
Sebuah hotel mewah yang bertepat di gedung telah di hias dengan indahnya, para pegawai hotel sibuk menata ruangan yang sesuai dengan permintaan Tika.
Hari ini adalah pembukaan cabang perusahaan Anugerah yang di selenggarakan di hotel, Leo mengundang perusahaan besar yang akan ia ajak kerja sama termasuk perusahaan Davidson Group dan NG Group.
Leo dan Tika tidak mengetahui kalau perusahaan NG Group merupakan milik Nia.
" Sayang aku tak sabar menunggu nanti malam pasti banyak pengusaha yang menghadirinya dan kita akan mengajak mereka untuk kerja sama dengan kita" kata Tika, mengayun manja dengan Leo.
Leo tersenyum dan membenarkan yang di katakan oleh Tika kesempatan kali ini tidak boleh ia sia-siakan.
Kediaman Tama.
Nia berdiri di dekat jendela memandang langit ia menghela nafasnya secara kasar. Tama keluar dari kamar mandi ia melihat istrinya melamun di jendela.
Tama tahu apa yang difikirkan oleh Nia dan menuju ruang ganti untuk berpakai, setelah rapi Tama masih melihat istrinya melamun.
" Sayang jika kamu tak ingin pergi kita bisa tidak menghadirinya,mas tak ingin kamu sedih" kata Tama, memeluk istrinya dari belakang.
Nia tersenyum membalikan tubuhnya ia menatap Tama yang tersenyum. Nia membalikan badannya terlihat Azka senyum padanya dan memeluknya
" Nggk mas Nia akan pergi menghadirinya mungkin sudah saatnya aku menghadapinya" kata Nia, menatapnya.
" kamu yakin dengan ini sayang kita bisa tidak datang ke sana" kata Tama, Nia meyakinkan kalau ia akan baik saja.
Kemudian mereka bersiap untuk memenuhi undangan dari perusahaan Anugerah, Nia menghubungi orangtuanya mengenai hal ini.
Mami Yulia yang mendengar perkataan putrinya membuatnya khawatir dan mengajak suaminya ke tempat putrinya, Tama juga memberitahu orangtuanya dan mereka juga ke tempat Tama.
Tama tersenyum melihat penampilan istrinya yang terlihat perfect, Tama mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang.
" Kalau kamu seperti ini dia pasti akan menyesal telah meninggalkanmu" kata Tama, menghirup aroma dari tubuh istrinya yang membuatnya candu.
Nia mengeringit dahinya mendengar perkataan suaminya ia membalikan tubuhnya dan menatap tajam ke arah suaminya.
" Jadi mas ingin aku kembali padanya" kata Nia, dengan marah, Tama tersenyum melihat istrinya marah terlihat gemas baginya.
"Jika dia berani mendekat istri mas ini, mas akan memberinya pelajaran yang tak oernah ia harapkan" kata Tama, mencubit hidung Nia.
__ADS_1
" Habisnya mas ngomong kayak begitu" kata Nia, dengan kesal.
" Sudah sayang jangan ngambek lagi jika kamu seperti ini mas tak tahan lagi untuk makan kamu" bisik Tama, Nia tersenyum bersemu merah.
Tama tersenyum menatap wajah istrinya yang terlihat lucu, ia memandang bibir yang mungil Tama mendekatinya dan Nia memenjam matanya.
Tok, tok tok.
Tama menjadi kesal karena ada yang menanggunya.
" Siapa sih menanggu" kata Tama, dengan kesal, Nia hanya menggelengkan kepalanya melihat suaminya kesal tapi tetap membuka pintu.
Tama menatap tajam ke orang dihadapannya membuatnya ketakutan.
" Maaf tuan muda saya menanggu di bawah ada tuan dan nyonya besar juga orangtua dari nona" kata bibi, dengan gugup.
Tama terkejut tak hanya orangtuanya yang datang tapi mertuanya, Nia yang sudah rapi mendekati suaminya dan menggelengkan kepalanya pasti suaminya membuat bibi takut.
Nia mempersilahkan bibi melanjutkan pekerjaannya .
" Mas" kata Nia. " Oh ya sayang ayo kita turun mereka menunggu kita di bawah" kata Tama, memegang tangan istrinya. Nia merasa bingung memangnya siapa yang datang tapi ia tetap mengikuti langkah suaminya.
Mami Yulia melihat putrinya langsung memeluknya papi Primus mengelus rambut putrinya, Nia menatap papi Primus dengan heran apalagi terdengar suara tangisan dari maminya.
Mami Yulia melepas pelukannya dan mengelus pipi putrinya.
" Sayang mami papi sangat mengkhawatirkanmu setelah kamu memberitahu kami tentang undangan itu, sayang kamu tidak perlu pergi" kata mami Yulia, memegang tangan putrinya.
Nia menjadi menyesal karena membuat orangtuanya khawatir, tapi ia harus menghadapi mereka mungkin inilah saatnya.
" Mami papi jangan khawatir Tama pasti akan melindungi istri Tama dan tak ada satu pun yang dapat melukainya" kata Tama, memeluk pinggang istrinya.
" Ya mi pi Nia pasti baik saja apalagi ada Mas Tama, dan Nia harus menghadapinya" kata Nia, meyakinkan orangtuanya.
" Benar yang di katakan putrimu Yul dia harus menghadapi rasa trauma yang selana ini yang dirasakannya, dengan menghadapinya secara langsung Nia pasti bisa" kata mommy Indira.
" Baiklah tapi kami juga harus ikut agar tenang" kata mami Yulia, diangguk oleh lainnya.
__ADS_1
" Sayang dimana putrimu? " papi Primus, tidak melihat cucunya.
" Green ada di kamarnya pi Nia tak ingin Green bertemu dengannya, makanya Green minta bibi untuk menemaninya" kata Nia, mereka menanggukan kepalanya.
Kemudian mereka berangkat ke hotel tempat acara berlangsung, Tama dan Nia naik mobil bersama orangtua Tama sedangkan orangtua Nia di antar oleh supir.
Hotel xxx
Salah satu aula sudah di hias oleh pihak WO para tamu sudah berdatangan, Leo dan Tika saling memperkenalkan diri dan perusahaannya pada pengusaha yang hadir.
Taklama terdengar suara mobil yang memasuki halaman hotel ternyata yang datang adalah Tama dan keluarganya, Roger sudah datang sebelumnya dan menunggu di lobi.
Sebelum turun mami Yulia menghubungi Riri untuk menemani cucunya di rumah Nia, Ia tidak membiarkan cucunya hanya di temani oleh pelayan dan Nia setuju.
" Selamat malam tuan, nona, nyonya" kata Roger, memberi hormat.
" Roger gimana keadaan di dalam? " Tama, memegang tangan Nia.
" Para pengusaha sudah berdatangan tuan, sepertinya tuan Leo ingin mengajak mereka untuk bekerja sama" kata Roger.
" Benar itu sangat terlihat jelas mereka pasti melakukan ini untuk mengembangkan usahanya, sayang baik saja" kata Tama, Nia tersenyum.
" Sayang dari perusahaan kita siapa yang datang papi tak ingin mereka mengetahui kalau kamu pemilik dari NG Group, cukup mereka tahu kamu istrinya Tama" kata papi Primus.
" Papi, kalian jangan khawatir Nia telah meminta El yang melakukannya" kata Nia, dengan senyuman.
" Itu bagus sayang daddy yakin saat mereka tahu siapa kamu sebenarnya pasti terkejut" kata daddy Thomas, merasa bangga dengan menantunya.
" Sayang darimana mendapat ide ini, kamu semakin pintar" kata Tama, tersenyum dan mencium tangannya Nia hanya tersenyum.
" Nona maaf saya baru datang" kata El, baru saja datang, Nia menanggukan kepalanya. El memberi hormat pada lainnya.
' Ayo kita masuk" kata Nia, Tama memegang erat tangan istrinya memberinya kekuatan.
Pintu terbuka masuklah Tama dan lainnya ke ruangan para tamu undangan saling memandang karena melihat seorang Tama Davidson datang.
Leo dan Tika awalnya tersenyum melihat Tama datang dan kesempatan menjalin kerja sama yang mereka tawar pasti di terima, tapi melihat Nia di sampingnya membuat mereka syok apalagi perilaku Tama sangat romantis pada Nia.
__ADS_1
" Tak mungkin".