Wedding Trap By Mr. Introvert

Wedding Trap By Mr. Introvert
Chapter 65


__ADS_3

Malam hari,setelah makan malam, Elvan dan Vada menghabiskan waktu untuk bersantai berdua di apartemen. Tepatnya saat ini mereka sedang santai menonton televisi di ruang kekuarga.


Vada duduk bersandar di sofa sementara Elvan tiduran di atas pahanya.


"Abang! Jangan merem dong, masa lihat televisi malah merem, yang ada jadi telebisinya yang nonton abang, masa aku nonton sendirian sih, ih nggak seru tahu!" Protes Vada saat ia menunduk dan melihat mata Elvan terpejam. Ia lalu mengambil snack potato di tangannya dan memakannya dengan sewot.


Mendengar omelan Vada, Elvan langsung membuka kedua matanya meski berat," Abang nggak tidur ya," elaknya.


" Ck, bohong banget, orang aku lihat barusan abang merem kok, nggak seru nih kalau aku nonton sendiri gini, melek nggak? Baru jam delapan ini!"


"Enggak sayang, abang nggak tidur, lihat nih nih melek kan?" Elvan berusaha membuka matanya lebar-lebar meski sebenarnya ia memang sudah ngantuk berat, di tambah lagi yang tersaji di layar televisi adalah drama yang jelas-jelas tidak ia sukai.


Vada diam, ia kembali fokus melihat layar televisi sambil ngemil snack potato. Sesekali ia menyuapi Elvan yang hanya pasrah saja menerima suapannya. Hingga pria itu kembali merem saat Vada hendak menyuapinya keripik kentang.


"Tuh kan, merem lagi! Abang ih! Suruh nemenin nonton aja merem, beda kalau di ajak olah raga malam, paling semangat empat lima, abang nggak asyik!" kesal Vada.


"Enggak tidur nih!" Elvan kembali berusaha membuka matanya lebar-lebar.


"Emang aku nggak bisa lihat, abang tuh dari tadi tidur, aku sendirian jadinya. Siapa yang ngajak pindah ke apartemen coba? Abang kan? Jadi pantang buat abang nyuekin aku! Tahu gini mending di mansion aja yang rame meski sama embak-embak dan mas-mas..." keluh Vada.


"Jangan dong, enakan di sini. Kita jadi banyak waktu me time berduanya. Jadi bebas mau apa aja dimana aja. Jadi berasa kayak suami istri beneran," ucap Elvan.


"Lah emang selama ini suami istri bohongan? Emang nggak niat nih dari awal nikahin akunya,"


"Niat dong, kan sampai di culik segala sama Rio. Kalau enggak ya nggak bakal jadi istri abang.


"Iya tahu, niat. Banget malah niatnya, niat buat balas dendam gegara nih mata,"


"Kok gitu? Kita baru aja baikan masa mau berantem lagi?" ucap Elvan.


"Siapa juga yang ngajak berantem, aku hanya kesal aja habisnya abang malah tidur nyuekin aku, nggak romantis emang. Kan maunya nonton drama berdua, terus baper-baperan gitu, ini malah di tinggal pindah ke alam lain," Vada mengangkat kepala Elvan lalu ia berdiri.


"Mau kemana? Ngambeknya di sini aja jangan di bawa merepet pergi," Sergah Elvan.


"Mau ambil minum, haus dari tadi ngemil nggak ada minumnya. Abang mau?," ucap Vada sambil jalan menuju ke dapur.


"Abang penginnya minum susu Vada liar langsung dari sumbernya," Ucap Elvan menyeringai.


"Oh. Lama-lama aku perhatikan abang makin omes. Otak mesum!" Vada langsung melangkah menuju ke dapur.

__ADS_1


Tak berselang lama, Vada kembali dengan membawa air putih dan juga pisang ambon yang tadi ia beli di mall.


"Nih, abang makan biar nggak tidur lagi," Vada mengulurkan pisang di tangannya.


"Makasih," Elvan menerima pisang itu meski sebenarnya ia sedang tak ingin makan. Namun, demi menjauhi omelan sang istri yang lebih panjang ia akhirnya memakannya.


"Mau?" tawar Elvan saat Vada melirik ke arahnya.


"Enggak! Abang nggak tahu ya Kalau aku nggak suka pisang? Baunya aja udah kayak mau mual aku," sahut Vada yang memang tidak menyukai pisang.


Elvan terdiam, ia memang tidak pernah Melihat vada memakan pisang, namun tidak tahu jika wanita itu tidak menyukainya.


"Semua pisang kamu nggak suka?" Tanya Elvan.


"Kalau di goreng dan pisangnya belum terlalu matang sih mau, tapi ya nggak suka banget gitu, hanya mau aja. Tapi ada satu sih pisang yang aku suka, mau tahu nggak apa?" Vada duduk menyerong menghadap suaminya.


"Apa?" Tanya Elvan.


"Pisang Ambon punya abang!" jawab Vada terang-terangan.


"Uhuk!" demi mendengar jawaban sang istri, Elvan sampai tersedak pisang yang ia makan.


"Lah kan aku cuma ngomong apa adanya aja, abang. Kok mesum sih?" Vada sengaja meremat belut import milik suaminya.


"Nah kan mancing-mancing kamunya. Bangunin 'anak lanangku' yang sedang tidur,"


"Hem, cuma ngetes doang abang, masih kuat bangun atau enggak kan semalam udah muntah banyak-banyak nih pisangnya,"


Elvan meletakkan pisangnya yang baru separo yang ia makan di atas meja. Ia langsung menarik Tangan Vada.


"Ayo!"


"Eh? Mau kemana main tarik-tarik aja, lagi asyik nonton nih," ucap Vada yang rupanya sudah menikmati kembali dramanya.


"Katanya tadi suka sama pisang Ambon abang. Ayo abang kasih!" ucapnya.


"Nggak ih. Aku lagi nggak pengin pisang Ambon ya abang, aku mau nonton dulu, belum kelar ini, lagi seru-serunya ini. Sini abang duduk lagi, temenin aku nonton!" Vada menarik tangan Elvan supaya kembali duduk.


Elvan kembali memposisikan dirinya tiduran di atas pangkuan Vada.

__ADS_1


" Emhhhh...," Vada yang tengah asyik menonton, tanpa sadar melenguh, apalagi saat di layar televisi besar itu sedang terjadi adegan kissingnya.


"Ya ampun, gila! Gara-gara lihat mereka kissing aja aku sampai kayak ngerasain enaknya," batin Vada yang masih belum sadar situasi. Tangannya mengusap-usap rambut Elvan yang ternyata sedang asyik dengan mainan ya sendiri di bawah sana.


"emhhh...." Vada kembali melenguh tanpa sadar.


"Gila tuh drama. Beneran nyetrum sampai kesini enaknya! Berdosa nggak ya sama suami kalau aku kenakan gara-gara melihat itu," batinnya.


"Abang," panggil Vada, yang di panggil hanya menjawab dengan gumaman, "Hem..."


"Lihat itu! Sumpah bikin baper banget!" seru Vada saat melihat adegan gendong menggendong menuju ke kamar.


"Emhhh... Gil belum apa-apa aku udah yang banjir duluan. Bahaya ini!" batin Vada. Ia segera mematikan televisinya. Namun rasa enak yang sejak tadi ia rasakan tak kunjung berhenti malah membuatnya semakin ingin melenguh keenakan.


"Nggak benar ini!" batinnya. Tapi. Tunggu! Vada segera menenuduk, ia melotot begitu melihat apa yang sedang suaminya lakukan di bawah sana. Tangan pria itu sudah menyusup ke dalam kaos yang ia kenakan dan memainkan buah dadanya bergantian. Sementara tangan satunya sudah berhasil menyusup masuk dalam segitiga bermuda yang tertutup rok yang Vada kenakan.


"Apa yang abang lakukan? Emhhhh..."


Elvan menghentikan aktivitasnya sejenak lalu mendongak semi menatap manik mata sang istri yang sudah berubah sayu.


"Abang ngantuk kalau cuma nemenin kamu nonton tapi anteng-anteng aja. Harus ada kegiatan yang di lakukan," ucap Elvan, ia kembali dengan aktivitasnya.


"Ih abang nakal!"


"Nggak nakal gini abang jadi ngantuk, beneran!"


"Alasan! Dasar omes, dimana-mana yang ada cuma kelonan aja pikiran abang nih,"


"Kok TVnya mati? Udahan nontonnya?"


"Aku kira tadi aku lagi kesetrum adegan kissing, jadi aku matiin aja. Eh tahunya, ternyata tangan abang yang nakal bukan otakku!"


"Kan biar nggak ngantuk nemenin kamu nontonnya. Apalagi kalau kamu suruh abang kihy yang iya-iya, kan abang jadi pengin iya-iya juga,"


"Alasan, orang cuma kissing doang tadi tuh adegannya, nggak bakal di tayangan full adegan ranjangnya lah. Bisa kena sensor, bahaya!"


"Ya udah, nanggung nih. Lanjut aja ya?"


šŸ’•šŸ’•šŸ’•

__ADS_1


__ADS_2