Wanita Pengganti Di Malam Pertama

Wanita Pengganti Di Malam Pertama
Takut Terbongkar


__ADS_3

Selamat membaca!


Setelah aku merasa gugup mendengar perkataan Mas Denis tentang malam pertama yang dilakukannya dengan Almira. Aku pun kembali menunjukkan rasa kesalku karena Mas Denis sempat membuat jantungku hampir jatuh dari posisinya. "Kamu nyebelin tahu, Mas. Enggak lucu bercandanya, katanya pulang telat sampai malam? Kok jam segini sudah di rumah?"


"Ternyata bisa selesai lebih cepat, makanya aku langsung pulang karena sudah kangen banget sama kamu!" jawabnya dan kemudian melanjutkan lagi aktivitasnya menciumi wajahku sampai ke leher jenjangku, bahkan bibirnya kini sudah menjalar ke telingaku. Saat aku menggelinjang kegelian, dia melepaskan pelukannya dan bergerak mendekati saklar untuk menyalakan lampu. 


Mas Denis bersandar di dinding sambil menyilangkan kedua tangan di dada. Pandangannya mengikuti gerak langkahku menuju lemari pakaian. Saat aku baru saja akan melepas handuk dan mengenakan pakaian, Mas Denis malah menarik handukku terlebih dulu hingga terlepas dari tubuhku. 


"Mas, dingin tahu." Dengan gerak cepat, aku langsung meraih sepotong baju terusan.


Lagi-lagi Mas Denis merenggut baju yang aku genggam dan mencampakkannya ke sembarang arah. Spontan kedua tanganku menyilang untuk menutupi dada dan bagian intimku. 

__ADS_1


Mas Denis tertawa melihat tingkahku. Dia menatapku sambil menelan salivanya dengan susah payah. 


"Aku jadi inget kamu malu-malu dan melakukan gerakan yang sama dengan menutupi payudara dan itumu dengan telapak tangan di malam pertama." Mas Denis mendekatiku dan melepaskan kedua telapak tanganku dari dua bagian tubuh yang berusaha aku tutupi.


Mas Denis memandangi tubuh polosku tanpa sehelai benang yang menutupi. Aku tersipu malu sekaligus bangga karena Mas Denis memandang tubuhku dengan tatapan memuja dan penuh nafsu. 


Perlahan dia melepaskan pakaian yang membungkus tubuhnya. Lalu dengan hati-hati Mas Denis mengangkat tubuhku, merebahkanku di atas ranjang dengan posisi setengah bersandar di kepala tempat tidur. 


Hatiku mulai cemas saat Mas Denis mengatakan tentang malam pertama yang hingga detik ini tak pernah sekalipun aku tanyakan pada Almira apa saja yang mereka lakukan. Hal itu membuatku bingung setengah mati tentang apa yang dia lakukan terhadap Almira hingga melakukannya berkali-kali? Setidaknya pertanyaan itulah yang kini mulai terbesit di benakku.


Otakku mulai berpikir keras untuk menghindari desakan Mas Denis akan kejadian malam pertama. Aku jadi tidak bisa menikmati ciumannya. Napas Mas Denis terasa hangat di wajahku. Dia terus saja menghujaniku dengan ciuman.

__ADS_1


"Kamu ingat! Waktu itu kamu menikmati setiap sentuhanku. Sampai di kali kesekian kamu berteriak memintaku melakukan lagi di sana. Teriakanmu begitu seksi. Aku ingat saat kamu bilang lagi, Mas. Ya, di situ. Suaramu sangat seksi saat meminta lebih." Mas Denis terus mengingatkan kejadian di malam pertama yang aku sama sekali tidak tahu karena malam itu peranku digantikan oleh Almira.


Dengan nafsu yang memburu, Mas Denis menciumi setiap inci bagian tubuhku. Aku terus menggelinjang dan mendesah. Malam ini Mas Denis membuatku sangat basah dan serasa terbang, bahkan sebelum sampai ke permainan inti. Apa ini yang dirasakan Almira sebagai penggantiku di malam pertama? 


Pikiranku kini masih bergumul dengan aneka tanya saat aku merasakan Mas Denis terus bergerak semakin ke bawah. Dia menjilati pahaku hingga bagian dalam dan membuatku memekik karena merasa begitu geli. "Ya Tuhan, kenapa saat itu bukan aku yang berada di posisi ini? Kenapa?" batinku merasa perih saat mengingatnya. Namun, rasa sakit di hatiku tak begitu aku hiraukan karena rasa geli yang Mas Denis berikan benar-benar membuatku sulit menahannya.


Mas Denis memperbaiki posisi tubuhku yang merosot turun dan mengembalikan posis kepalaku pada sandaran tempat tidur. Dengan senyumnya yang menawan dia berbisik dengan suaranya yang terdengar penuh gairah. "Sayang, kita ulang lagi ya kenikmatan di malam pertama kita! Aku ingin mendengar suara seksimu seperti malam itu."


Seketika aku terkejut hingga rasa geli yang sedang menjalar di seluruh tubuhnya hilang dan berganti rasa takut. "Bagaimana mungkin aku tahu apa yang Mira katakan pada Mas Denis saat itu? Ya Tuhan, apa rahasiaku akan terbongkar malam ini?" batinku yang seketika buntu hingga tak mampu berpikir apa-apa.


Bersambung ✍️

__ADS_1


__ADS_2