Wedding Trap By Mr. Introvert

Wedding Trap By Mr. Introvert
Chapter 96


__ADS_3

Elvan mulai jengah mendengar penjelasan dari asisten Ryo, "Apa belum selesai kau bicara, yo?" tanyanya tak sabar. Pasalnya, ia sudah tak sabar ingin menemui sang istri dan menagih janji wanitanya tersebut tadi siang.


"Sebentar lagi, tuan muda. Tinggal proyek yang sedang berjalan di kota S... Proyek tersebut..."


Belum juga Ryo mulai menjelaskan, Elvan sudah berdiri, membuat Ryo langsung diam.


"Sudah sudah! Kita lanjutkan besok saja di kantor. Sekarang kau pulanglah. Atau mau menginap terserah!" ucap Elvan. Ia langsung bergegas meninggalkan asistennya tersebut yang hanya bisa bengong, "Dia kenapa sih, aku beku selasai menjelaskan udah di usir," batinnya bertanya.


Dengan langkah cepat, Elvan segera menuju ke kamarnya. Ia tak sabar melihat seperti apa Vada akan menyambutnya malam ini. Bayangan wanitanya tersebut memakai pakaian seksi terlintas di kepalanya, membuatnya semakin melebarkan langkah kakinya yang jenjang.


Dan benar saja, saat membuka pintu, di depannya berdiri sosok cantik bak bidadari yang benar-benar membuatnya kesusahan menelan salivanya sendiri.


Elvan berjalan mendekati Vada yang berdiri di samping ranjang setelah ia membang pil kb ke dalam tong sampah.


Dengan harap-harap cemas, berharap suaminya tak melihat pili-pil tersebut Vada tersenyum menyambut kedatangan sang suami.


Elvan langsung memeluk Vada dan mengendus leher istrinya tersebut,"Wangi sekali istri abang," ucapnya lalu memggigit kecil pipi Vada dengan gemas.


Elvan menangkup kedua pipi vada dan mendaratkan ciumannya di bibir wanita tersebut.


Harusnya Vada menikmati ciuman itu, namun pikirannya malah teringat kepada pil kontrasepsi, ada rasa takut dalam dirinya. Namun, ia tetap berusaha membalsa pagutan demi pagutan sang suami yang mulai menjamahnya.


Elvan mendorong tubuh Vada ke ranjang dengan pelan tanpa melepas ciumannya. Ia menindih tubuh Vada yang terlihat sangat seksi karena lingeri yang ia kenakan begiti transparan dan memperlihatkan lekuk tubuh Vada yang sempurna.


Elvan mengurai pagutannya. Ia memandang wajah sayu Vada karena cumbuan pembuka darinya. Di belainya pipi Vada dengan lembut. Elvan menautkan tangannya dengan tangan Vada yang terlentang di sisi kanan dan kiri, lau ia kembali mencium Vada dengan penuh perasaan. Membuat wanitanya tersebut serasa terbang ke awan.


Tiba-tiba, Vada mendorong dada Elvan saat pria itu membuat tajda cinta di beberapa titik di lehernya.


Elvan langsung mengernyitkan keningnya seolah bertanya 'kenapa'.


"Aku mau pipis sebentar," ucap Vada meringis. Elvan langsung mendengus dan menggulingkan tubuhnya ke samping Vada.


Di dala kamar mandi, Vada mondar mandir. Sebenarnya ia tak ingin buang air kecil, itu hanya alasannya saja.


"Kalau malam ini kami melakukanny dan langsung jadi anak bagaimana?" gumamnya seraya menggigit kukunya.

__ADS_1


"Apa abang tidak akan marah? Tapi bagaimana, udah aku buang juga, masa mau diambil lagi," Vada semakin gelisah.


Vada menarik napas lalu mengembuskannya pelan, "Kalau dia cinta sama aku, harusnya sih terima, kalau enggak berarti ercuma saja rumah tangga ini bertahan," gumamnya meyakinkan diri.


Vada kembali ke kamar, Elvan terlihat sedang memangku laptopnya, "Sudah siap?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangan dari layar.


Vada mendekat, "Siap!" ucapnya. Rasa deg-degannya sama seperti waktu malam pertama.


Mendengarnya, Elvan langsung tersenyum dan menutup laptopnya lalu menaruhnya di atas nakas.


Vada langsung merangkak naik ke pangkuan Elvan dan berinisiatif menicum bibir suaminya duluan.


Puas berciuman, Vada turun dsri pangkuan Elvan, ia mencsri sesuatu yang sejak tadi mengganjal saat ia berada di pangkuan sang suami. Tak butuh waktu lama, kini mulutnya terasa penuh oleh sesuatu yang sudah menegang kaku.


"C'mon baby, abang udah nggak tahan," rancau Elvan. Vada langsung menghentika aktivitasnya dan mukai merangkak naik ke tubuh sang suami. Keduanya melenguh bersamaan ketika tubuh mereka bersatu.


Malam itu Vada benar-benar menepati janjinya melakukan full service.


💕💕💕


Vada yang terlebih dahulu membuka matanya, menatap lekat wajah tampan dengan garis rahang yang jelas dengan rambut-rambut halus yang mulai tumbuh di sekitarnya tersebut. Ia menatap kagum ketampanan pria yang baru beberapa jam yang lalu memuntahkan benih-benih cinta ke dalam rahimnya.


Bada mengusap perutnya, "Semoga nanti kalau jadi wajahnya mirip ayahnya," batin Vada tersenyum.


Vada turun dari ranjang untuk membersihkan diri sebelum akhirnya ia menyiapkan sarapan.


Selesai menyiapkan sarapan, Vada langsung naik ke atas dan rupanya sag suami baru saja bangun.


" Pagi... " sapa Vada tersenyum sambil membuka gordyn.


"Pagi sayang," balas Elvan yang merem melek karena menyesuaikan demgan cahaya yang masuk.


"Mandi sana, aku udah buatkan sarapan untuk abang," ucap Vada.


Elvan menarik tangan Vada hingga jatuh terduduk di ranjang. Ia langsung memeluk sang istri, "Apa kau tidak lelah? Semalam kau begitu... Uuhhh menakjubkan," bisik Elvan.

__ADS_1


"Jangan di bahas lagi, sana mandi!" Vada berusaha bangun. Ia terlalu malu jika harus membahas kegiatan semalam. Nqmun, Elvan menahannya, "Abang suka. Sering-sering ya?" ucapnya dan langsung mengendus leher Vada.


"Abang geli!" ucap Vada menggeliat dan berusaha menghindar karena tubuhnya sudah merinding dibuatnya.


Elvan terkekeh kecil sebelum akhirnya ia masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa saat lamanya Elvan berada di dalam kamar mandi.


"Sayang, apa kau di luar?" teriak Elvan yang menyembulkan kepalanya di celah pintu kamar mandi.


Vada yang baru saja selesai menyiapkan baju Elvan langsung menghampiri suaminya, "Ada apa, Bang?" tanyanya seraya berjalan mendekat.


"Tolong ambilkn handuk, abang lupa membawanya!" ucap Elvan.


Vada mengernyit, bukankah di dalam kamar mandi selalu tersedia handuk yang masih belum di gunakan? Tak ambil pusing Vada langsung memutar badannya untuk mengambilkan handuk bersih.


"Ini!" Vada mengulurkan handuk untuk Elvan.


"Makasih!" ucap Elvan. Namun, ia tak hanya mengambil handuknya saja, melainkan juga menarik tangan Vada hingga tubuh wanita itu masuk ke dalam.


"Abang!" teriak wanita itu protes ketika Elvan hendak melepas kancing kemeja yang ia kenakan.


"Once more baby, please!"


"Kelamaan, kita harus ke kantor polisi pagi ini!" ucap Vada.


"Jangan bilang abang lupa, abang udah janji buat menjamin Dimas," Vada melotot penuh curiga, "Atau abang sengaja melupa?"


"Tidak, abang ingat sayang. Kan udah di depe tadi malam, plus plus bonus lagi. Masa abang lupa. Once more, habis itu sarapan terus berangkat,"


"Tapi..." Vada tak yakin dengan ince more suaminya karena bisa di tebak once more Versi Elvan pasti akan once more di bathub, once more di closet, dan one more lainnya.


Ceklek!


Pintu kamar mandi tertutup dengan rapat. Dan sudah di pastikan akan terjadi lagi gempa bumi lokal di dalam kamar mandi pagi itu.

__ADS_1


📢Hai hai hai, Abang Elvan come back setelah sekian lama menghilang dari peredaran. Jangan lupa like dan komennya terima kasih.


__ADS_2