Wanita Pengganti Di Malam Pertama

Wanita Pengganti Di Malam Pertama
Rindu Bertemu


__ADS_3

Selamat membaca!


Aku terus melangkah ke depan rumah dengan harapan bahwa dia memang datang, walau aku tidak berani terlalu yakin karena takut merasa kecewa. Sampai akhirnya, lidahku benar-benar terasa kelu saat sosok itu berdiri di depan rumah ibuku.


"Delano ...." Aku menghampirinya. Menatap wajahnya dengan kedua mata yang berkaca-kaca. Tentu saja ini adalah kejutan yang tak terduga untukku. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa ternyata Delano sudah ada di depan mataku.


"Hai ...." Dia hanya mengatakan itu saat aku tepat berdiri di hadapannya. Sementara aku, masih terdiam menatapnya dengan sorot mata penuh tanda tanya. Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa dia bisa datang ke sini? Bagaimana dengan kuliah dan pekerjaannya?


"Apa kamu sengaja membuat kejutan ini?" Walau dalam pikiranku banyak hal yang ingin aku tanyakan, tetapi entah kenapa hanya pertanyaan itu yang mampu aku ucapkan. Begitu sulit mencerna semua ini. Bahkan aku sempat mencubit lenganku agar tahu bahwa ini bukanlah mimpi.


"Ini memang bukan mimpi, Lissa." Dia seolah menyadarkanku. Meyakinkan bahwa apa yang ada di depan mataku bukanlah khayalan atau sebuah angan-angan.


Setelah mendengar perkataan itu, aku pun langsung mendekap tubuh Delano. Meluapkan semua kerinduan yang selama ini tertahan begitu lama. Rindu ingin bertemu dengan pria yang selama ini selalu menemaniku di saat aku terpuruk di penjara melalui surat-surat yang ditulisnya. Pria satu-satunya yang selalu memberi motivasi padaku agar bisa kuat menjalani hidup dan berubah jadi lebih baik saat bebas nanti. Dan, sekarang pria itu berada dalam dekapanku, dia pun memelukku dengan begitu erat.

__ADS_1


"Aku kangen sama kamu, Lissa. Ternyata aku enggak salah memilih pakaian ini untuk kamu ya. Kamu terlihat cantik."


Aku jadi tersipu malu mendengar pujiannya. Rasa rindu yang begitu besar bahkan sampai membuatku tidak sadar bahwa hubunganku dengan Delano sejak dulu hanya mengalir begitu saja tanpa ada sebuah komitmen. Dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya dan begitu juga dengan aku. Sadar akan hal itu, aku pun langsung mengurai pelukanku. Menahan rasa malu yang semakin bertambah dan benar-benar sudah membuat wajahku berubah memerah.


"Maaf ya tadi aku jadi meluk kamu." Aku menatap Delano malu-malu.


"Iya enggak apa-apa. Lagi pula ada Mas Denis dan juga ibumu yang sedang melihat kita."


"Lissa, apa Delano adalah pria yang kamu bicarakan sama Ibu?" tanya ibuku langsung aku jawab dengan sebuah anggukan kepala sambil tersenyum.


"Masuk yuk!" Aku pun mengajak Delano yang mulai mengikuti langkahku. Kami berjalan beriringan hingga begitu tiba tepat di hadapan ibuku, Delano langsung meraih tangannya.


"Apa kabar, Bu?" Delano bertanya setelah mencium punggung tangan ibuku.

__ADS_1


"Ibu baik-baik saja. Ayo kita masuk ke dalam saja biar enak ngobrolnya!"


"Iya, Bu."


Entah kenapa aku menilai jika Mas Denis tampak tidak suka dengan kedatangan Delano. Dia bahkan sampai menolak berjabat tangan dan lebih memilih untuk masuk lebih dulu. Entah apa yang ada dalam pikiran Mas Denis, apa mungkin dia cemburu saat tadi melihat aku memeluk Delano? Namun, aku merasa enggan memikirkannya. Pikirku biarlah sekalipun dia merasakan itu. Lagi pula kehidupan pribadiku bukan lagi urusannya. Dan, aku sama sekali tidak perlu untuk menjaga perasaannya karena aku hanyalah mantan istri dari seorang Denis Wiratama dan saat ini, dia adalah adik iparku.


Bersambung ✍️


...Halo, Bestie. Author mau promosi nih, novel Author yang sudah tamat, Aku Bukan Istri Mandul. Pastinya seru deh kalau kalian ikutin! Ditunggu komentarnya ya di sana. Terima kasih semua....


...Novel ini menceritakan tentang kisah dari pemeran utama wanita yang harus berjuang dengan keputusannya untuk bercerai dan memulai hidup barunya setelah sang suami menjatuhkan talak 3 karena perselingkuhan dengan sekertarisnya sendiri....


__ADS_1


__ADS_2