Wanita Pengganti Di Malam Pertama

Wanita Pengganti Di Malam Pertama
Jawaban Delano


__ADS_3

Selamat membaca!


Rasa canggung seketika menguasai diriku. Saat suara Delano terdengar dari depan pintu. Tanpa menunggu lama, ibu pun langsung melangkah. Membukakan pintu ruangan dan mempersilakan Delano masuk dengan sangat ramah.


"Ayo silakan masuk, Nak Delano!"


"Iya, Bu. Maaf ya kalau saya ganggu." Ada rasa sungkan di wajah Delano. Dia terlihat sangat sopan dengan mencium punggung tangan ibuku. Pembawaannya yang seperti itu malah semakin membuatku bingung kenapa Almira tidak menjalin hubungan serius dengannya atau mungkin ada alasan lain kenapa mereka berdua tidak bisa bersama.


"Hai, Mira. Bagaimana kondisi kamu?"


Dia menyapaku. Sementara itu, aku masih termenung menjawab tanya yang sulit aku pahami.


"Mira, kamu ini kebiasaan deh, sering banget melamun. Itu Delano nanya kamu lho!" Ibuku menyentuh lenganku. Menggerakkan tubuhku dengan perlahan hingga pandanganku langsung melihat keduanya secara bergantian.


"Iya, Bu. Maaf."

__ADS_1


"Ya sudah, Nak Delano duduk saja dulu ya!" Ibu mengatakan itu sambil meletakkan parcel buah yang diberikan oleh Delano di atas nakas.


"Bagaimana keadaan kamu?" Delano mengulang pertanyaan yang sempat aku abaikan karena terlalu banyak pikiran yang mengusikku.


Aku pun tersenyum setelah melihatnya yang sudah duduk tepat di sebelahku. Tempat yang sebelumnya diduduki oleh ibuku. "Aku baik, No. Maaf ya jadi ngerepotin kamu nih sampai datang ke sini dan bawa buah segala lagi."


"Itu enggak seberapa, Mir. Lagi pula rumah sakit ini juga enggak terlalu jauh jaraknya dari kost aku."


"Jadi, Delano cuma ngekost di sini," batinku sambil terus mengumpulkan beberapa hipotesa yang nantinya bisa aku tarik jadi satu kesimpulan dari setiap pertanyaan yang tentu saja tidak bisa jika aku jawab sendiri.


"Kamu kenapa bisa sampai jatuh? Kaya anak kecil saja, Mir." Nada suaranya begitu cemas. Namun, pada kalimat terakhir, dia seakan coba mencairkan suasana. Mungkin agar percakapan kami tidak terlalu canggung, apalagi ada ibu yang masih dapat mendengar jelas obrolan kami.


"No, aku mau bertanya sesuatu boleh?" Aku coba membias keterdiaman Delano yang masih terlihat canggung di depanku. Tentu saja sambil melihat ke arah ibuku yang saat ini baru saja duduk di sebuah sofa yang terdapat di ujung ruangan. Jaraknya cukup jauh, walau masih di ruangan yang sama. Kebetulan ruang rawat ini adalah kelas VIP hingga membuat ibuku bisa dengan nyaman menungguku sambil menonton televisi.


"Boleh, tanya saja. Aku pasti akan jawab semua pertanyaan kamu."

__ADS_1


"Soal pesan itu ...." Aku sengaja menggantung ucapanku. Tak ingin salah bicara yang nantinya malah membuat Delano curiga jika aku bukanlah Almira.


"Apa tidak apa kita bicarakan di sini?" Delano malah balik bertanya dengan suara yang ditahannya. Pasti dia tidak mau jawabannya sampai didengar oleh ibuku dan itu malah semakin menguatkan keyakinanku bahwa semua yang akan diucapkan pasti ada kaitannya dengan kehamilan Almira.


"Tidak apa-apa, tapi pelan-pelan saja. Lagi pula Ibu sepertinya sedang asyik menonton TV." Aku pun coba memelankan suaraku sambil memperhatikan ibu yang masih dapat aku lihat dari posisiku saat ini.


"Aku minta maaf ... waktu itu aku sempat menolak untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang aku lakukan. Jujur saat itu, aku hanya tidak tahu harus melakukan apa? Kamu tahu sendiri kalau aku masih kuliah dan belum memiliki pekerjaan sama sekali. Bahkan tempat tinggal saja aku hanya ngekost. Jadi, aku benar-benar bingung saat kamu menanyakan itu." Ada raut penuh penyesalan yang terlihat jelas di wajah Delano. Kedua matanya bahkan sampai memerah saat mengatakan semuanya.


"Fix! Aku semakin yakin jika anak yang dikandung Mira bukanlah anak Mas Denis, tetapi anak Delano. Sekarang kamu tidak akan bisa berkelit lagi Mira. Permainanmu saat ini malah membongkar rahasiamu sendiri," gumamku penuh keyakinan sambil memikirkan rencana apa yang harus aku lakukan setelah ini.


Bersambung ✍️


...Selamat pagi, Bestie. Author mau promosi nih satu cerita Ongoing lainnya. Author akan lanjutkan, tetapi sebelumnya aku butuh dukungan dari kalian semua nih. Ayo mampir ke sana ya! Judulnya: One Night Destiny....


...Ceritanya beda dari ini dan Author jamin enggak kalah seru. Di sana Author menggunakan POV 3 jadi setiap sudut pandang pemerannya Author tulis dengan jelas. Ditunggu ya, Bestie. Jangan lupa komentarnya....

__ADS_1



...


__ADS_2