
Selamat membaca!
"Maksudnya apa, Denis? Mira hamil anak kamu? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?" Kalimat itu terdengar dari mulut ibuku. Raut wajahnya masih penuh keterkejutan. Mungkin ibu tidak menyangka akan mendengar semua ini dari mulut menantunya. Hal yang pastinya memang sulit untuk bisa dimengerti, terlebih selama ini aku selalu baik terhadap keluargaku dan tak ada tanda-tanda jika aku bisa sampai tega melakukan itu pada adikku sendiri.
Mengetahui keberadaan ibuku, Mas Denis pun sejenak terdiam. Dia sepertinya lupa bahwa di ruangan ini, ada ibuku yang seharusnya tidak perlu tahu. Namun, semua sudah terlambat. Sekarang Ibu sudah tahu dan tak ada alasan bagi Mas Denis untuk tidak menjelaskannya.
"Semua ini bermula karena Lissa memaksa Mira untuk menjadi dirinya saat malam pertama kami, Bu. Saat itu, aku sendiri tidak tahu kalau ternyata mereka berdua sudah bertukar peran. Makanya, Mira bisa hamil anakku. Aku minta maaf ya, Bu. Seandainya aku tahu saat itu bukan Lissa yang pulang bersamaku, pasti aku tidak akan menyentuh Mira sedikit pun."
Apa begitu setianya Mas Denis padaku sampai dia begitu tertekan karena menyentuh wanita lain di malam pertama kami? Aku dapat melihat kedua matanya memerah. Raut wajah yang penuh kekecewaan itu pun benar-benar terlihat jelas di mataku.
__ADS_1
"Tidak mungkin, Denis. Lissa tidak mungkin melakukan itu? Selama ini Ibu sangat mengenalnya, dia itu anak yang baik dan selalu bertanggung jawab dengan keluarganya. Dia juga sangat menyayangi Mira. Jadi, kalau Ibu pikir ini semua pasti hanya salah paham!" Ibu masih membelaku. Melindungiku dan percaya bahwa aku tidak seperti apa yang Mas Denis katakan, walau sebenarnya semua perkataan itu benar. Tak ada satu pun yang salah. Entah kenapa waktu itu aku seperti dibutakan oleh rasa takut akan kehilangan Mas Denis sampai aku rela menghalalkan segala cara agar apa yang aku inginkan bisa tercapai.
"Kalau Ibu tidak percaya sama aku, sebaiknya Ibu tanyakan saja sama anak Ibu! Kenapa dia bisa sampai hati melakukan semua itu?" Mas Denis masih menatapku tajam. Aku lihat dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi masih ditahannya karena ada ibuku di sini. Mungkin dia tidak ingin sampai membuat ibuku semakin tertekan dengan semua kenyataan ini. Kenyataan yang pasti sangat menyakitkan untuknya.
"Apa benar yang Denis katakan itu, Lissa?" Ibu pun akhirnya bertanya dengan penuh penekanan. Namun, aku tak bisa menjawabnya. Entah kenapa lidahku terasa begitu kelu. Aku hanya bisa menatap ibu dengan air mata yang kini mulai menetes membasahi kedua pipiku. Air mata penyesalan yang terasa begitu menyakitkan di hatiku.
"Kalau kamu diam, berarti semua itu benar. Jawab, Lissa!" Dengan lirih, ibu mengatakannya sambil menangis. Membuatku hanya mengangguk ragu sebagai pengganti jawaban atas keterdiamanku.
"Maafin aku, Bu. Tapi anak itu ...."
__ADS_1
"Apa lagi yang mau kamu katakan, Lissa? Apa kamu mau membela diri atas semua yang telah kamu lakukan? Kenapa kamu bisa sampai punya pikiran untuk bertukar peran dengan adik kamu, Lissa? Kenapa?" tanya Ibuku masih menangis penuh kesedihan. Suara isaknya terdengar begitu piluh hingga terasa menusuk bagian terdalam hatiku.
Aku pun memilih diam. Pasrah menerima kemarahan dari Mas Denis dan juga ibuku tanpa bisa mengelak sedikit pun. Sepenuhnya ini memang kesalahanku. Jadi, aku tidak pantas untuk membela diri. Walaupun begitu, aku juga merasa kesal karena ternyata Almira yang aku nilai polos bisa jadi selicik ini.
"Kamu memang sangat licik, Mira. Kamu sengaja memberi tahu Mas Denis sebelum aku mengatakan rahasiamu. Aku yakin tadi kamu pasti sudah melihat kedatangan Delano ke rumah sakit ini. Jadi, kamu memutuskan untuk membongkar rahasiaku pada Mas Denis lebih dulu." Aku hanya bisa bicara dalam hati. Masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi. Di saat aku baru saja hendak mengumpulkan bukti-bukti kebohongan Almira, Mas Denis ternyata sudah lebih dulu tahu tentang kebohonganku.
Bersambung ✍️
...Halo, Bestie. Yuk baca juga novel Author yang lain, judulnya, Istri Satu Miliar. Seorang wanita yang harus terjebak dalam sebuah kontrak yang telah disepakati dengan atasannya. Hingga akhir, kesuciannya harus terenggut dan terjebak dalam perasaan antara benci juga cinta....
__ADS_1