
Selamat membaca!
Setelah saling melepas rindu, aku dan ibu sudah duduk di ruang tamu. Sementara Mas Denis langsung melangkah menuju kamar untuk menidurkan Keisha di sana.
"Kamu kapan keluar, Lissa? Bukannya hukuman kamu 5 tahun ya?"
"Aku dapat remisi, Bu. Baru tadi pagi aku keluar dan Mas Denis ternyata menjemputku."
"Kalau begitu mulai hari ini kamu tinggal sama ibu saja ya di sini? Apalagi kamu lihat sendiri, kan? Rumah ini terlalu besar untuk ibu tempati sendiri."
"Sebenarnya aku berencana mencari kontrakan sekaligus untuk tempat aku usaha, tapi kalau memang Ibu ingin aku tinggal di sini, paling aku hanya akan mencari kontrakan untuk tempat usahaku saja."
Mendengar jawabanku, ibu seketika mengulas senyumannya. Tidak ada lagi kebencian di wajahnya dari yang terakhir kali aku lihat saat di rumah sakit. Benar seperti apa yang dikatakan oleh Almira dalam suratnya, mungkin dia memang sudah menjelaskan semuanya hingga ibu tidak lagi marah padaku.
__ADS_1
"Bu, apa Ibu tahu soal surat dari Mira untukku dan Mas Denis?"
"Ibu juga dapat surat dari Mira, tapi Ibu sama sekali tidak tahu kalau kamu dan Denis juga mendapatkan surat yang sama. Sebenarnya ke mana Mira pergi? Kenapa di saat kita seharusnya bisa berkumpul lagi, Mira malah pergi?" Raut wajah ibuku kembali sendu. Pastinya dia kembali teringat dengan kepergian Almira yang beberapa saat sempat dilupakannya.
"Ibu yang sabar ya. Pokoknya Ibu tenang saja karena aku dan Mas Denis akan menemukannya."
"Terima kasih ya, Lissa. Padahal Mira sudah banyak salah sama kamu, bahkan karena dia jugalah Ibu dan Denis jadi sangat membencimu dan kamu juga harus masuk penjara."
Mendengar perkataan Ibu, aku pun tersenyum. Bagiku semua itu adalah bagian masa lalu yang sudah seharusnya dilupakan. "Bu, semuanya bermula dari kesalahanku. Mira itu sama sekali tidak salah. Lagi pula aku menganggap semuanya itu sebagai pelajaran yang bisa aku ambil hikmahnya. Mungkin kalau aku tidak masuk penjara, aku tidak akan seperti sekarang ini. Sekarang ini pikiranku sudah lebih jauh terbuka dan aku sangat bersyukur telah berhasil melewati fase kelam itu dalam hidupku."
"Sudah, Bu. Ibu jangan menangis lagi ya." Aku mengurai pelukan ibu. Melihat keriput di wajahnya yang sudah lebih menua dari terakhir aku lihat. "Sekarang Ibu harus yakin kalau Mira pasti bisa kita temukan dan nanti kita bisa berkumpul seperti dulu lagi."
"Itu juga harapan Ibu, Lissa. Selama ini Ibu enggak pernah tahu kalau Mira ada niat untuk pergi dan meminta kamu menjadi istri Denis lagi. Jujur Ibu sendiri kaget dengan keputusan Mira dan Ibu benar-benar tidak setuju." Ibu mengatakan itu dengan sangat yakin. Aku dapat melihat jelas bahwa ibu sungguh-sungguh menolak permintaan dari Almira.
__ADS_1
"Aku lega karena Ibu juga sependapat sama aku. Aku juga sudah mengatakan pada Mas Denis untuk mulai coba mencintai Mira dan mempertahankan rumah tangganya. Aku tidak ingin merusak kebahagiaan Mira, Bu. Lagi pula aku juga sudah punya seseorang yang sedang aku tunggu." Di saat aku baru selesai mengatakan itu, Mas Denis tiba-tiba datang dan aku tahu, dia pasti mendengar apa yang aku ucapkan.
"Syukur kalau kamu sudah punya calon, Lissa. Ibu berharap kamu benar-benar menemukan seorang pria yang bisa menerima segala kekurangan kamu karena Ibu ingin sekali melihat anak-anak Ibu bahagia." Dengan kedua mata yang berkaca-kaca, Ibu mengatakan itu. Ada doa yang tersemat dalam setiap ucapannya. Harapan yang juga menjadi harapanku. Bukan hanya kebahagiaanku, tetapi aku juga ingin Almira bisa bahagia bersama keluarga kecilnya.
Tiba-tiba aku terdiam saat mendengar suara seseorang dari depan rumah. Entah kenapa suara itu seperti tidak asing untukku hingga membuat jantungku seketika berdebar dan berdetak semakin cepat.
"Apa mungkin ...." Aku dengan cepat bangkit dari posisi dudukku. Mulai melangkah menuju pintu rumah untuk melihat siapa yang datang. Sementara itu, Mas Denis sejak tadi hanya melihatku. Menatapku seolah ingin mengatakan sesuatu.
Bersambung ✍️
...Halo, Bestie. Author mau promosi nih, novel Author yang sudah tamat, Suamiku Calon Mertuaku. Pastinya seru deh kalau kalian ikuti! Ditunggu komentarnya ya di sana. Terima kasih semua....
...Novel ini menceritakan tentang pernikahan seorang wanita yang harus gagal karena ditinggal oleh calon suaminya dan akhirnya calon mertuanya yang menggantikan posisi sang anak. Penuh dengan plot twist yang pastinya menarik....
__ADS_1