
" Kata siapa dia tak punya ayah" kata Tama, perkataannya membuat semua orang terkejut mendengarnya.
" Tuan muda" kata kepala sekolah, mereka terdiam ketika Tama menatap tajam ke arah mereka, Roger tersenyum tipis.
Tama mendekati Green yang menangis dan berjongkok dia hapus air mata Green mengalir di pipinya,seketika Green memeluk Tama begitu eratnya membuat sekitarnya terharu.
" Om terima kasih Green tahu kok om hanya ingin mereka tak menanggu Green lagi" kata Green, berbisik di telinga Tama dan mencium pipi Tama, Tama tersenyum mengelus pipi Green.
Kemudian bel tanda masuk berbunyi semua siswa masuk ke kelas Tama dan lainnya kembali ke ruang kepala sekolah.
" Pak siapa yang menanggu putri saya tadi?" Tama, bertanya mengenai kejadian di kantin.
" Ali kelas 5 tuan muda" kata kepalanya." Orangtuanya" seru Tama.
Kepala sekolah menghela nafasnya ini pasti menjadi masalah nantinya apalagi mereka berurusan dengan Tama Davidson, Tama menunggu kepala sekolah untuk menjawabnya.
" Dia putra dari tuan Agil santoso salah satu donatur terbesar sekolah kita"kata kepala sekolah.
__ADS_1
Tama berbisik pada Roger untuk melakukan sesuatu, Roger menanggukan kepalanya segera menghubungi anak buahnya untuk melakukan perintah Tama.
Tama dan Roger kembali ke perusahaan karena urusannya di sekolah sudah selesai apalagi dia yakin kalau Agil Santoso sudah berada di perusahaannya.
Ternyata yang difikirkan oleh Tama benar Agil Santoso berbuat keributkan di perusahaan Davidson Group, satpam penjaga berusaha menghalanginya.
" Tama Davidson keluar kau dari ruanganmu hadapi aku, kau jadi pengecut beraninya kau membuat perusahaanku bangkrut" teriak Agil.
" Tuan kami harap segera meninggal perusahaan ini karena tuan muda tak ada ditempat" kata satpam.
" Kalian jangan bohong dia pasti ada di sini cepat suruh bos kalian cepat keluar" kata Agil dengan tegas.
Tama mendekati Agil yang berdiri tegak di depan kantornya, Tama menatap orang yang berbuat keributan di kantornya sedangkan Roger senantiasa berdiri di samping Tama.
" Ada urusan apa anda kemari" kata Tama, dengan dinginnya. " Aku tak perlu lagi membicarakannya anda sudah tahu apa yang terjadi pada perusahaanku, kenapa anda mencabut semua saham anda di. perusahaanku" kata Agil Santoso.
Tama tersenyum. " Roger kerjamu bagus" kata Tama." Terima kasih tuan muda" kata Roger, dengan hormat.
__ADS_1
Agil menatap heran pada mereka. " Tama kenapa kamu memuji bawahanmu itu, aku tak terima karena kamu menghancurkan bisnis padahal aku tak berbuat kesalahan" kata Agil Santoso dengan percaya dirinya.
" Baiklah akan kuberitahu karena putra anda melskukan kesalahan pada kesayanganku" kata Tama, meninggalkan Agil Santoso terdiam setelah mendengar perkataan Tama.
" Ali" guman Agil. Roger memerintahkan Agil Santoso ke mobilnya dan dia kembali ke ruangan Tama untuk melapor, Roger tidak lupa memerintahkan satpam dan penjaga lebih waspada pada orang yang datang ke perusahaan.
Tidak lupa Roger meminta karyawan kembali ke ruangannya.
Ruangan Tama
Tama duduk di kursinya memeriksa berkas yang sudah tertata rapi di atas mejanya.
Tok, tok, tok
" Masuk" kata Tama, terlihat Roger masuk ke ruangannya.
" Tuan muda saya sudah memerintahkan penjaga untuk mengantarkannya ke mobil, supirnya pasti membawanya pulang.
__ADS_1
Tama menanggukan kepalanya Roger pamit kembali ke ruangannya, Tama menutup berkasnya tiba saja dia memikirkan kejadian pagi tadi di sekolah.