berpikir akan bertemu langsung dengan istri Fadhly, bahkan pertemuan kami saat ini terjadi di rumahnya.
"Lissa, ayo kita pulang!" Delano menanyakan itu padaku. Membuat pandanganku yang melihat ke sembarang arah, kini mulai beralih menatapnya.
"Untuk apa kamu menjemput aku ke sini?" Kata-kata itu terucap begitu saja dari mulutku. Mungkin aku masih merasa kesal setelah mendengar suara wanita dari dalam ruangannya, walau sebenarnya aku belum bisa memastikan siapa wanita itu karena aku terlalu takut menghadapi kenyataan dan memilih pergi tanpa menemui Delano.
"Nanti aku jelasin, sekarang kita pulang dulu ya!" Delano menangkup kedua sisi lenganku. Dia coba membantuku berdiri, walau aku sempat menjauhkan tangannya dari tubuhku.
"Maaf ya sudah merepotkan kalian," ucap Delano sesaat setelah aku berdiri di sebelahnya.
__ADS_1
"Kami sama sekali tidak merasa direpotkan. Sekarang yang terpenting istri kamu baik-baik saja." Setelah mengatakan itu, Fadhly tersenyum sambil membagi pandangan matanya antara melihatku dan juga Delano. Entah kenapa aku merasa dia menatapku lebih lama dan sangat berbeda dari saat melihat Delano. Membuat aku merasa begitu risih dan sama sekali tak membalas tatapannya.
"Sebaiknya kalau kalian punya masalah selesaikan baik-baik. Jangan kabur-kaburan atau lari dari masalah ya!" Istri Fadhly yang bernama Meisya terdengar memberi saran padaku. Aku pun langsung tersenyum, walau merasa canggung karena dia pasti tidak tahu jika aku pernah menjadi wanita yang merusak pernikahannya.
"Kalau dia tahu masa lalu suaminya pernah punya hubungan denganku, pasti dia tidak akan sudi memberi saran padaku." Tentu saja aku hanya bisa mengatakannya dalam hati. Aku benar-benar tidak ingin jika Meisya sampai tahu tentang semuanya.
Delano terus melangkah sambil menuntun tubuhku keluar dari kamar, diikuti oleh Fadhly dan juga Meisya yang mengiringi tepat di belakang kami. Aku merasa jika situasi saat ini seperti sedang berada di dalam neraka, terlebih ketika melihat wajah Meisya. Dia sepertinya wanita yang sangat baik dan tidak sepantasnya aku menyakitinya dengan menjadi wanita simpanan suaminya. Hanya saja ketika itu aku tidak punya pilihan. Semua aku lakukan demi keluargaku, bukan hanya kebutuhan hidup, tetapi juga biaya kuliah Almira dan pengobatan ibuku semua berasal dari uang yang Fadhly berikan untukku setiap bulannya.
"Lissa, aku minta maaf ya karena telah membuatmu jadi salah paham."
"Pelankan suaramu, Lissa! Nanti mereka mengira kita sedang bertengkar." Delano melirik ke belakang. Aku tahu dia tidak ingin masalah kami sampai diketahui oleh orang lain.
__ADS_1
Saat melewati ruang tamu, aku melihat ada dua orang wanita di sana. Tidak sulit untuk menebak siapa keduanya, mereka pasti teman-teman Meisya yang kebetulan sedang bertamu di saat aku dibawa ke rumah ini.
"Sekali lagi terima kasih, Mas, Mba." Dengan ramah Delano mengatakan itu. Aku dapat melihat jika pertolongan dari Fadhly sepertinya sangat berharga untuknya sampai dia berulang kali mengucapkan terima kasih bukan hanya di sini, tetapi juga saat baru saja datang menemuiku di kamar atas.
"Kalian hati-hati ya di jalan!" Fadhly pun menjawab dengan tak kalah ramah. Sementara Meisya, aku lihat dia tampak sedang diajak bicara oleh kedua temannya. Entah apa yang mereka katakan, tetapi aku merasa sepertinya mereka tengah membicarakanku karena sorot mata ketiganya terlihat begitu tajam menatapku. Bahkan wajah Meisya saat ini tampak berubah seperti menunjukkan kebenciannya padaku.
"Kenapa dia melihatku seperti itu? Jangan-jangan salah satu temannya ada yang pernah melihatku bersama Fadhly. Tidak ... Delano tidak boleh tahu tentang aib masa laluku. Aku enggak mau dia jadi membenciku jika tahu bahwa aku pernah menjadi wanita simpanan Fadhly," batinku mulai merasa takut.
"No, ayo kita pulang sekarang!" Dengan cepat aku memaksa Delano memutar tubuhnya untuk kembali melangkah keluar dari rumah Fadhly. Namun, di saat langkah kaki kami baru saja akan keluar, tiba-tiba suara Meisya terdengar memanggilku begitu lantang. Bukan hanya memanggil namaku, tetapi dia juga merendahkanku hingga membuat Delano kembali berbalik menatap tajam wajah Meisya yang sedang mendekati kami.
Bersambung ✍️
__ADS_1
...Halo, Bestie. Yuk baca juga novel Author yang lain, judulnya, Istri Satu Miliar. Seorang wanita yang harus terjebak dalam sebuah kontrak yang telah disepakati dengan atasannya. Hingga akhir, kesuciannya harus terenggut dan terjebak dalam perasaan antara benci juga cinta....