
Perusahaan Anugerah Group
Karena perusahaan Davidson belum memberi kabar kalau kerja sama mereka akan diterima makanya Leo dan Tika memikirkan kerja sama dengan perusahaan NG Group merupakam perusahaan terbesar setelah Davidson.
Bersama Tedi mereka mulai membuat proposal yang mereka mengira akan diterima oleh Perusahaan NG Group.
Tok tok tok
Tedi membuka pintu ternyata ada sekretaris Leo di luar.
" Ada apa? "Tedi. " Saya baru saja mendapat telepon dari perwakilan Perusahaan Davidson Group" kata sekretaris.
Tedi terkejut mengetahui kalau pihak Perusahaan Davidson Group akan menghubungi sekretaris Leo membicarakan kerja sama, padahal kejadian ini sudah berhari- harian.
Tedi menyuruhnya masuk. " Tuan Leo ada kabar dari pihak Davidson Group" kata Tedi, Leo dan Tika menatap ke arah Tedi seakan minta penjelasan.
__ADS_1
" Bos pihak Davidson Group menghubungi saya kalau pihak mereka akan menerima kerja sama ini dan besok akan membicarakan selanjutnya" kata sekretaris, menjelaskan pada Leo dan Tika yang dikatakan oleh pihak Davidson Group.
Tika berdiri mendekati sekretaris suaminya. " Berita yang kau sampaikan benar atau hanya permainan mereka" Duga Tika.
" Tika apa yang kamu bicarakan seharusnya kamu senang kalau kerja sama kita di terima dan perusahaan kita semakin terkenal" kata Leo.
" Mas bukannya aku tak senang mas lupa siapa CEO dari perusahaan itu, dia suami dari wanita itu Tika takut jika semua ini hanya jebakan untuk kita" kata Tika, berfikir Tama merencanakan sesuatu.
Leo tersenyum dan membujuk istrinya kerja sama dengan Perusahaan Davidson tak boleh hilang, inilah kesempatan untuk perusahaannya di pandang oleh orang dan semakin banyak para pengusaha yang memandang ke arah mereka.
" Sayang jika kamu khawatir kalau mereka akan menjebak kita jangan hiraukan, kita akan mengajukan kerja sama dengan Perusahaan NG Group yang tak kalah dengan perusahaan Davudson Group. Jika perlu kita akan menjalin kerja sama dengan keduanya" kata Leo, Tika memikirkan perkataan suaminya kerja sama ini akan menguntungkannya dan akhirnya dia setuju.
Perusahaan Davidson Group.
" Tuan muda pihak mereka setuju bertemu dengan kita esok" kata Roger, baru saja mendapat kabar dari sekretaris Leo.
__ADS_1
" Hahaha jadi mereka menerimanya tanpa memikirkannya dulu, apa mereka tidak tahu kejadian apa yang akan terima oleh mereka" kata Tama, menertawakan Leo.
" Mereka hanya memikirkan keuntungan tuan muda " kata Roger, Tama menanggukan kepalanya.
Tama melihat jamnya ternyata sudah waktunya makan siang.
" Roger ayo kita ke restoran istriku mungkin sudah menunggu" kata Tama. Tama berjanji makan siang bersama Nia di restoran.
Roger menanggukan kepalanya mengikuti langkah kaki Tama meninggalkan perusahaan menuju restoran.
Semua karyawan saling membicarakan mereka walau Tama dan Roger hanya menunjukan sikap dingin tapi tak mengurangi kekaguman mereka.
" Oh tuan muda Tama dan tuan Roger sangat tampan, walau tuan muda Tama sudah menikah aku mau menjadi istri kedua" kata karyawanti.
" Kau kira tuan muda Tama akan menyukaimu" kata temannya, melihat karyawanti yang berbadan gemuk.
__ADS_1
" Kita kalah dengan nona Nia sudah cantik menjadi CEO pula" kata karyawanti satu lagi. Akhirnya mereka berhenti gosip dan lebih memilih ke kantin untuk mengisi perut yang berbunyi sejak tadi.
Nia datang ke restoran bersama El sebelumnya mereka ada pertemuan dengan klien di sana, saat Tama mengajaknya makan bersama dia sangat senang.