
Selamat membaca!
"Jadi, apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkanku?" Alih-alih menjawab pertanyaan Meisya, aku malah balik bertanya padanya. Bagiku yang lebih penting adalah mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan olehnya saat ini.
"Aku ingin kamu meminum jus alpukat yang sudah aku campur obat penggugur kandungan ini." Tanpa ada keraguan, Meisya menjawab apa yang aku tanyakan. Tentu saja, hal ini bukan hanya mengejutkanku. Bahkan juga sampai memancing kemarahan Fadhly yang langsung protes pada Meisya karena berusaha melindungiku.
"Kamu gila, Meisya! Kenapa kamu sampai berpikir untuk melakukan hal sejauh ini?" Fadhly lebih dulu bicara. Suaranya terdengar lantang dengan sorot matanya yang begitu tajam. Dia terlihat sangat marah pada Meisya.
"Aku tidak gila. Aku hanya ingin keadilan. Dia telah merampas kebahagiaanku. Jadi, aku ingin dia membuktikan di depanku rasa penyesalan akan kesalahannya di masa lalu yang telah membuat anak yang ada dalam kandunganku keguguran. Apa kamu tahu rasa sakitnya karena kehilangan anak kita, Mas?"
__ADS_1
"Aku tahu, Meisya. Semua itu tidak mudah untukmu, tapi kamu juga harus tahu yang kehilangan bukan hanya kamu, aku juga. Dan, enggak seperti ini caranya. Di surga sana, anak kita juga pasti tidak mau jika ibunya harus jadi pembunuh seperti ini."
Meisya malah tertawa. Kekehannya terdengar keras dan cukup lama. Entah apa yang dia pikirkan. Namun, pandangan matanya kini mulai beralih kembali menatapku dengan sangat tajam. "Harusnya perkataan pembunuh itu lebih pantas kamu tujukan padanya karena dia bukan hanya sudah membunuh anak yang ada dalam kandunganku, tetapi juga anak yang ada dalam kandungan adik kembarnya sendiri."
Perkataan itu benar-benar menguak luka lama yang sudah susah payah aku kubur dalam-dalam. Penyesalan yang sering membuat hidupku merasa tidak tenang, terlebih setelah aku tahu bahwa anak yang ada dalam kandungan Almira adalah anak Delano, pria yang saat ini menjadi suamiku.
"Kamu tidak berhak mengatakan semua itu pada, Lissa. Baiklah, kalau memang kamu tidak mau memaafkan istri saya, pertemuan ini tidak ada gunanya kita lanjutkan. Ayo, Lissa!" Delano beranjak dari posisi duduknya. Dia meraih tanganku kembali, lalu menggenggam dan menuntunku agar mengikutinya untuk pergi.
"Jangan takut, Sayang! Dia bukan Tuhan yang bisa menentukan kebahagiaan seseorang, apalagi Tuhan juga tahu dengan semua penyesalan kamu dan saat ini, kamu sudah jauh berubah."
__ADS_1
Perkataan Delano membuat tubuhku akhirnya mengikuti perintahnya, aku pun bangkit dari posisi dudukku, masih menatap segelas jus alpukat di atas meja sambil berpikir, mungkinkah Meisya yang pernah merasakan kehilangan anak dalam kandungannya sampai setega ini ingin membuatku kehilangan anak yang aku kandung juga. Apa ini adalah definisi dari dendam? Sebuah tindakan untuk membalas perlakuan dari seseorang tanpa memedulikan dampak yang dirasakan orang tersebut. Tidak, aku tidak boleh pergi dan membiarkan Meisya jadi wanita jahat seperti aku dulu.
"No, aku enggak akan pergi sampai dia mau memaafkanku. Aku enggak mau menjalani hidup dengan terus dihantui rasa bersalah dan diikuti doa-doa buruk darinya." Aku kembali duduk. Lalu, mengambil segelas jus alpukat itu dengan tangan gemetar. Jujur aku sangat takut, tetapi aku yakin dengan melakukannya, semua dendam yang ada dalam diri Meisya pasti akan hilang dan dia pasti akan memaafkanku.
"Maafin Mama ya, De." Aku langsung meminumnya, walau Delano sudah coba menahan tanganku, bahkan dia hendak menepis gelas itu agar terlepas dari genggamanku. Namun, aku berhasil menghindar dengan berbalik membelakanginya.
"Lissa, apa yang kamu lakukan?" Raut wajah Delano tampak begitu cemas saat dia gagal menahan apa yang akan aku lakukan.
"Enggak apa-apa, No. Aku percaya Tuhan pasti akan melindungi anak kita, dia pasti kuat, No." Aku pun terus meminum jus alpukat itu sampai tandas tak tersisa. Sementara Meisya, kini hanya melihatku tanpa ekspresi. Raut wajahnya tampak datar. Tak ada senyuman sedikit pun dan dia seperti tertegun saat menatapku. Mungkinkah dia tidak menduga bahwa aku akan melakukan semua yang diinginkannya, walau itu bisa membuatku kehilangan anak yang ada dalam kandunganku?
__ADS_1
Bersambung ✍️
...Selamat pagi, Bestie. Jangan lupa baca juga, One Night Destiny. Setelah buku ini tamat, Author akan lanjut ke buku itu ya. Terima kasih semua....