
Pesta pernikahan Tama dan Nia
Gedung resepsi sudah di penuhi oleh para tamu undangan, rekan kerja, sahabat dan teman sekelas Green sudah berdatangn ke gedung resepsi.
Ternyata berita pernikahan Tama dan Nia tercium oleh media membuat wartawan baik dalam maupun luar negeri mulai berdesakan di luar hotel, beruntung Roger cepat bergerak mereka di halang oleh anak buah Tirta dan penjaga.
Dalam Gedung pernikahan.
Tama dan Nia memasuki gedung resepsi dengan Nia berpegangan dengan Tama dan Green berdiri di depan dengan membawa bunga, mereka masuk dengan wajah kebahagiaan diiringi oleh tepukan tangan oleh para tamu.
Tama dan Nia naik diatas panggung untuk menyalami para tamu mami Yulia mengajak cucunya duduk bersamanya.
"Aunty Green ingin makan cake" kata Green. " Green duduk disini biar aunty yang ambilkan kebetul aunty juga ingin " kata Riri.
" Aunty Green ikut" kata Green turun dari kursi, Riri memandang mami Yulia yang menanggukan kepalanya.
" Green jangan jauh dari aunty ya setelah dapat cakenya kesini lagi" kata mami Yulia. Green menanggukan kepalanya.
Green dan Riri menuju meja dimana dipenuhi oleh kue dan cake, mereka mengambil beberapa cake dan di bawa ke meja.
Brug.
Riri tak sengaja menabrak Roger hingga piring berisikan cake jatuh, Riri hanya menghela nafasnya secara berat seseorang di depannya fokus dengan earphone berbicara dengan seseorang.
Dengan kesal Riri mengambil earphone Roger secara kasar hingga terlepas dari telinganya, Roger menatapnya secara tajam di balas oleh Riri. Green jangan di tanya lagi dia melihat sahabatnya di sekolah segera menghampirinya.
" Kau kenapa setiap bertemu denganmu aku selalu sial kemaren kau menyiramku dengan air sekarang lihat kueyang ku bawa jatuh semuanya" kata Riri, dengan emosi, sedangkan Roger hanya menatapnya dengan dingin dan pergi begitu saja membuat Riri kesal.
" Dasar orang aneh ku harap jangan pernah bertemu dengannya lagi" kata Riri. dengan cemberut kembali duduk bersama mami Yulia dan papi Primus.
Para orangtua sedang bicara terhenti melihat Riri terlihat kesal dan wajah yang cemberut.
" Riri, ada apa denganmu?. Apakah ada yang menanggumu?" mommy Indira.
" Riri lagi kesal tante orang tadi itu " kata Riri. Mereka saling memandang dan tersenyum setelah tahu siapa yang membuat gadis ini kesal.
__ADS_1
Para tamu satu persatu memberi selamat pada pasangan pengantin.
" Nona selamat atas pernikahanmu semoga kalian bahagia " kata Leona, sekretaris Nia, Nia dan Tama tersenyum.
" Nona tadi saya melihat nona Riri ribut dengan sekretaris tuan Tama" kata El, berdiri di dekat Leona.
" Roger" sahut Tama, El dan Leona menanggukan. kepalanya dan pamit karena masih banyak para tamu yang ingin memberi selamat.
El dan Leona memang melihat keributan antara Roger dan Riri tapi tidak berani menanggu mereka karena El sangat mengenal adik sepupu nonanya itu.
Sekarang giliran keluarga yang memberi selamat pada pengantin mereka memberi selamat pada anak mereka dengan perasaan haru.
" Riri, kamu ribut lagi dengan seseorang" kata Nia, tidak menyebut namanya. Perkataan Nia membuat semua mata tertuju pada Riri sedangkan yang ditatap hanya ngecesan.
" Soalnya dia salah dulu kak jalan tak pakai mata kue yang ku bawa kan jatuh" kata Riri.
" Ya mi aunty bertengkar dengan om Roger" kata Green. " Roger" seru mereka, menggelengkan kepalanya.
" Kalian mengenalnya? " Riri, dengan bodohnya. " Dia itu asisten suami kakak" kata Nia.
Riri menanggukan kepalanya. "Oh, apa dia asisten kakak ipar?" Riri baru dia mengerti siapa Roger dan semua orang menanggukan kepalanya dan menggelengkan kepalanya melihat Riri mengajak Green turun dari panggung.
Tama mengajak Nia ke kamar hotel yang telah disiapkan oleh mommy Indira, Tama membuka pintu dan mempersilahkan istrinya masuk walau ini bukan pertama untuk Nia tapi dia tetap gugup dia melihat arah jendela sambil melihat jalanan.
Tama tersenyum menghubungi Roger untuk mengantarkan makanan untuk mereka, Tama mendekati Nia dan memeluknya dari belakang mencium lehernya membuat Nia merinding.
" Mas" kata Nia. " Hmmm" Tama tidak mau menghentikan kegiatannya sekarang tangannya hampir membuka reseting gaun istrinya.
Tama tersenyum mendengar suara perut istrinya dia membalikan tubuh Nia, ditatap Nia yang malu memegang dagunya dan mengangkatnya ke atas hingga mata mereka saling menatap.
" Sepertinya istriku sudah lapar mas sudah meminta Roger mengantar makanan untuk kita, sebaiknya kamu membersihkan diri di kamar mandi mas tak ingin Roger melihat wajahmu yang merah karena malu" kata Tama.
Nia yang sudah merasa malu didorongnya tubuhnya Tama sedikit dan berlari menuju kamar mandi Tama tersenyum melihat istrinya malu karena ulahnya.
Tok, tok, tok
__ADS_1
" Tuan muda ini makanan yang anda minta" kata Roger. Tama membuka pintu mempersilahkan pelayan membawa makanan masuk dan meletakan di atas meja setelahnya mereka pamit tidak mau menanggu pengantin baru itu.
Kret pintu terbuka keluarlah Nia yang sudah rapi dia tersenyum melihat suaminya duduk di kursi dengan makanan sudah ada di atas meja, Nia meminta suaminya membersihkan diri setelah itu mereka makan berdua.
Mereka makan saling suap sekali Tama mencium istrinya membuat Nia kesal ulah suaminya itu.
" Mas Nia ingin hubungi mami bertanya tentang Green" kata Nia, duduk disamping Tama, Tama menanggukan kepalanya.
Nia menghubungi mami Yulia menanyakan keadaan putrinya, Nia merasa lega karena putrinya bersama Riri di kamar.
Tama menatap mesra istrinya membuat Nia tersipu malu, Tama mendekati wajahnya ke wajah Nia sambil tersenyum dan memeluknya Nia menghela nafasnya.
" Rasanya mas ingin memakanmu sekarang tapi mas menahannya karena kita akan ke Swiss " kata Tama, meletakan kepalanya di pangkuan Ni.
Nia tersenyum meminjit kepala Tama hingga membuat suaminya tertidur, dengan pelan Nia meletakan kepala suaminya di bantal.
Nia turun dari kasur menuju jendela melihat banyaknya orang jalan kaki, kendaraan berjalan.
" Nia sekarang ini adalah keluargamu lupakanlah masa lalumu dan jangan sampai menanggu masa depanmu " guman Nia, menarik nafasnya secara berat.
Nia menaiki kasur untuk istirahat sebelum berangkat ke Swiss, Nia tersenyum ketika Tama memeluknya.
Di luar
Para orangtua saling mengobrol membicarakan anak mereka yang mulai menempuh hidup yang baru.
" Mami jangan lupa katakan pada Riri mulai hari ini dia tak usah kembali ke asrama" kata papi Primus.
" Ya pi nanti mami bilang ke Riri atau mami akan menemaninya untuk mengambil barangnya" kata mami Yulia.
" Nggak usah besan biar Roger yang menemaninya kamu pasti lelah setelah acara seharian" kata mommy Indira.
Mereka menanggukan kepalanya itu merupakan ide bagus papi Primus menghubungi Roger yang sibuk bicara dengan para penjaga.
" Tuan anda memanggil saya" kata Roger. " Begini Roger, kamu kenalkan Riri saudara sepupu Nia selama ini tinggal di asrama" kata daddy Thomas Roger menanggukan kepalanya.
__ADS_1
" Tolong kamu temani Riri untuk mengambil barangnya karena dia akan tinggal di rumah besan" kata daddy Thomas.
Dengan terpaksa Roger setuju dengan perintah dari tuan Thomas Davidson.