Wanita Pengganti Di Malam Pertama

Wanita Pengganti Di Malam Pertama
Ragu Menerima


__ADS_3

Selamat membaca!


Aku pun duduk tepat di seberang Fadhly yang juga duduk setelah melihat kedatanganku. Dia masih terdiam, menatap wajahku penuh simpati. Aku rasa saat ini dia merasa iba dengan nasibku yang harus mendekam di dalam penjara.


"Ada apa kamu datang ke sini?" Aku memutuskan untuk mulai bicara lebih dulu alih-alih menunggu Fadhly mengatakan maksud kedatangannya.


Sesaat aku dapat melihat kedua matanya tampak berkedip setelah sebelumnya hanya termangu menatapku. Sepertinya dia tidak menyangka jika penampilanku akan banyak berubah setelah masuk penjara. Tak hanya lusuh, mungkin dia melihat wajahku benar-benar sendu saat ini. Selain itu, lingkar hitam di bawah kedua mataku semakin mempertegas bahwa waktu tidurku memang sangat berkurang sejak berada di sel tahanan ini.


"Jadi, niat aku ke sini karena aku ingin membantumu, Lissa."


Tentu saja aku tidak menyangka jika Fadhly jauh-jauh datang untuk menawarkan sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan. Aku pikir dia sudah melupakanku, ternyata aku salah. Dia bahkan sampai datang mengunjungiku dan entah dari mana dia bisa tahu tentang keberadaanku di sini.


"Membantu apa?" tanyaku masih belum mengerti tentang bantuan apa yang sebenarnya ingin diberikan oleh Fadhly padaku. Apa ini hanya cuma-cuma atau ada imbalan yang harus aku lakukan setelahnya?

__ADS_1


"Aku akan menyiapkan seorang pengacara untuk mendampingimu di persidangan. Walaupun aku tidak bisa membuat kamu bebas dari hukuman, tapi setidaknya aku bisa membantumu agar putusan persidangan nanti tidak terlalu memberatkanmu."


"Apa kamu serius ingin membantuku?" tanyaku masih merasa ragu dengan maksud tujuan Fadhly sampai repot-repot ingin membantuku.


"Tentu saja aku serius. Aku tidak akan membiarkan kamu sampai menderita seperti ini, Lissa. Dulu aku pernah memposisikanmu sangat rendah dengan memintamu menjadi simpananku. Sekarang izinkan aku untuk menebus semua kesalahanku. Aku ingin setelah keluar dari penjara nanti, kamu bisa kembali bersamaku dan memulai hidup yang baru. Apa kamu mau, Lissa?"


Sebenarnya aku sudah dapat menebak jika tujuannya datang ke sini pasti memiliki maksud tertentu dan benar saja, ternyata dia menawarkan bantuan agar bisa memiliki aku lagi. "Maaf aku tidak bisa menerima tawaranmu." Aku langsung melepaskan tangan Fadhly yang baru saja menggenggam kedua tanganku. Dia pun tampak terkejut dengan penolakanku yang pasti tidak terpikirkan olehnya jika aku akan melakukan itu.


Di saat kenangan buruk yang pernah aku lewati saat masih menjadi simpanan Fadhly silih berganti datang ke dalam pikiranku, dia kembali bertanya. Kali ini lebih terdengar penuh kesungguhan sambil menatapku begitu lekat. "Aku tahu aku banyak salah sama kamu, Lissa. Tapi, satu hal yang harus kamu tahu kalau aku sungguh-sungguh ingin kembali sama kamu. Aku janji kali ini tidak akan sama seperti dulu. Kamu tidak akan lagi jadi yang kedua dan aku akan selalu memperlakukanmu seperti seorang ratu."


Perkataan itu seketika menggetarkan hatiku. Namun jujur saja, aku benar-benar sulit mempercayai orang lain lagi setelah banyak hal yang sudah aku lalui. Terutama jika aku mengingat kembali Almira, di saat itulah aku merasa seperti orang bodoh yang seakan-akan mudah terperangkap dalam permainannya.


"Maafkan aku, Fadh. Aku butuh waktu untuk memikirkannya ...." Ada sorot mata penuh keraguan yang terpancar dari kedua manik mataku dan aku rasa dari jarak sedekat ini, Fadhly pasti dapat melihatnya. Melihat jika saat ini aku masih bimbang untuk memberikan keputusan padanya.

__ADS_1


Mendengar jawabanku yang masih bersikekeh menolak tawarannya, dia pun menarik napasnya, lalu mengembuskan dengan perlahan. "Baiklah. Dua hari lagi aku akan datang ke sini lagi untuk menanyakan jawaban apa yang kamu berikan, bagaimana? Apa dua hari waktu yang cukup untuk kamu berpikir?"


Aku seketika terdiam. Mendengar jawaban Fadhly yang sungguh bijaksana. Hal yang jauh berbeda dari sosok dirinya yang aku kenal dulu. Apa benar dia sungguh-sungguh sudah berubah? Dan, apa benar semua ucapannya yang tadi kalau dia akan memperlakukan aku seperti ratu dalam hidupnya?


Bersambung ✍️


...Selamat malam, Bestie. Jadi, menurut kalian, apa Alissa harus menerima dan memberi kesempatan pada Fadhly atau tidak? Yuk ramaikan kolom komentar dengan pendapat kalian. Happy weekend semua. Lanjut update besok pagi ya. Terima kasih sudah setia menunggu kelanjutannya....


...Yuk ramaikan novel baru Author....


...⬇️⬇️ Ditunggu komentarnya. ⬇️⬇️...


__ADS_1


__ADS_2