
Sudah seminggu Nia di rawat di rumah sakit sekali-kali dia histeris memanggil anaknya yang dikiranya dibawa oleh Leo, bahkan dia juga tertawa mengingat kejadian terakhir kali bertemu dengan Leo yang mengalahkan dirinya.
Saat ini papi Primus berada di depan ruang rawat putrinya karena dokter belum mengizinkannya bertemu dengan Nia, mami Yulia menemani Green agar dua tak mencari keberadaan Nia.
Pernah suatu hari Green sedang di tidur mami Yulia dan papi Primus berada di ruang rawat Nia, Green yang awalnya ditemani pelayan bangun dari tidurnya dilihatnya sekitarnya dia tersenyum.
" Green ingin menemui mami " kata Green melihat ruang kosong dua turun dengan hati-hati keluar dari kamar menelusuri rumah sakit, bibi yang keluar dari kamar mandi terkejut Green tak ada dia segera mencarinya agar tuan Primus tak marah.
" Nona, anda mau kemana? " bibi. " Bi lepas Green ingin mami, mami pasti menunggu Green" kata Green yang terus memberontak. " Tapi nona tuan dan nyonya " ucapan bibi berhenti karena ada tangan yang mengelus punggungnya.
Bibi meliihat seorang dokter wanita yang tidak muda lagi tapi kecantikannya tidak memudar karena usianya.
" Sayang katakan pada dokter kenapa wajah cantik ini bersedih? " Dokter. " Green ingin menemui mami, green rindu dok" kata Green dengan sedihnya.
" kenapa anda melarangnya menemui maminya? " dokter wanita itu pada bibi sambil mengelus pipi Green.
__ADS_1
" Itu dokter" kata bibi terpotong ada yang memanggil. " Dokter Indira Davidson " panggil dokter yang merawat Nia merasa senang karena dia menunggunya beberapa hari ini.
" Saya tak mengira anda datang hari ini, saya kira anda datangnya lusa" kata dokter. " Ya dok urusan saya di sana sudah selesai" kata dokter Indira Davidson.
" Lho sayang kenapa ada disini? " dokter terkejut melihat putri pasiennya ada disini. " Green ingin bertemu dokter, tapi bibi melarangnya" kata Green. Dokter tersenyum.
" Sayang kenalkan ini dokter Indira yang akan menyembuhkan mami, sekarang putri yang cantik ini kembali ke kamar ya" kata Dokter.
Green menanggukan kepalanya dia menghampiri Indira dan memegang tangannya.
Dokter Indira terhanyut dengan kata yang di sampaikan oleh anak kecil ini.
" Ya sayang dokter akan menyembuhkan mamimu" kata Indira, Green merasa bahagia dia mencium pipi Indira karena dia berjongkok. Indira mengelus pipi Green dann menatap Green pergi.
Dokter Indira berdiri dan menatap dokter di sampingnya seakan bertanya.
__ADS_1
" Anak itu adalah pasien saya, pasien yang saya bicarakan melalui email. Anda bisa bertanya lebih lanjut pada orangtuanya karena saya tidak memiliki hak untuk itu" kata Dokter.
Dokter mengajak Indira ke ruang rawat Nia disana mereka melihat sepasang suami istri melihat dari kaca, sang istri menangis dalam pelukan suaminya.
" Tuan, nyonya Ramadhan" panggil dokter, mami Yulia menghapus air matanya. " Ya dokter" kata papi Primus.
" Saya ingin memberi kabar bahwa dokter yang akan menangani putri kalian sudah datang, kenalkan ini Dokter Indira Davidson ahli psikolog" kata doktee.
Mami Yulia dan papi Primus karena dokter yang akan menangani putrinya datang lebih cepat dari mereka kira.
" Saya tahu kalian pasti bingung seharusnya kita bertemu lusa, tapi mendengar perkataan dokter tentang putri anda membuat saya ingin cepat menemuinya" kata Indira. Mami Yulia dan papi Primus mengucapkan terima kasih.
Ketika mereka berbicara tentang Nia tiba Edward datang.
" Primus"
__ADS_1