
Selamat membaca!
Di tengah pikiranku yang masih begitu tak menyangka dengan kepergian Almira, tiba-tiba Mas Denis bertanya tentang sesuatu yang mengejutkanku. Hal yang tentu saja semakin membuatku merasa canggung berada di dekatnya.
"Lissa, apa kamu mau berpura-pura jadi Mira untuk sementara waktu saja di depan anakku? Dari tadi pagi dia terus menangis mencari ibunya dan aku benar-benar bingung harus melakukan apa."
Tentu saja aku merasa iba dengan kondisi keponakanku, tetapi untuk berpura-pura menjadi Almira itu tidak mungkin aku lakukan. Setidaknya itulah yang aku pikirkan saat ini.
"Maaf, Mas. Aku enggak bisa." Tanpa ragu aku menolaknya. Membuat raut wajah Mas Denis terlihat begitu kecewa saat mendengar keputusanku.
__ADS_1
"Apa kamu tidak bisa memikirkannya lagi! Aku mohon, Lissa. Coba kamu lihat video ini dulu! Kata Inah sejak pagi dia murung terus sampai enggak mau makan." Mas Denis menyodorkan ponselnya dengan layar yang sudah menampilkan sebuah video anak kecil tengah menangis.
Aku pun mengambil ponselnya, lalu mulai menyaksikan video yang hanya berdurasi satu menit di mana Keisha tak henti-hentinya menangis dan berceloteh memanggil mama berulang kali.
"Pasti dia sedang mencari Mira dan tidak tahu jika saat ini ibunya sudah pergi meninggalkannya. Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku harus berpura-pura menjadi Mira. Sebenarnya aku enggak mau melakukannya karena aku sudah sangat lelah dengan semua kepura-puraan yang dulu sering aku lakukan." Aku hanya bisa mengatakan dalam hati semua keraguan yang tengah menguasai diriku.
"Aku bersedia, tapi hanya untuk sementara waktu. Aku juga minta maaf sama kamu karena aku tidak bisa mengabulkan permintaan Mira untuk menggantikan posisinya. Lagi pula aku juga tidak mau jika nama baik kamu dan keluargaku jadi semakin tercoreng karena hal ini. Dulu aku pernah menjadi istrimu, lalu adikku menggantikan posisiku. Jadi, sekarang tidak mungkin jika aku harus kembali sama kamu. Itu mustahil karena selain aku tidak mau, aku juga sedang menunggu orang lain. Setidaknya orang itu tidak pernah meninggalkanku sendiri di saat aku terpuruk dalam penjara." Aku mengungkapkan semua yang ada di pikiranku. Tak peduli apa yang dia pikirkan, tetapi setidaknya aku melakukan sesuatu yang menurutku benar.
"Aku mengerti dan aku juga minta maaf selama 4 tahun ini aku tidak pernah datang mengunjungimu. Selama ini aku terlalu sibuk membiasakan diri dengan pernikahanku dengan Mira. Aku juga terlalu dibutakan oleh kemarahanku hingga tidak mencari tahu semua kebenarannya."
__ADS_1
"Tidak masalah, Mas. Aku mengerti, tapi aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa kembali sama kamu. Sekarang itu jalan hidup kita telah jauh berbeda dan aku juga sudah menganggap kamu sebagai pelajaran hidup yang paling berharga di masa laluku. Lagi pula aku lebih bahagia kalau kamu mau belajar mencintai Mira dan melupakan aku. Kamu harus bisa, apalagi kamu sudah punya Keisha. Ingat, Mas! Mau bagaimanapun kesalahan Mira di masa lalu, dia tetap istrimu. Bukannya sudah tugas seorang suami memaafkan kesalahan istrinya, apalagi kesalahan yang Mira lakukan sama sekali tidak melibatkan orang ketiga. Dia sangat mencintaimu, Mas."
Mendengar perkataanku, raut wajah Mas Denis terlihat semakin sendu. Sebenarnya aku tidak bermaksud menyindirnya karena aku hanya ingin rumah tangganya bersama Almira bisa bertahan dan mereka berdua bahagia.
Bersambung ✍️
...Halo, Bestie. Yuk baca juga novel Author yang lain, judulnya, Istri Satu Miliar. Seorang wanita yang harus terjebak dalam sebuah kontrak yang telah disepakati dengan atasannya. Hingga akhir, kesuciannya harus terenggut dan terjebak dalam perasaan antara benci juga cinta....
__ADS_1