Wedding Trap By Mr. Introvert

Wedding Trap By Mr. Introvert
Chapter 47


__ADS_3

Elvan kembali ke tempat duduknya setelah benar-benar dari toilet. Sesekali ia menanggapi ucapan tuan Hendra dan putrinya. Sebagai tamu kehormatan, mereka berdua terus saja menempeli Elvan yang sebenarnya membuat pria itu risih. Ia jadi tak begitu leluasa mengawasi Vada.


"Woah, ini kan pelayan yang cantik dan aduhai tadi. Kenapa sekarang pakai masker neng? Buka dong, biar abang bisa lihat wajah cantikmu itu,"


Elvan langsung menoleh ke sumber suara. Dimana tiga orang pria sedang menggoda istrinya.


Terlihat jelas salah satu dari mereka hampir menyentuh dagu Vada, namun wanita itu segera menghindar," Tolong jaga sikap Anda Tuan," peringat Vada.


Ketiga pria itu tergelak bersamaan, "Sok jual mahal. Mending jadi biji abang neng, hidup terjamin nggak bakal abang ijinin jadi pelayan begini," seloroh pria yang satunya.


Ingin sekali Vada menyumpal mulut pria itu. Tapi sebisa mungkin ia tahan. Apalagi Elvan, gigi pria itu sudah bergemelutuk menahan emosinya. Garis rahangnya semakin terlihat jelas dan kokok. Minuman yang ada di depannya langsung tandas begitu saja demi mengairi tenggorokannya yang sudah sangat kering karena menggeram.


Vada memilih pergi meninggalkan ketiga pria itu. Ia melirik sekilas ke arah suaminya, ia tahu pasti ria itu sudah sangat marah dengannya. Tapi, sudah terlanjur. Vada harus bertanggung jawab atas pekerjaannya.


"Kamu yang pakai masker!" Soraya memanggil Vada. Vada terpaksa mendekat.


"Tuangin minum untuk tamu spesial saya ini!" perintah Soraya. Vada manut, ia maju dan berdiri tepat di samping Elvan. Menuang minuman berwarna merah ke gelas pria itu dengan pelan.


"Kenapa dari tadi kamu melirik calon suami saya, kamu suka sama dia?" tanya Soraya terang-terangan.ia sudah jengah melihat Vada yang juga diam-diam melihat Elvan sejak tadi. Ia tidak tahu saja jika Vada dalam mode waspada. Ia pikir karena Vada menyukai Elvan yang ia akui sebagai calon suaminya.


Mendengar kata calon suami, entah kenapa tangan Vada menjadi gemetar. Ada rasa tidak nyaman di dalam hatinya ketika ada wanita lain yang mengaku-ngaku sebagai calon istri dari suaminya.

__ADS_1


Kerena gemetar, alhasil minuman yang ia tukang malah mengenai gaun mewah dan mahal milik Soraya. Tentu saja wanita itu langsung bereaksi.


"Kau! Dasar pelayan kurang ajar! Lihat ini, gaumku jadi basah!" hardik Soraya.


"Maaf nona, saya tidak sengaja. Biarkan saya membersihkannya," padahal cuma sedikit yang terkena, tapi wanita itu sudah sangat murka terhadap Vada.


"Hah apa? Mau di bersihkan dengan apa? Tisu? Ini gaum mahal! Bahkan gaji kamu setahu juga nggak akan mampu beli! Dari tadi kamu udah bikin saya muak tahu nggak. Kamu terus-terusan melirik calon suami saya, kamu naksir sama dia? Ngaca dong! Dia itu siapa, kamu siapa? Kamu bukan levelnya! Kalau mimpi jangan ketinggian!" Soraya terus mencerca Vada.


Hati Vada benar-benar merasa teriris. Benar apa yang di katakan wanita cantik, berpendidikan tinggi dan kaya di depannya itu, jika dia tidak pantas bersanding dengan seorang Elvan. Tapi nyatanya pria itu menjeratnya dalalm hidupnya. Merampas hidup ya ia punya. Jika saja pemikiran Elvan sama denagn Soraya, mungkin hidup Vada tidak akan seperti sekarang ini.


"Sekali lagi saya minta maaf," hanya itu yang bisa Vada katakan. Ia tak ingin mengacaukan pesta tersebut. Tangannya menghindar ketika Elvan hendak meraihnya. Ia tak ingin suaminya terlibat dan di permalukan seperti dia di depan umum karena memiliki istri yang tidak sepadan dengannya.


"Maaf saja tidak cukup!" Soraya mengambil gelas di depan Elvan yang sudah penuh dan menyiramkannya ke Vada. Vada shock, tapi dia hanya bisa pasrah, ia tak ingin mempertaruhakn nama baik temannya, Nita yang membawanya ke acara tersebut.


"Raya, jaga sikap kamu!" peringkat tuan Hendra yang melihat air muka Elvan sudah sangat gelap. Ia pikir pria itu pasti tidak menyukai keributan di depannya.


"Ayah suruh aku diam saja melihat wanita ini genit dengan calon suamiku? Bukankah ayah yang bilang kalau ayah akan menjodohkanku dengan Elvan?"


"Jaga bikin malu, kau merusak acaramu sendiri Raya. Tahan diri!" peringkat Tuan Hendra.


Soraya tak peduli dengan ucapan ayahnya, ia kembali mengambil gelas miliknya sendiri yang masih ada minuman dan hendak menyiramkannya kembali kepada Vada.

__ADS_1


Elvan benar-benar sudah tidak tahan melihat istrinya di perlakukan sedemikian buruknya. Harga dirinya ikut terhina.


"Cukup Sora!" Elvan mencekal tangan Soraya yang siap menyiram Vada kembali.


"Dia perlu di kasih pelajaran Van, biar nggak kurang ajar lagi," kata Soraya lantang.


Pyar!!!!


Elvan mengibaskan tangan Soraya sangat keras hingga gelas di tangan wanita itu terpental dari tangannya dan hancur di lantai.


Nita yang mendengar adanya keributan mendekat, ia terkejut melihat Vada yang sudah basah kuyup. Ia ingin mendekat namun urung saat melihat pria di samping Vada meraih tangan temannya itu. Mirip sekali dengan drama, pikirnya mendadak baper.


Elvan menggenggam erat tangan Vada yang terasa sangat dingin. Isteinya tersebut pasti sangat shock sampai tangannya terasa sedingin es. Vada sempat ingin menghindar, ia benar-benar tak ingin mempermalukan suaminya. Namun dengan cekatan Elvan meraihnya tangannya.


"Van...." Soraya tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Kau tahu, perempuan yang kamu hina ini... DIA ISTRIKU! Dan kau! Jangan sekali-kali mengaku sebagai calon istriku lagi!" ucap Elvan lantang. Seolah sedang memberikan pengumuman. Semua orang yang sejak tadi melihat keributan yang terjadi langsung menutup mulut mereka tak percaya. Terutama tiga pria yang sejak tadi menggoda Vada, mereka langsung pucat wajahnya begitu menyadari siapa wanita yang merek goda tadi.


"Kau bercanda Van, mana mungkin pelayan kamoungan seperti ini istrimu. Kau sedang bergurau?" Soraya masih menolak percaya. Tuan Hendra melongo karena shock. Putrinya itu sepertinya membuat kesalahan besar kali ini.


"Tak perlu pengakuanmu untuk percaya atau tidak. Tuan Hendra, sepertinya Anda perlu mendidik putri anda supaya lebih baik lagi. Terutama soal atitudenya. Saya permisi!" Elvan menarik tangan Vada yang sejak tadi hanya diam. Wanita itu hanya diam menunduk, mengikuti langkah suaminya.

__ADS_1


Elvan berhenti dan melepas genggamannya pada tangan Vada. Ia melepas jasnya untuk menutupi tubuh wanitanya tersebut yang sudah basah kuyup.


šŸ–¤šŸ–¤šŸ–¤


__ADS_2