
Tidak ingin membuat istrinya memikirkan kejadian semalam Tama mengajak istrinya ke Interlaken.
Nia baru saja keluar dari kamar mandi baru saja selesai membersihkan diri, Nia duduk di depan cermin untuk merapikan rambutnya.
" Cantiknya istriku" kata Tama, mencium pipi Nia. " Mas bersihkan diri dulu Nia akan memesan makanan, kita makan di kamar saja ya mas" kata Nia.
" Ya sayang" kata Tama. " Mas yakin tidak ada terluka karena semalam" kata Nia, mengingat kejadian semalam.
" Kamu bisa lihat sendiri kan mas tidak ada yang terluka, pesanlah makanannya setelah ini kita akan pergi" kata Tama, mengelus pipi Nia. Nia tersenyum menghubungi pihak hotel memesan makanan.
Taklama pesanannya tiba diantar oleh pelayan hotel Nia mempersilahkan masuk dan meletakan makanan di atas meja, setelah mengucapkan terima kasih Nia menyiapkan makanan.
Nia tersenyum melihat suaminya sudah rapi dan mengajaknya makan bersama.
" Mas kita mau kemana?" Nia, mereka sudah keluar dari kamar hotel.
" Kita akan ke suatu tempat agar istriku ini merasa senang" kata Tama, memeluk pinggang Nia.
Tama mengendarai mobilnya ke suatu tempat Nia tidak tahu akan kemana dia hanya mengikuti suaminya.
Interlaken.
Kota indah di swiss yang terkenal sebagai kota wisata yang ramah anggaran, namun tidak mengurangi keindahan di tawarkan paling nyaman berada di Interlaken adalah mengelilingi kaeasan wisata yang menggunakan sepeda.
Sebelum tiba di tempat tujuan Tama menutup mata Nia.
" Mas kok mataku di tutup? " Nia. " Ini kejutan untuk istriku" kata Tama, memegang tangan Nia. Nia tersenyum mengikuti langkah Tama.
Tama membawa istrinya untuk menikmati Danau Thun dan Brienz. Kedua danau ini terkenal dengan warna permukaan airnya yang baru kehijauan dan berkelilingi oleh pegunungan Alpen.
__ADS_1
Tama membuka penutup mata Nia membuatnya takjub dengan keindahan di depannya.
" Mas ini sangat indahdan dan warna air danaunya biru kehijauan, mas Nia ingin mengelilinginya" kata Nia, dengan senyuman.
Tama mengelus rambut Nia. " kita akan menggunakan kapal uap agar istri mas ini dapat menikmati cahaya matahari di pinggir danau tapi ingat jangan pernah berfikir untuk berenang mas takkan mengizinkannya" kata Tama, Nia menanggukan kepalanya.
Setelah puas menikmati kedua danau tersebut Tama membawa Nia untuk menjelajahi Gua St. Beatus. Pada abad ke-6 ada seorang pengembara dari Irlandia bernama St. Beatus. Ia sampai di Swiss dan ingin menjadikan sebuah gua sebagai tempat pertapaannya.
Namun dulu ada seorang naga yang tinggal di sana yang memiliki kemampuan mengeluarkan api dan St.Beatus berusaha mengeluarkan naga dari gua. Saat ini naga tersebut tak ada dan pengunjung dapat menikmati suasana mistis nan indah gua dengan aman. Di dalam gua terdapat ruangan yang mengangumkan, lengkap dengan stalaktit dan stalakmit yang umurnya sudah ribuan tahun.
" Mas ayo kita pergi dari sini " kata Nia, merinding melihat sekitarnya, Tama menanggukan kepalanya.
" Mas Nia pernah melihat berita untuk menuju stasiun tertinggi di Eropa kita bisa menaiki kereta.
" Baiklah kita akan menaiki kereta menuju stasiu" kata Tama.
Tama mengajak istrinya menaiki gunung dengan menggunakan kereta dari Interlaken dapat membawa ke Jungfraujoch. Stasiun di Jungfraujoch ada pada ketinggian 3.454 meter di atas permukaan laut dan sudah dekat dengan puncak Jungfraujoch yang hanya 12 meter lebih tinggi. Ketinggian tersebut menjadikan Jungfraujoch sebagai stasiun kereta tertinggi di Eropa.
Nia merentangkan tangannya sambil menikmati permandangan yang indah Tama memeluknya dari belakang, mereka menghabiskan waktu di puncak dengan mengambil beberapa gambar.
" Sayang ayo kita turun hari sudah sore kamu juga belum makan ayo kita ke Iseltwald sekitarnya pasti ada kafe" kata Tama, Nia menanggukan kepalanya. Mereka kembali menaiki kereta untuk turun dari puncak gunung.
Mereka menuju Iseltwald yang populer katena dermaga cintanya, atau Sigriswil yang menjadi seru, karena jembatan gantungnya yang tinggi. Unterseen juga tidak boleh dilewatkan.
Mereka juga singgah ke toko untuk membeli beberapa oleh dan ke kafe untuk mengisi perut dengan minum cokelat panas khas Swiss.
Kemudian kembali ke hotel Villa Honegg setelah seharian wisata di kota Interlaken dan sekitarnya.
Tak terasa sudah seminggu mereka berbulan madu di jerman sebelum pulang Tama mengajak Nia untuk ke kota Zurich untuk berbelanja membeli oleh-oleh untuk keluarganya.
__ADS_1
kota Zurich.
Zurich, dikenal sebagai pusat perbankan dunia dan salah satu kota metropolis yang berperan penting pada perkembangan industri dunia. Zurich merupakan jantung keuangan Swiss, sekaligus pusat seni negara itu.
kota Zurich juga terkenal dengan opera-opera dan teaternya, yang penuh dengan semangat inovasi dan eksperimental selama abad ke -19 dan abad ke-20.
Tama membawa istrinya ke Bahnhofstrasse Nia memandang suaminya setelah tahu mereka ada dimana.
" Sayang mas tahu apa yang kamu fikirkan soal uang jangan kamu fikirkan, ayo kita berbelanja karena besok kita akan kembali ke jerman" kata Tama, Nia menanggukan kepalanya.
Bahnhofstrasse merupakan jalan pusat kota utama Zurich dan salah satu jalan perbelanjaan paling mahal dan eksklusif di dunia.
Nia membeli beberapa pakaian,perhiasan untuk keluarganya Tama tidak mempermasalahan soal biaya yang ia keluarkan yang penting baginya adalah kebahagiaan istrinya. Nia juga membeli beberapa barang khas dari Swiss untuk rumahnya.
Setelah puas berbelanjanya mereka kembali ke hotel Villa Honegg untuk mengistirahatkan tubuhnya sebelum besok kembali ke Jerman.
Kediaman keluarga Ramadhan.
Riri senantiasa menemani Green agar tidak terlalu merindukan Nia, kadang ia membawa Green bermain di mall dan makan eskrim.
Riri juga mengantar Green ke sekolah sebelum dia ke sekolah, orangtua Tama juga mengajaknya ke taman hiburan.
Selama berbulan madu perusahaan di urus oleh daddy Thomas di bantu oleh Roger, daddy Thomas juga menemui klien untuk melanjutkan kerja sama yang telah di sepakati bersama Tama sebelumnya.
Begitu pula dengan NG Group papi Primus yang mengurusnya di bantu oleh El dan karyawan lainnya hingga papi Primus tidak mengalami kesulitan, mami Yulia dan mommy Indira juga sering menghabiskan waktu berdua kalau mereka merindukan anak mereka.
" Nenek, oma kapan mami dan papa pulang Green merindukan mami?" Green, saat ini mereka berada di mall untuk berbelanja.
" Kemaren papa menghubungi oma katanya mereka akan pulang sebentar lagi" kata mommy Indira.
__ADS_1
" Asyik mami akan pulang nenek ayo hubungi mami agar membawa oleh-oleh yang banyak" kata Green, dengan semangatnya. Mami Yulia mengirim pesan pada putrinya ia tak ingin menanggu mereka.