Wanita Pengganti Di Malam Pertama

Wanita Pengganti Di Malam Pertama
Kabar Mengejutkan


__ADS_3

Selamat membaca!


Aku memilih duduk di sebelah Delano. Sementara Mas Denis dan ibuku berada di seberang kami. Saat ini, aku benar-benar merasa bahagia karena kedatangan Delano seketika membuat hatiku lebih tenang dari sebelumnya. Tak lagi ada keraguan tentang janji yang pernah diucapkannya. Sekarang aku merasa yakin bahwa Delano memang membuktikan perkataannya. Janji 4 tahun lalu, janji yang hingga detik ini masih kuingat dengan jelas dalam ingatan.


Di tengah kebahagiaanku, tiba-tiba aku mengingat sesuatu. Sesuatu yang seketika membuatku merasa takut. Takut jika seandainya ibuku marah pada Delano dan tidak merestui hubungan kami.


"Ya Tuhan, bagaimana kalau ternyata ibu tahu kalau Delano yang sudah membuat Mira hamil, bahkan dia juga sempat menolak untuk bertanggung jawab," batinku mulai tidak tenang, terlebih saat melihat sorot mata ibuku yang sejak tadi terus menatap Delano.


"Bu, ini Delano yang selalu mengunjungiku di penjara. Bahkan dia sering membawakan aku makan-makanan enak. Jadi, Ibu jangan sampai marah ya sama dia! Aku mohon Ibu mau maafin semua kesalahannya yang dulu. Aku yakin kalau Delano itu orang baik. Coba deh Ibu lihat pakaian yang aku kenakan ini, ini tuh dari Delano, Bu. Walaupun dia sedang melanjutkan kuliah di London, tapi dia masih ingat dengan hari kebebasanku."


Raut wajah sendu mulai terlihat di wajah ibuku. Entah kenapa kedua matanya jadi berkaca-kaca. Apa mungkin dia menyesal karena mengabaikanku selama aku menjalani hukuman 4 tahun di dalam penjara?


"Kalau mendengar hal itu, Ibu jadi merasa bersalah karena sama sekali enggak pernah mengunjungi kamu. Saat itu, Ibu sudah terlanjur kecewa dengan semua yang kamu lakukan. Tapi sebenarnya, setahun lalu sebelum kamu bebas Mira sudah sempat mengajak Ibu untuk melihat kamu di penjara, hanya saja Denis melarang kami. Makanya, saat Ibu tahu semua yang terjadi dengan kalian dari surat ini, enggak ada alasan untuk Ibu marah sama Delano karena dia sudah baik sama kamu. Sekarang kamu tenang saja! Mira sudah menjelaskan semua permasalahannya sama Ibu." Aku melihat ibuku mengangkat surat yang ada dalam genggamannya untuk memperlihatkan bukan hanya padaku, tetapi juga pada Delano.

__ADS_1


Mendengar jawaban ibu, raut wajahku yang tadinya tegang seketika berubah. Aku merasa jauh lebih tenang dan tak lagi takut sampai bisa bernapas lega.


"Nak Delano, apa kabar?" tanya ibu dengan sangat ramah. Dia tersenyum tanpa ada kemarahan sedikit pun.


"Kabar saya sehat, Bu. Ibu sendiri bagaimana? Kalau boleh tahu, maksudnya surat dari Mira itu apa ya? Kenapa Mira harus mengirim surat untuk Ibu, kenapa dia enggak bicara sama Ibu secara langsung?" Delano menautkan kedua alisnya. Raut wajahnya menampilkan bahwa saat ini dia begitu penasaran tentang apa yang terjadi pada Almira. Hal yang memang belum sempat aku ceritakan padanya.


"Mira pergi, tapi kami semua enggak tahu dia pergi ke mana. Dia hanya meninggalkan surat untuk Lissa, Ibu, dan juga Denis."


"Mira pergi dari rumah dan meninggalkan surat ini untukku. Seperti yang ibu katakan tadi, dia juga meninggalkan surat untuk ibu sebelum pergi." Aku pun memberikan surat yang diberikan oleh Almira ke tangan Delano. Lalu, dia mulai membacanya tanpa bicara apa-apa.


Aku terus melihat ekspresi wajah Delano saat membaca surat itu. Entah kenapa sesekali dia sempat melihat ke arah Mas Denis dan membuatku bertanya-tanya tentang apa yang dipikirkannya saat ini.


"Apa Delano berpikir jika aku akan menyetujui permintaan Mira untuk kembali sama Mas Denis ya?" Sebenarnya aku ingin menegaskan padanya bahwa hal itu tidak mungkin aku lakukan. Namun, aku hanya bisa menyimpan itu dalam hati sampai ada kesempatan mengatakan hal ini pada Delano tanpa ada ibu dan juga Mas Denis yang tampak sedang menjawab panggilan telepon dari seseorang.

__ADS_1


"Apa kamu yakin informasi ini valid? Apa benar yang ada di rumah sakit itu istri saya?"


Aku mendengar Mas Denis mengatakan itu. Membuat ibu dan juga Delano seketika melihatnya dengan rasa penasaran yang tampak jelas di wajah mereka.


"Mas, Mira sakit apa? Kenapa dia ada di rumah sakit?" Sebelum Mas Denis mengatakan pada kami tentang kabar Almira, aku lebih dulu bertanya, walau Mas Denis masih terhubung dengan panggilan telepon itu.


Bersambung ✍️


...Halo, Bestie. Author mau promosi nih, novel Author yang sudah tamat, Sekretarisku Canduku. Pastinya seru deh kalau kalian ikutin! Ditunggu komentarnya ya di sana. Terima kasih semua....


...Novel ini menceritakan tentang seorang baby sitter yang akhirnya jatuh cinta dengan majikannya hingga bisa menjadi sekretaris dan akhir jatuh cinta dengan sang Bos, seorang Duda beranak satu....


__ADS_1


__ADS_2