Wanita Pengganti Di Malam Pertama

Wanita Pengganti Di Malam Pertama
Merasa Bodoh


__ADS_3

Selamat membaca!


Di saat aku masih sulit mempercayai semua yang aku dengar, Mas Denis memanggilku. Menyadarkan dari keterdiamanku yang sulit mengatakan apa-apa saat ini.


"Ya sudah, aku mau ke kamar dulu ya! Lissa di mana? Apa dia juga di kamar?"


Seketika aku begitu menyesal telah melakukan pertukaran dengan Almira. Bagaimana jika Mas Denis benar-benar menyangka wanita yang di kamar itu adalah aku. Tidak, aku tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Aku tidak ingin Mas Denis malah tidur satu ranjang dengan Almira, apalagi sampai mengulang malam pertama yang pernah mereka lakukan dulu. Namun sayangnya, semua terlambat karena saat aku sedang memikirkan rencana apa untuk mencegah Mas Denis ke kamar, dia sudah melangkah pergi tanpa menunggu jawabanku.

__ADS_1


"Bagaimana ini?" Aku benar-benar panik. Terus berpikir sambil hanya bisa melihat kepergian Mas Denis yang terus menaiki anak tangga hingga akhirnya menghilang dari pandangan mataku. "Aku harus tetap tenang, kalau seandainya apa yang dikatakan Mas Denis tadi benar, pasti Mira tidak akan mau didekati. Lagi pula efek obat tidur itu bisa berlangsung sampai 7-8 jam. Jadi, Mira tidak akan bangun setidaknya sampai tengah malam nanti dan aku harus mencari cara untuk kembali bertukar peran tanpa diketahui oleh Mas Denis."


Setelah mencoba bersikap tenang, tenggorokanku tiba-tiba terasa kering hingga aku pun memutuskan pergi ke dapur untuk minum. Setibanya di sana, aku sama sekali tidak melihat Inah yang biasanya sedang mencuci piring atau melakukan pekerjaan rumah lainnya, padahal saat ini cucian piring tampak menumpuk dan belum dikerjakannya sejak pagi. Ditambah lagi, meja makan masih berantakan seperti belum dirapikannya.


"Ke mana, Inah? Tumben, jam segini dia biasanya lagi sibuk-sibuknya di dapur." Aku melihat sekeliling. Memperhatikan setiap ruang makan hingga ke dapur dan tetap tidak menemukan Inah. Bahkan ketika aku mencarinya sampai ke bagian belakang rumah dia juga tidak ada di sana.


"Kurang ajar, Mira! Ternyata dia benar-benar menipuku. Berarti dia sengaja memberikan jus alpukat itu pada Inah sampai dia tertidur lelap seperti ini." Merasa dibodohi Almira, aku pun dengan cepat keluar dari kamar Inah setelah mengetahui semua itu. Tentu saja tujuanku adalah kembali bertukar peran dengannya tanpa diketahui oleh Mas Denis. "Sebenarnya apa yang kamu rencanakan Mira? Apa jangan-jangan kamu bermaksud merebut Mas Denis dengan pertukaran ini? Kamu bermaksud menjadi aku karena tahu Mas Denis adalah pria setia yang tidak bisa kamu goda. Padahal aku tadi sempat berpikir kamu baik, tetapi nyatanya aku salah." Kini aku sudah berlari, memacu langkah kakiku menaiki anak tangga sambil mengatur napas yang sudah terengah. Aku benar-benar marah. Merasa kesal dan hanya bisa merutuki kebodohanku. Saat ini, aku seperti sedang terjebak dalam permainanku sendiri. Namun, karena kurang hati-hati pada saat menapaki anak tangga terakhir kedua kakiku saling terkait hingga membuatku jadi kehilangan keseimbangan.

__ADS_1


"Ya Tuhan." Aku sempat mengatakan itu sebelum tubuhku jatuh dengan kepala yang sudah terbentur tepian anak tangga. Tubuhku pun kini terus berguling sampai aku berteriak karena tidak sanggup menahan rasa sakitnya.


Bersambung ✍️


...Bagaimana kelanjutan cerita ini? Apakah sebenarnya yang direncanakan oleh Almira dan bagaimana kondisi Alissa setelah kejadian ini?...


...Boom update hari ini, jangan lupa kasih gift kalian ya, Bestie. Terima kasih ☺️...

__ADS_1


__ADS_2