
Papi Primus khawatir melihat keadaan cucunya untuk menenangkan Green papi Primus mencium pipi cucunya.
" Opa Green ingin mami" kata Green dengan tubuh yang bergetar dan memeluk leher opanya. Papi Primus tahu cucunya sedang menangis, dia mengelus punggung Green.
" Edward ayo kita keluar aku tak ingin disini lebih lama lagi" kata papi Primus, Edward menanggukan kepalanya dan merapikan berkas kemudian memasukannya ke dalam tas.
Ketika papi Primus tiba pintu Leo memanggilnya. " Papi izinkan aku melihat Green untuk terakhir kalinya" kata Leo.
Papi Primus hanya meliriknya sekilas. " Cucuku tak ada urusan lagi denganmu" kata Papi Primus meninggalkan Leo yang bersedih.
Tika mengajaknya untuk duduk dan menghiburnya. " Mas putrimu pasti baik saja Nia akan merawatnya dengan baik, sekarang kamu bisa mengembangkan perusahaanmu dan aku yakin kamu akan berhasil mas" kata Tika, memeluk lengan Leo. Leo mengusap tangan Tika.
Mami Sarah yang berada di luar kota tidak mengetahui yang terjadi pada putra dan menantunya, karena tidak ada seseorang pun yang memberitahunya.
__ADS_1
Saat ini mami Sarah dalam perjalanan kembali ke kediaman keluarga Anugerah setelah beberapa hari dia di luar kota.
Mami Sarah terkejut melihat keadaan kediamannya sepi, mami Sarah menemui satpam untuk bertanya.
" Pak kemana semua orang dimana menantuku dan cucuku?" mami Sarah. " Nyonya besar itu" Satpam terdiam dia tak bisa untuk bicara. Mami Sarah menatap curiga pada satpam.
" Pak katakanlah apa yang terjadi selama kepergianku? " mami Sarah. " Nyonya besar, tuan muda dan nona Tika membawa nona Green tanpa seizin nona nia dan ketika nona Nia dan orangtuanya datang sepertinya nona Nia syok. Tuan Primus membawa nona Nia ke kediaman keluarga Ramadhan hanya itu yang saya ketahui nyonya" kata Satpam.
Mami Sarah menanggukan kepalanya. " Leo sekarang apa yang telah kau lakukan" guman Mami Sarah.
Kediaman keluarga Ramadhan.
Papi Primus, Edward dan Green sudah sampai ke kediamannya, mami Yulia berada di ruang tamu ingin menunggu suaminya dengan perasaan gelisah.
__ADS_1
Mami Yulia tersenyum melihat cucunya di gendongan papi Primus. " Cucu oma" panggil mami Yulia. Tapi Green tak merespon dia menatap suaminya yang menanggukan kepalanya.
" Bi tolong bawa Green ke kamar Nia" kata mami Yulia, memberikan Green pada pelayannya.
Mami Yulia mengajak Papi Primus dan Edwar untuk duduk dia harus mengetahui yang terjadi. Sebelum mami Yulia bertanya mereka terkejut melihat kedatangan mami Sarah.
" Untuk apa anda kemari setelah putramu menghancurkan putrimu" kata mami Yulia dengan emosi. " Nyonya saya tahu bahwa Leo bersalah telah berselingkuh dengan wanita lain, izinkan saya bertemu Nia dan Green" kata mami Sarah membujuk ingin bertemu Nia.
" Sepertinya anda tidak mengetahui yang diperbuat oleh putra anda itu pada kami" kata mami Yulia dengan dingin, papi Primus menenangkan istrinya.
" Baiklah jika anda ingin mengetahuinya" kata papi primus, melihat mami Sarah diam. Papi meminta surat-surat itu pada Edward.
Dengan tangan gemetaran mami Sarah membuka dan membaca surat gugat cerai dan pengalihan nama perusahaan Ramadhan Group menjadi Anugerah Group.
__ADS_1
Mami Yulia dengan kasar merebut suat itu. " Sekarang anda sudah tahu kan yang di perbuat oleh putra anda terhadap kami, bahkan dia tega menjadikan putrinya sebagai penukaran demi mendapatkan semusnya sekarang anda pergilah dari sini" tekan mami Yulia.
Mami Sarah dengan malu keluar dari kediaman keluarga Ramadhan, dia harus menemui putranya.