
Suster yang sebelumnya di minta untuk menjaga Nia dan Green pergi untuk melakukan pekerjaannya setelah kembali ke taman tidak menemukan Nia dan Green, dia segera ke ruangan Dokter Indira untuk melapor.
Tok, tok, tok
" Masuk" sahut Dokter Indira. " Maaf Dokter pasien yang di titipan oleh tuan dan nyonya di hadapan anda tidak ada di taman" kata suster ketakutan.
" Apa, papi dimana putri dan cucu kita?" mami Yulia menggoyangkan lengan suaminya, papi Primus menenangkan istrinya.
" Ayo kita cari mereka pasti ada sekitar sana" kata Dokter Indira, mereka mencari keberadaan putri dan cucu mereka.
Mereka mencari keberadaan Green dan Nia sekitar rumah sakit dan bertanya pada suster juga orang lewat, mereka merasa lega setelah menemukan Nia dan Green.
" Nenek kakek om ini yang menemukan mami" kata Green menatap ke arah Tama.
" Terima kasih nak telah menemukan putri kami" kata mami Yulia dengan senyum, Tama menanggukan kepalanya.
__ADS_1
" Tama. Roger kapan kalian kembali?. " Kenapa tidak memberitahu mommy kalau kalian kembali" kata Dokter Indira menatap keduanya dengan tajam.
Tama tersenyum tipis dan memeluk mommynya. " Dasar anak nakal sudah kembali tak memberitahu" kata Dokter Indira, menepuk punggung putranya.
" Selamat siang nyonya" kata Roger memberi hormat, Dokter Indira menanggukan kepalanya.
Green menatap mereka bertiga. " Dokter mengenal om yang telah menemukan mami" kata Green pada Dokter Indira. Dokter Indira mengelus kepala Green.
" Om yang telah menemukan mami Green adalah putra dokter" kata Dokter Indira, mengelus rambut Green.
" Om sangat baik seperti bu Dokter yang merawat mami, om maukan kita berteman " kata Green dengan senyuman.
Mami Yulia dan papi Primus tersenyum melihat cucu mereka kembali tersenyum karena sejak tadi Green sedih.
Nia melihat sepasang suami istri bersama anak kecil di antaranya, Nia terus menatapnya tiba saja dia membayang itu adalah Leo dan Tika bersama putrinya. Nia langsung berlarian dan menggendong anak itu hingga menangis.
__ADS_1
Sepasang suami itu terkejut dan berteriak minta tolong, anak dalam gendongan Nia menangis memanggil ibunya.
Green dan lainnya terkejut dengan apa yang dilakukan Nia membuat suasana rumah sakit heboh, para dokter dan pengaman rumah sakit mencoba untuk meminta Nia untuk melepaskan anak itu tapi menolaknya.
" Nia ayo serahkan anak itu pada mami" kata mami Yulia membujuk putrinya. " Nggak ini putriku Green mereka mengambilnya dariku, aku takkan menyerahkannya" kata Nia menggelengkan kepalanya.
" Mami lepaskan adik itu, itu bukan Green mami ini putri mami" kata Green menunjuk dirinya. " Nggak kalian bohong padaku mereka akan mengambilnya dariku" teriak Nia.
Tama mendekati Nia mengkode Green terus bicara. " Mami ingat tidak dulu kita sering bermain bersama " kata Green.
Dokter Indira memanggil suster. " Suster bawa obat penenang" bisik Dokter Indira, suster menanggukan kepalanya.
Tama semakin dekat pada Nia langsung menariknya hingga anak yang di gendong Nia sedikit lengah dan Roger langsung menggendong anak itu dan memberikannya pada orangtua anak itu.
Nia berteriak memanggil putrinya. " Putriku kembalikan padaku mereka membawanya" kata Nia, memukul dada Tama.
__ADS_1
Tama memegang tangannya menatap Nia dengan tajam dan memberi kode pada mommy untuk memberi penenang, Dokter Indira menyutikan obat penenang pada Nia hingga pingsan.
Mereka membawa Nia ke ruang rawatnya kerusuhan yang terjadi telah di amankan oleh pengaman, orangtua Nia meminta maaf atas kelakuan putrinya.