( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 17


__ADS_3

Malam hari keluarga kecil ini berkumpul di ruang tengah menonton acara disukai oleh putrinya, Leo melihat sekitar rumahnya tapi tidak mrlihat keberadaan mami Sarah.


" Sayang dimana oma? Leo. " Oma pergi papi ke tempat temannya" kata Green tetap dengan menyaksikan acaranya.


Leo menatap Nia tada bertanya dan Nia menanggukan kepalanya. " Mami pergi ke luar kota menemui temannya dan menginap beberapa hari disana" kata Nia, Leo hanya menghela nafasnya karena maminya tidak memberitahunya.


" Nia mas ke ruang kerja dulu" kata Leo, pergi meninggalkan Nia dan Green menuju ruang kerjanya.


" Papi mau kemana mami" kata Green dengan memajukan bibirnya karena cemberut. " Sayang jangan cemberut begitu Green tahukan kalau papi sangat sibuk, papi sedang mengurusnya" kata Nia tersenyum.


" Apa dia menghubungi Tika" guman Nia, menatap sedih ke arah suaminya, dia tak percaya bahwa rumahtangga ini akan seperti apa selanjutnya.


" Mami Green mengantuk" kata Green mengucek matanya, Nia tersenyum dan mematikan siarannya. " Jadi putri mami sudah mengantuk ayo kita tidur sekarang" kata Nia, menggendong putrinya karena sudah kelelahan.


Ruang kerja.


Leo sedang memikirkan cara untuk bicara dengan Nia menengai perusahaannya yang membutuhkan dukungan dana untuk menyelesaikan proyeknya.

__ADS_1


Leo menghubungi Tedi untuk bertanya tentang pekerja yang melakukan demo di depan perusahaannya.


" Tedi bagaimana pendemo itu apa sudah diatasi? " Leo.


" Sudah tuan tapi mereka meminta kita membayar tenaga mereka beberapa bulan terakhir ini, baru mereka bersedia untuk melanjutkan pekerjaan" kata Tedi.


Leo menghela nafsnya secara kasar sambil meminjit hidungnya.


" Baiklah minta mereka kita membutuhlan beberapa hari untuk membayarnya" kata Leo.


" Baik tuan" kata Tedi, menutup panggil as n teleponnya.


" Sepertinya aku harus bicara dengan Nia menengai hal ini, aku tak punya waktu yang banyak" kata Leo. Kemudian dia masuk ke dalam kamar terlihat putrinya dan Nia tidur dengan pulasnya.


Leo berbaringkan badannya sambil menatap keduanya tertidur dengan nyenyaknya, dia menatap langit - langit kamarnya.


" Besok aku harus bicara dengan Nia" guman Leo, memejamkan matanya kemudian ikut tidur dengan pulasnya.

__ADS_1


Keesokan harinya terdengar suara adzan berkumandang, Nia bangun tidur melihat suami dan putrinya masih tertidur dengan nyenyaknya.


Nia membersihkan tubuhnya dan melaksanakan ibadah sholat subuh, kemudian Nia membangunkan suami dan putrinya untuk sholat.


Setelah membangunkan mereka Nia pergi ke dapur untuk masak untuk putrinya dan suaminya. Leo dan Green turun tangga dengan pegangan tangan.


" Mami" seru Green, Nia tersenyum dan menyiapan sarapan untuk mereka. Mereka menikmati sarapan paginya.


" Nia mas ingin bicara sesuatu " kata Leo. Nia menatap suaminya dengan perasaan deg degan, Nia merasa bahwa suaminya akan membicarakan hubungannya dengan Tika.


Nia menanggukan kepalanya. " Sebaiknya kita bicara di ruang kerja" kata Leo. " Ya mas Nia akan mengusul mas ke sana" kata Nia, membersihkan mulut Green dari noda makanan.


" Mas ingin bicara apa? " Nia, berusaha menenangkan hatinya. Leo tersenyum dan meminta Nia duduk di sampingnya.


" Begini sayang proyek yang sedang du kerjakan oleh perusahaan mas terjadi masalah karena mandornya menggelapkan dana, hingga proyek itu terbelangkai bahkan pekerja melakukan demo karena mereka tak dibayar beberapa bulan" Leo menarik nafasnya.


" Sayang mas ingin meminta bantuan dari Ramadhan Group apa bisa memberikan bantuan dana untuk menyelesaikan proyek ini" kata Leo, memegang tangan Nia.

__ADS_1


Nia menatap suaminya dia tak menyangka bahwa ini yang mau bicarakan oleh suaminya, bukan tentang hubungannya dengan Tika.


" Nia akan membicarakan hal ini dengan petinghi lainnya " kata Nia. " Terimakasih sayang" kata Leo, memeluk Nia.


__ADS_2