( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku

( Berbagi Cinta) Suamiku Mencintai Sahabatku
Episode 137


__ADS_3

Lokasi acara pernikahan Roger dan Riri sudah di penuhi oleh tamu undangan, karyawan Davidson Group, NG Group, rekan bisnis dan teman kuliah Riri.


Nia bersama keluarga lainnya sudah menempati kursi yang telah ditentukan untuk keluarga pengantin.


Riri dan Roger sudah duduk duduk dihadapannya ada penghulu.


Tak lama terdengar kata SAH.


Semua orang bertepuk tangannya menyambut Riri dan Roger sudah sah menjadi sepasang suami istri.


Malamnya pesta pernikahan keduanya dilaksanakan Riri terlihat cantik dan Roger terlihat gagah, para tamu memberi selamat pada kedua pengantin.


" Mami, papi ayo ke tempat tante Riri dan om Roger Green ingin berfoto bersama" kata Green.


" Sayang, kamu kuat kita ke sana" kata Tama, mengkhawatirkan istrinya, Nia tersenyum.


" Nia kuat kok mas si kembar juga ingin berfoto" kata Nia, Tama tersenyum.


" Tapi harus berhati ya" kata Tama, membantu Nia berjalan menuju pengantin untuk berfoto bersama.


Kameramen mengambil foto mereka para tamu tak kalah juga mengeluarkan kamera HP untuk memotret kedua keluarga ini, saat ini suatu kesempatan sangat jarang mereka temui.


Aww


Tiba saja Nia merasakan perutnya sakit ketika turun panggung menuju kursinya.


" Sayang"

__ADS_1


" Nia"


" Mami"


" Kakak"


" Nona"


Semuanya berteriak melihat Nia menahan perutnya, Tama terkejut melihat darah keluar dari bagian bawah Nia.


" Tama, sepertinya Nia akan melahirkan ayo ke rumah sakit" kata mommy Indira.


" Mas sakit" kata Nia, menahan rasa sakitnya.


" Mami hiks hiks" Green, menangis melihat Nia kesakitan.


Riri dan Roger juga ingin ikut ke rumah sakit tapi dilarang oleh daddy Thomas tak mungkin meninggalkan acara mereka, tapi Roger membujuknya kalau acaranya sudah selesai dan daddy Thomas tak dapat bicara lagi.


Tama tak ingin membuang waktu segera membawa Nia ke rumah sakit diikuti oleh keluarga lainnya sedangkan Riri dan Roger memutuskan ganti pakaian sebelum ke rumah sakit, sebelum itu Roger meminta orang untuk mengurus acara terpaksa di sudahi sebelum waktunya.


Rumah sakit


para dokter menyambut kedatangan keluarga Davidson sebelumnya daddy Thomas sudah menghubungi mereka kalau menantunya akan melahirkan, maka tak ada satu dokter pun meninggalkan rumah sakit walau jadwal prakteknya sudah habis.


Terlihat dua mobil datang memasuki perkarangan rumah sakit, kepala rumah sakit segera meminta suster membawa brankar.


Tama keluar dari mobil menggendong Nia dan meletakkannya ke brankar, mereka membawa Nia ke ruang persalinan.

__ADS_1


' Dokter tolong istri dan anak kami" kata Tama.


" Kami akan menong nona, tuan " kata dokter Fatmawati, yang sebelumnya sudah memeriksa kehamilan Nia.


Riri dan Roger telah tiba di rumah sakit dan menunggu di ruang persalinan. Tama sangat merasa gugup ia tak tenang menanti kelahiran kedua anaknya.


" Papi, mami pasti baik saja dan adik Green lahir dengan selamat" kata Green, memeluk Tama. Tama tersenyum mengelus rambut putrinya.


Tak lama terdengar suara tangisan bayi pertama dan lima menit kemudian lahir bayi kedua.


" Ya Allah akhirnya mereka lahir" kata Riri, tangis bahagia memeluk suaminya. Tama dan lainnya bersyukur Nia melahirkan dengan selamat.


Dokter keluar dengan senyuman. " Selamat tuan anda mendapatkan anak kembar sepasang" kata dokter Fatmawati. Tama tak hentinya mengucapkan kata terima kasih dan Nia juga si kembar sudah di pindahkan ke ruang rawat.


" Sayang" kata Tama, senyum melihat Nia dan sikembar, Tama mencium Nia dan kedua anaknya.


" Nenek Green ingin melihat adik " kata Green, mami Yulia menggendong anak pertama dan di perlihatkan pada Green, mommy Indira menggendong anak kedua diperlihatkan pada Green. Green tak henti mencium adik kembarnya sampai menangis.


" Tama, sudahkah kalian memutuskan nama untuk mereka? " Papi Primus.


" Rega Putra Davidson"


" Rea Putri Davidson"


Mereka bahagia melihat Rega dan Rea terus memainkan jari manis Green. Mereka berharap terus berbahagia selamanya.


Tamat.

__ADS_1


__ADS_2