Wanita Pengganti Di Malam Pertama

Wanita Pengganti Di Malam Pertama
Pesan Masuk


__ADS_3

Selamat membaca!


Kini hanya tinggal ibu yang menemaniku di dalam ruangan. Sementara Mas Denis pergi bersama Almira untuk makan siang di luar. Tak ada yang bisa aku lakukan selain diam dan menahan semua rasa kesal dalam diriku tanpa bisa meluapkannya sama sekali. Terlebih saat melihat Almira menggandeng tangan suamiku dengan begitu mesra ketika keluar dari ruangan. Aku tahu pasti Almira sengaja melakukan itu hanya demi membuatku cemburu. Hal sama yang pernah aku lakukan ketika aku mencium Mas Denis di hadapannya saat di rumah sakit.


Di tengah kegusaranku yang tak kunjung usai, tiba-tiba ibu menyodorkan sebuah ponsel. Namun dari apa yang aku lihat, benda pipih itu ternyata bukanlah milikku. Itu artinya, Almira juga menukar ponsel kami. Dia sangat beruntung karena aku adalah tipe orang yang tidak suka menggunakan layar kunci pada ponselku. Jadi, dia bisa lebih leluasa menggunakan ponsel itu tanpa harus bertanya password untuk membukanya.


"Ini tadi ada telepon dari teman kuliah kamu, tapi Ibu sudah sempat bicara sama dia kalau kamu dirawat di rumah sakit ini. Jadi, mungkin dia akan ke sini untuk menjenguk kamu."


"Siapa, Bu?" tanyaku penasaran, walau sebenarnya aku malas ingin tahu siapa yang dimaksud ibuku.


"Delano."


"Oh pria yang pernah datang ke rumah beberapa hari yang lalu itu, Bu?" tanyaku secara spontan saat nama yang diucapkan oleh ibu dapat kuingat dengan jelas.

__ADS_1


Seketika ibu menatapku dengan penuh selidik. Entah apa yang ada dipikirannya, tetapi aku sudah langsung menebak kalau ternyata aku salah bicara.


"Ya ampun, aku kelepasan. Sekarang kan aku sedang jadi Mira. Jadi, harusnya aku tidak mengatakan itu," batinku coba mengalihkan pandangan mata saat ibu masih menatap wajahku penuh curiga


"Jangan bilang kalian sedang bertukar peran saat ini."


Kalimat itu benar-benar membuat lidahku terasa kelu. Aku seketika bingung harus mengatakan apa selain tertawa kecil untuk menutupi rasa gugupku. "Ibu ngomong apa sih? Bertukar posisi apa?" tanyaku dengan cepat mengelak.


"Oh soal itu. Aku juga tahu dari Kak Lissa, Bu."


Ibuku sejenak terdiam. Seperti sedang mengingat sesuatu dalam pikirannya. "Pokoknya Ibu selalu melarang kalian untuk bertukar posisi dengan alasan apa pun. Kamu ingat, kan? Dulu kalian sering bertukar posisi hanya untuk menghindari mata pelajaran yang tidak kalian sukai di sekolah. Jadi, Ibu tidak suka jika kalian melakukan hal itu karena kamu sama adik kamu itu kembar identik. Siapa pun pasti akan sulit mengenali yang mana Almira dan Alissa, termasuk ibu sendiri. Orang yang telah melahirkan kalian berdua."


"Kami sudah dewasa sekarang, Bu. Jadi, kami tidak akan mungkin bertukar peran seperti saat kami masih sekolah dulu. Sudah Ibu enggak usah mikir aneh-aneh ya!"

__ADS_1


"Iya, maaf ya, Mira, Ibu hanya takut saja kalian melakukan itu lagi. Oh ya, Ibu mau ke kamar mandi dulu ya sebentar, enggak apa-apakan, Ibu tinggal?"


"Iya, Bu, enggak apa-apa. Lagi pula ke kamar mandi juga masih di ruangan ini, Bu."


Selepas kepergian ibu ke kamar mandi, aku pun mulai menggenggam kembali ponsel Almira yang tadi sempat aku letakkan di atas ranjang saat ibu memberikannya. Tak ada pesan whatsapp apa pun yang aku lihat, pasti Almira sudah menghapus semuanya. Bahkan di galeri ponsel yang sedang aku genggam saat ini, aku sama sekali tidak menemukan foto apa pun. Semua benar-benar kosong hanya ada musik dan beberapa pesan dari provider yang menginformasikan masa aktif kartu pada ponsel ini.


"Kenapa Mira sampai melakukan itu sebelum memberikan ponsel ini padaku? Memangnya apa yang dia sembunyikan? Aneh ...." Aku masih tak habis pikir dan terus mengutak-atik ponsel adik kembarku hingga aku menemukan sesuatu yang membuat aku tertegun beberapa saat. Bagaimana tidak, aku membaca sebuah pesan yang baru saja masuk dan isi pesan itu sungguh mencengangkanku.


Delano: Tolong berikan aku kesempatan untuk bertanggung jawab atas kesalahanku malam itu, Mira.


Pesan yang membuatku seketika berpikir bahwa mungkinkah Almira selama ini telah membohongiku?


Bersambung ✍️

__ADS_1


__ADS_2