Wanita Pengganti Di Malam Pertama

Wanita Pengganti Di Malam Pertama
Ada Apa Dengannya?


__ADS_3

Selamat membaca!


Sesaat setelah aku tiba di ruang kunjungan, entah kenapa aku melihat ada yang aneh dengan raut wajah Delano saat ini. Dia tidak seperti biasa, menampilkan wajah bahagia setiap kali akan bertemu denganku. Wajahnya tampak murung. Ada kesedihan yang dapat kulihat jelas. Namun, tentu saja aku masih belum tahu apa sebenarnya yang ada di pikirannya.


"Kenapa Delano kelihatan sedih begitu ya?" batinku terus memperhatikan sambil melangkah semakin dekat menghampirinya.


Saat aku tiba di depannya, wajah sedih itu tak lagi aku lihat. Berganti senyuman dengan kedua mata yang kini langsung beralih menatapku.


"Hai, bagaimana kabar kamu hari ini?" tanyanya sesaat setelah aku duduk di kursi yang ada tepat di seberangnya.


"Seperti yang kamu lihat sendiri, aku baik-baik saja. Kamu sendiri bagaimana?" Aku coba menanyakan hal yang sama pada Delano. Walaupun sebenarnya aku ragu, apa dia mau mengatakan hal yang sejujurnya padaku.

__ADS_1


"Aku juga baik, Lissa. Ini aku bawakan pizza seperti yang kamu inginkan dua hari yang lalu." Delano terlihat mengangkat 5 box pizza yang dia letakkan di bawah hingga aku tak bisa melihatnya. Dia pun tersenyum saat meletakkannya di atas meja. Senyuman yang seolah mempertegas bahwa dia memang tidak ingin aku sampai tahu kesedihannya.


"Aku masih penasaran, sebenarnya kenapa tadi dia kelihatan sedih begitu? Pasti ada sesuatu yang sedang disembunyikannya," batinku masih tak menjawab apa yang dikatakan oleh Delano.


Di tengah pikiranku yang masih sulit menerka-nerka, Delano terdengar memanggilku. Aku lihat dia mulai menggeser 5 box pizza di atas meja hingga tepat berada di depanku.


"Ayo kita makan pizza ini!" Delano pun membuka satu box yang berada di tumpukan paling atas hingga kedua mataku seketika mengarah pada pizza yang dibawanya. Aku sedikit terkejut karena ternyata dia masih mengingat apa yang aku katakan. Padahal aku pikir dia tidak akan menganggap permintaanku itu sebagai hal serius karena aku juga mengatakannya sambil bercanda.


Delano tiba-tiba terkekeh singkat. Dia menatapku dengan senyuman. Wajahnya terlihat begitu teduh. Membuat aku jadi merasa malu saat pandangan mata kami saling bertaut. Beberapa saat aku pun hanya terdiam. Merasakan ketenangan yang sudah lama tidak pernah aku temukan dari sorot mata seseorang. Terakhir kali, semua itu aku rasakan saat masih menjadi istri Mas Denis.


"Kurus atau gemuk kamu tetaplah Alissa. Bagi aku kamu tetap cantik, tidak peduli apa pun perubahan dalam penampilan kamu."

__ADS_1


Wajahku seketika merona. Pujiannya entah kenapa membuat ritme jantungku mulai berdetak tak berirama. "Ya Tuhan, kenapa aku ini. Jangan bilang aku sedang jatuh cinta dengannya." Saat aku hanya bisa berkata dalam hati, tiba-tiba aku tersadar bahwa Delano saat ini terus menatapku tanpa berkedip. Tentu saja aku tidak ingin jika dia sampai melihat wajahku yang mungkin saja sudah seperti kepiting rebus saat ini. Dengan cepat aku menepis rasa canggung itu, coba menatapnya lagi sambil mengusir cepat rasa malu yang telah membuat wajahku memerah.


"Kamu ini bisa saja. Aku yakin kamu bohong. Enggak mungkin aku tetap cantik kalau gemuk." Aku mengatakan itu sambil berkacak pinggang. Melihat Delano yang semakin mengulas senyuman. Hal berbeda dengan yang aku lihat di awal kedatanganku ke sana.


"Bohong itu dosa, Lissa. Lagi pula aku tidak ingin menambah kesalahanku di saat kesalahan yang sebelumnya masih belum mendapatkan maaf dari kamu."


"Aku sudah maafin kamu, No. Ya, semenjak kamu terus menyogok aku dengan makanan-makanan enak setiap datang mengunjungiku, termasuk pizza ini." Tak ingin Delano melihat rona di wajahku yang masih tersisa, aku langsung mengambil sepotong pizza dan mulai melahapnya. "Sudah ayo makan dulu!" Aku seketika mengalihkan pandangan mata dengan menatap ke sembarang arah sambil mulai mengunyah pizza yang baru aku masukkan ke dalam mulutku.


"Terima kasih ya, Lissa. Sekarang aku sudah bisa tenang sebelum ...." Delano tiba-tiba menghentikan perkataannya. Terdiam sejenak tanpa mengatakan apa-apa. Membuatku mulai berpikir jika saat ini memang ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Delano dan sepertinya dia tidak ingin aku sampai mengetahuinya.


Bersambung ✍️

__ADS_1


__ADS_2